Selular.ID – Google menegaskan pentingnya pengaturan privasi di perangkat Android untuk melindungi data pribadi pengguna dari pengintaian baik secara online maupun dalam kehidupan nyata, melalui panduan tujuh langkah praktis
Setiap pengguna Android sekarang dianjurkan meninjau izin aplikasi, mengganti aplikasi pesan default dengan alternatif yang lebih aman, serta mengaktifkan alat keamanan tambahan seperti jaringan privat virtual (Virtual Private Network/VPN) untuk meminimalkan risiko pengintaian digital.
Panduan ini menyoroti situasi ketika data pengguna rentan terhadap pihak ketiga seperti pengiklan atau pelaku kejahatan siber.
1. Mengatur Permission Manager di Android
Permission Manager adalah fitur bawaan sistem operasi Android yang memungkinkan pengguna mengontrol apa saja yang boleh diakses oleh aplikasi, termasuk akses ke lokasi, kamera, mikrofon, dan data pribadi lainnya.
Pengaturan ini penting untuk membatasi aplikasi agar tidak mengumpulkan data yang tidak diperlukan.
Untuk meningkatkan keamanan komunikasi, panduan menyarankan penggunaan aplikasi yang fokus pada privasi seperti Signal dibandingkan aplikasi standar yang mungkin memiliki praktik pengumpulan data berbeda.
Dengan E2EE, aplikasi seperti ini mencegah pihak ketiga membaca isi pesan saat transit maupun saat disimpan di server, sehingga lebih tahan terhadap pengintaian digital.
2. Pengaturan sistem
Selanjutnya, pengguna Android dianjurkan mengevaluasi dan membatasi izin aplikasi secara berkala melalui pengaturan sistem.
Ini menekankan bahwa meninjau izin akses aplikasi dapat mencegah aplikasi mendapatkan hak yang tidak diperlukan, seperti akses ke lokasi atau daftar kontak tanpa alasan jelas.
Panduan ini juga menggarisbawahi peran VPN sebagai alat perlindungan data pengguna ketika terkoneksi ke internet.
VPN bekerja dengan mengenkripsi lalu lintas internet sehingga alamat IP dan data aktivitas online tidak mudah dilihat oleh pihak lain, baik itu penyedia layanan internet (Internet Service Provider/ISP), peretas di jaringan Wi-Fi publik, atau pengiklan yang mencoba melacak aktivitas online.
3. Privacy screen protector
Selain ancaman online, panduan juga mempertimbangkan risiko pengintaian fisik. Bagi pengguna yang sering berada di tempat umum, penggunaan pelindung layar privasi (privacy screen protector) menjadi langkah disarankan.
Alat ini membantu mengurangi sudut pandang layar sehingga informasi di layar tidak mudah terlihat oleh orang di sekitar.
Pengaturan notifikasi juga menjadi bagian penting dalam pedoman ini. Menyembunyikan lock screen notification (notifikasi di layar kunci) dapat mencegah pesan atau konten sensitif ditampilkan secara otomatis ketika perangkat terkunci, sehingga mengurangi kemungkinan orang lain melihat konten pribadi tanpa membuka kunci perangkat.
4. Penggunaan peramban
penggunaan peramban (browser) yang berfokus pada privasi, seperti Brave, Vivaldi, atau DuckDuckGo Browser, yang secara default memblokir pelacak (trackers) dan mendukung koneksi HTTPS, membantu melindungi aktivitas penelusuran dari pengintaian online.
Rangkaian langkah ini mencerminkan tren keamanan digital yang semakin menekankan pengendalian data pribadi pengguna di tengah meningkatnya praktik pengumpulan data oleh aplikasi dan layanan digital.
Panduan privasi Android ini saat ini relevan untuk semua perangkat yang menjalankan sistem operasi Android versi terbaru, di mana fitur-fitur seperti Permission Manager dan Privacy Dashboard kini menjadi bagian inti dari sistem operasi untuk memberi pengguna lebih banyak kontrol atas data mereka.
Pakar keamanan siber menilai bahwa pengaturan privasi seperti yang direkomendasikan dapat membantu menutup celah penyalahgunaan data oleh pihak internal maupun eksternal ke perangkat Android, sehingga pengguna lebih terlindungi secara digital.
Baca Juga:Janjikan Perkuat Keamanan Siber, WhizHack Technologies Resmi Masuk Indonesia
Dengan memanfaatkan kombinasi kontrol izin aplikasi, VPN, pengaturan notifikasi, serta penggunaan aplikasi dan browser yang mengutamakan privasi, pengguna dapat lebih efektif menjaga informasi pribadi mereka dari pengintaian tanpa mengorbankan fungsionalitas utama perangkat.














































