5 Alasan Mengapa Honor Harus Konsisten Dalam Membangun Citra Merek Agar Dipercaya Konsumen Indonesia

1 hour ago 1

Selular.ID – Pada Januari 2025, Honor memutuskan untuk kembali masuk ke Indonesia. Sebelumnya, vendor yang berbasis di Shenzhen itu, terpaksa hengkang pada 1999, imbas krisis yang melanda perusahaan induk, Huawei.

Kembalinya Honor membawa strategi baru: harga bersaing, teknologi mutakhir, dan eksklusivitas distribusi untuk menguasai segmen menengah dan premium di Indonesia.

Kehadiran Honor tentunya dapat menjadi pesaing serius bagi brand-brand yang telah menancapkan kukunya dengan kuat di segmen ini.

Di tengah surplus pemain, Honor optimis dapat bersaing di pasar Indonesia. Strategi harga yang lebih terjangkau tetapi menawarkan fitur canggih, Honor berpotensi menarik perhatian konsumen.

Meski demikian, perusahaan menghadapi beragam tantangan berat, terutama dalam upaya meningkatkan citra merek dan gengsi produk di pasar yang sangat kompetitif.

Seperti diketahui, citra merek (brand image) sangat penting karena menjadi persepsi utama di benak konsumen yang memengaruhi keputusan pembelian, membangun loyalitas jangka panjang, dan membedakan produk dari pesaing.

Citra yang positif meningkatkan kredibilitas, memungkinkan penetapan harga premium, serta mengurangi risiko pembelian bagi konsumen.

Baca Juga:

Kabar baiknya, berdasarkan riset Google yang dirilis pada 2019, orang Indonesia ternyata suka berpindah merek, khususnya dalam membeli smartphone.

Berkat tersedianya begitu banyak pilihan dari jenama berbeda, masyarakat Indonesia jadi kian bertambah kritis dalam membeli perangkat baru.

Ekspektasi mereka juga tambah tinggi. Di segmen menengah, ada sekitar 45 persen pengguna masih belum merasa puas dengan kapabilitas smartphone yang mereka miliki.

Persentasenya bahkan lebih tinggi lagi di kelas premium, mencapai 56 persen. Hal ini ialah peringatan sekaligus kesempatan bagi produsen buat meningkatkan citra merek, khususnya menyangkut kualitas produk.

Meski demikian, setelah setahun menginvasi pasar Indonesia, Honor sejauh ini masih harus berjuang untuk membuktikan eksistensinya, khususnya dalam membangun citra merek yang membedakan dengan para pesaing.

Keputusan untuk tetap bertarung di pasar yang sudah penuh sesak dengan para pemainnya lain yang sudah ‘kelotokan’, akan membuktikan apakah Honor terbukti dapat menjadi penantang serius atau cuma jadi penggembira saja.

Sebagai challenger, berikut 5 tantangan berat yang masih harus dihadapi oleh Honor dalam upaya menguasai pasar Indonesia di mana citra merek merupakan faktor determinan.

  1. Pasar sudah dikuasai oleh merek-merek smartphone lainnya, di sisi lain konsumen belum sepenuhnya meyakini kualitas produk dan layanan yang ditawarkan Honor.
  2. Harus kembali membangun brand awarness setelah hengkang cukup lama dari Indonesia.
  3. Membidik segmen mid-range dan premium adalah langkah tepat karena pasar akan berkembang, meski demikian segmen ini lebih kecil dan konsumen sangat selektif dalam memutuskan untuk membeli produk.
  4. Pasar belum sepenuhnya meyakini kualitas produk Honor, sehingga untuk mendorong penjualan perlu kampanye pemasaran dan PR yang lebih massif sekaligus relevan dengan konsumen Indonesia.
  5. Loyalitas konsumen tidak dibangun dalam satu malam. Honor perlu membuktikan konsistensi kehadiran produk dan juga layanan purna jual dalam jangka panjang.
Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |