TechDaily.id – Banyak pengguna Android mengira konsumsi baterai cepat hanya karena usia perangkat atau aplikasi berat. Padahal, beberapa pengaturan tersembunyi di gadget Android bisa menjadi penyebab utama baterai cepat habis.
Penyebab utama baterai cepat habis bahkan bisa terjadi saat kamu tidak sedang aktif menggunakan ponsel. Berikut adalah 6 pengaturan Android yang sering tidak disadari menguras baterai, beserta tips untuk memperbaikinya agar perangkat kamu jadi lebih hemat energi.

Pengaturan Android Tersembunyi Ini Bisa Kuras Baterai
- Pemindaian Wi-Fi dan Bluetooth yang Selalu Aktif
Walaupun Wi-Fi dan Bluetooth sudah dimatikan di quick settings, terkadang ponsel masih memindai jaringan dan perangkat Bluetooth di sekitar untuk mempercepat koneksi. Itu membuat radio perangkat bekerja terus-menerus dan menguras baterai.
Solusi:
Matikan pemindaian Wi-Fi dan Bluetooth di Settings → Location → Scanning untuk mengurangi aktivitas latar belakang yang tidak perlu.
- Data Seluler yang Tetap Aktif meskipun Terhubung ke Wi-Fi
Android sering mengaktifkan mobile data secara otomatis bahkan saat ponsel berada di jaringan Wi-Fi. Fitur ini dimaksudkan untuk mempertahankan koneksi, namun menyebabkan baterai bekerja lebih keras.
Solusi:
Aktifkan Developer Options (ketuk “Build Number” 7 kali di Settings → About Phone), lalu matikan Mobile data always active untuk menghemat daya saat Wi-Fi tersedia.
- Refresh Latar Belakang yang Membunuh Energi
Banyak aplikasi secara diam-diam menyegarkan konten di latar belakang, sehingga baterai lebih cepat terbuang. Fitur seperti background app refresh sering tidak terlihat di pengaturan utama.
Solusi:
Atur batasan aktivitas latar belakang lewat Settings → Battery → Background usage limits dan pilih aplikasi yang tidak perlu berjalan terus-menerus.

- Layanan Lokasi dan GPS yang Terus Aktif
Aplikasi navigasi, media sosial, atau bahkan game bisa meminta akses lokasi — dan tetap menjalankan GPS di latar belakang meskipun kamu tidak pakai aplikasi tersebut. Setiap cek lokasi seperti ini menyedot tenaga baterai cukup besar.
Solusi:
Batasi izin lokasi ke Allow only while using the app, atau matikan layanan lokasi saat tidak dibutuhkan.
- Refresh Aplikasi & Sinkronisasi Otomatis
Pengaturan sinkronisasi otomatis yang selalu aktif menyebabkan aplikasi seperti email, galeri, atau penyimpanan cloud terus memeriksa update terbaru — memicu baterai bekerja ekstra.
Solusi:
Matikan sinkronisasi otomatis untuk aplikasi yang kurang penting di Settings → Accounts atau Battery → Background activity.
- Refresh Layar dengan High Refresh Rate
Beberapa ponsel Android modern menjalankan layar pada refresh rate tinggi (90Hz atau 120Hz) secara terus-menerus. Walau membuat visual lebih halus, refresh rate tinggi memakai daya lebih besar daripada mode standar 60Hz.
Solusi:
Turunkan refresh rate ke standar 60Hz lewat Settings → Display → Refresh rate untuk mendapatkan penghematan baterai signifikan tanpa mengorbankan fungsi dasar.

Tips Tambahan Agar Baterai Android Tetap Tahan Lama
✔ Aktifkan Adaptive Battery untuk mengurangi daya aplikasi yang jarang kamu pakai.
✔ Gunakan Dark Mode terutama di layar AMOLED.
✔ Matikan fitur yang tidak perlu seperti sensor pemindaian lokasi atau device scanning.
Dengan melakukan penyesuaian pada pengaturan tersembunyi ini, kamu bisa memperpanjang masa pakai baterai Android setiap harinya tanpa perlu aplikasi pihak ketiga.
Beberapa fitur Android yang awalnya dibuat untuk meningkatkan pengalaman pengguna — seperti pemindaian jaringan, sinkronisasi otomatis, atau refresh latar belakang — justru dapat membuat baterai cepat terkuras tanpa disadari.
Dengan mengetahui dan menonaktifkan pengaturan yang tidak perlu, kamu bisa menikmati baterai lebih tahan lama dan performa lebih stabil.
Rekomendasi Smartphone Android Terbaik 2026: Pilihan Terbaru Sesuai Kebutuhan & Budget
Tahun 2026 menjadi tahun yang menarik untuk pasar smartphone Android. Beragam perusahaan menghadirkan ponsel terbaru dengan teknologi terkini — mulai dari chipset kencang, kamera profesional, hingga fitur pintar berbasis AI. Jika kamu sedang mencari ponsel Android baru, berikut adalah rekomendasi smartphone Android terbaik yang layak dipertimbangkan tahun ini.
1. Samsung Galaxy S26 Ultra — Flagship Android Teratas
Samsung Galaxy S26 Ultra menjadi primadona di kelas flagship berkat kombinasi performa luar biasa dan kamera profesional.
✨ Keunggulan utama:
- Chipset Snapdragon/Exynos terbaru
- Kamera belakang berkualitas tinggi
- Layar Dynamic AMOLED dengan refresh rate tinggi
- Sistem fotografi canggih
📌 Cocok untuk: Fotografer mobile, profesional, dan pengguna yang menginginkan performa puncak.
2. Google Pixel 8 Pro — Kamera AI dan Update Sistem Tercepat
Google Pixel 8 Pro unggul di sektor fotografi dan dukungan perangkat lunak, karena langsung didukung oleh Google.
✨ Keunggulan utama:
- Kamera unggulan dengan pemrosesan AI
- Update Android paling awal
- Antarmuka bersih dan simpel
- Fitur keamanan dan privasi unggulan
📌 Cocok untuk: Pengguna yang ingin pengalaman Android asli dengan foto yang tajam dan detail.
3. OnePlus 13 — Performa Cepat & Pengalaman OxygenOS Halus
OnePlus 13 dikenal sebagai smartphone dengan kinerja cepat dan UI yang responsif.
✨ Keunggulan utama:
- Chipset flagship untuk gaming
- Sistem operasi ringan dan cepat
- Pengisian cepat yang tahan lama
📌 Cocok untuk: Gamer dan pengguna multitasking berat.











































