Alasan Industri Raksasa Mulai Ogah Pakai AI yang Biasa-Biasa Aja

5 hours ago 3

Selular.ID – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini tengah mengalami pergeseran dari model generatif yang bersifat umum (generic AI) menuju pemanfaatan teknologi yang lebih spesifik dan terarah.

Berbagai industri besar mulai dari e-commerce, perbankan, telekomunikasi, hingga layanan kesehatan dilaporkan terus mematangkan peta jalan (roadmap) adopsi teknologi ini untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Adrian Lesmono, Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, mengungkapkan bahwa adopsi AI di sektor industri saat ini tumbuh sangat masif.

“Pertumbuhan ini didorong oleh kebutuhan pelaku bisnis untuk memiliki sistem yang tidak hanya pintar secara umum, tetapi juga memiliki ketajaman khusus yang disesuaikan dengan tugas-tugas tertentu melalui proses training data yang mendalam,”kata Adrian, dalam Bincang Eksekutif, di Jakarta, (08/07/26).

Menurut Adrian, pemanfaatan teknologi AI pada dasarnya terbagi menjadi dua macam, yaitu sistem operasi otomatis dan manual.

Kedua metode ini diimplementasikan untuk menangani berbagai kebutuhan layanan tertentu di balik layar, yang membutuhkan riset mendalam agar model yang dikembangkan menjadi unik dan relevan dengan karakteristik bisnis masing-masing perusahaan.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Di sektor e-commerce, perbankan, dan telekomunikasi, teknologi ini telah menjadi tulang punggung digitalisasi komunikasi.
Layanan pelanggan berbasis agen AI berskala besar dikembangkan untuk menangani kebutuhan konsumen dengan presisi tinggi.

Mengombinasikan keandalan sistem otomatis untuk tugas berulang serta kendali manual untuk penanganan masalah yang membutuhkan keputusan kompleks.

Meski demikian, implementasi AI di sektor-sektor kritis tersebut memiliki karakteristik pemanfaatan yang berbeda dibandingkan sektor lainnya.

Sebagai contoh, industri berskala besar yang mengelola data sensitif umumnya cenderung resisten terhadap penggunaan model komputasi awan publik (public cloud).

Untuk menjaga kedaulatan data dan privasi pengguna, pengembangan sistem kecerdasan buatan yang bersifat private kini menjadi fokus utama yang terus dieksplorasi.

NVIDIA sebagai pengembang teknologi perangkat keras dan ekosistem komputasi global terus berpartisipasi aktif dalam memfasilitasi kebutuhan industri ini.

Baca Juga:Terkendala Produksi, Sistem Rak AI Nvidia Generasi Berikutnya Tertunda Hingga 2028

Melalui penyediaan infrastruktur pemrosesan paralel yang andal, perusahaan teknologi digital dapat mempercepat fase riset dan pelatihan model (training model), guna memastikan ketajaman algoritma AI dapat berfungsi optimal dalam mendukung operasional harian para pemimpin industri di Indonesia.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |