Anak 12 Tahun Tenggelam di Laut Jangka

2 hours ago 5

Tim Basarnas mengerahkan Landing Craft Rubber (LCR) untuk mencari korban tenggelam di Objek Wisata Pantai Jangka, Kecamatan Jangka, Sabtu (30/5) sore.

BIREUEN|METRO ACEH-Suasana lebaran Idul Adha 1447 H, tiba-tiba berubah menjadi duka bagi M Yusuf (51) dan keluarga. Warga Cot Batee Kecamatan Kuala itu, kehilangan salah satu puteranya akibat tenggelam di laut Jangka, Sabtu (30/5) sore.

Korban Firat Altakim (12) hilang terseret ombak, saat mandi di kawasan objek wisata ini sekitar pukul 16.00 WIB. Kabar duka itu, sontak saja membuat M Yusuf dan keluarga sangat terpukul, karena upaya pencaharian hingga pukul 19.00 WIB belum membuahkan hasil dan korban masih dinyatakan hilang.

Pantauan media ini, sejumlah anggota tim Basarnas diperkuat personil polsek, prajurit TNI dari Koramil Jangka serta nelayan yang berjuang mencari korban di sekitar pantai Jangka, belum menemukan sosok anak usia 12 tahun itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Orang tua korban kepada Metro Aceh dill lokasi menjelaskan sesaat sebelum kejadian, korban dan adiknya Julaikha (7) berada di rumah kakaknya Ola Irhamna (18) di wilayah Kecamatan Juli, tanpa sepengetahuan ayahnya, anak-anak itu pergi ke wisata pantai Jangka.

Selanjutnya M Yusuf menerima kabar bahwa anaknya Firaz Altakim mengalami musibah tenggelam. Dia menceritakan kronologi peristiwa itu, sesuai info yang dia peroleh.

Menurutnya, Firaz sudah selesai mandi ditepi pantai dan sudah naik ke darat, setelah itu dia kembali ke air dan diluar dugaan hanyut ditarik arus gelombang laut sampai kini belum ditemukan.

Sang ayah berharap kepada tim Basarnas dan semua pihak, membantu pencarian dari arah laut dapat membantu menemukan anaknya,” Kami dari pihak keluarga malam ini juga turut membantu pencarian dengan menyisir tepian pantai,” ujarnya lirih.

Disampaikan juga bahwa dari perkawinan dengan istrinya bernama Eliani (48) mereka dikaruniai lima anak dan korban Firat Altakim anak ke empat.

Keuchik Jangka Mesjid, Muslimin ditanyai Metro Aceh mengatakan saat mengetahui ada seorang anak pengunjung pantai Jangka tenggelam yang terseret arus deras, pihaknya langsung turun guna membantu upaya pencarian awal.

“Upaya pertolongan pertama dilakukan Keuchik dan petugas penjaga pantai yaitu langsung mengerahkan satu bot nelayan melakukan pencarian disekitar lokasi dan berkoordinasi dengan personil Polsek dan Koramil Jangka,” jelasnya.

Camat Jangka, Muliyadi, S.P., M.S.M kepada Metro Aceh menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang menimpa korban dan keluarganya. Dia mengapresiasi kerja cepat tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, aparatur gampong, nelayan, serta seluruh unsur terkait yang terlibat dalam proses pencarian.

“Kami turut prihatin atas musibah ini dan berharap korban segera ditemukan. Pemerintah Kecamatan Jangka terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, untuk mendukung proses pencarian.
Semoga keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” ungkap Muliyadi.

Dia mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, meningkatkan pengawasan terhadap anak saat beraktivitas di kawasan pantai maupun lokasi wisata yang memiliki potensi bahaya.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat tentang keselamatan saat beraktivitas di pinggir laut. Selain pengawasan dari orang tua, diperlukan pula peningkatan pengawasan oleh aparatur gampong dan petugas terkait terhadap pengunjung, khususnya pada hari libur atau saat jumlah wisatawan meningkat.

Muliyadi menambahkan, pemasangan papan peringatan pada titik-titik rawan arus kuat dan gelombang besar juga dinilai penting guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Dilanjutkan Minggu Pagi

Koordinator Unit Siaga SAR Bireuen, M Rizal kepada Metro Aceh dilokasi mengatakan saat menerima informasi, Sabtu (30/5) pukul 16.30 WIB. Langsung melakukan operasi SAR oleh tim Unit Siaga SAR Bireuen berjumlah 5 personil bergerak ke lokasi membawa 1 unit Landing Craft Rubber (LCR) dan peralatan water rescue serta peralatan safety.

Upaya untuk pencarian korban dihentikan pukul 19.00 WIB karena kondisi gelombang mulai meningkat, arus air laut kencang dan kondisi malam hari sehingga pencarian laut dilanjutkan hari Minggu (31/5) pukul 07.00 WIB. (Rahmat Hidayat).

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |