Apple Disebut Ejek Rival Lewat Upgrade Baterai iPhone 18 Pro

7 hours ago 15

Selular.id – Apple dikabarkan tidak akan mengikuti tren produsen Android yang berlomba-lomba meningkatkan kapasitas baterai secara signifikan pada smartphone flagship mereka.

Bocoran terbaru justru menyebut iPhone 18 Pro hanya akan mendapatkan peningkatan kapasitas baterai yang relatif kecil dibanding generasi sebelumnya. Meski begitu, Apple diyakini memiliki strategi berbeda untuk mempertahankan daya tahan perangkat.

Informasi tersebut berasal dari pembocor teknologi Digital Chat Station yang menyebut iPhone 18 Pro akan hadir dengan baterai sekitar 4.056 mAh untuk model standar, sementara versi eSIM khusus pasar tertentu disebut mencapai 4.288 mAh. Angka tersebut hanya naik tipis dibanding iPhone 17 Pro yang dilaporkan memiliki kapasitas baterai sekitar 3.998 mAh hingga 4.252 mAh, tergantung konfigurasi perangkat.

Di tengah tren industri yang mulai mengadopsi baterai berkapasitas 6.000 mAh hingga 7.000 mAh, langkah Apple ini memunculkan perdebatan. Sejumlah vendor Android kini memanfaatkan teknologi baterai silikon-karbon yang memungkinkan kapasitas lebih besar tanpa membuat perangkat menjadi lebih tebal.

Sementara Apple tampaknya masih mengandalkan pendekatan optimasi perangkat keras dan perangkat lunak yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama perusahaan.

Meski peningkatan kapasitas baterai terlihat minim, laporan yang sama mengungkap bahwa Apple akan membawa peningkatan lebih besar melalui chipset generasi baru A20 Pro. Chip tersebut disebut diproduksi menggunakan teknologi manufaktur 2 nanometer dari TSMC, yang menawarkan efisiensi daya jauh lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Peralihan dari proses 3nm ke 2nm memungkinkan jumlah transistor yang lebih banyak dalam ukuran chip yang sama. Berdasarkan estimasi awal, A20 Pro berpotensi menawarkan peningkatan performa sekitar 15 persen sekaligus efisiensi daya hingga 30 persen dibanding pendahulunya. Efisiensi inilah yang diyakini menjadi alasan Apple tidak merasa perlu mengejar kapasitas baterai jumbo seperti yang dilakukan banyak pesaing Android.

Selain itu, Apple juga dirumorkan akan mengintegrasikan memori lebih dekat ke dalam paket chipset. Pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi transfer data, tetapi juga membuka ruang internal tambahan yang dapat dimanfaatkan untuk komponen lain, termasuk sistem pendingin yang lebih besar maupun baterai dengan desain yang lebih optimal.

Strategi Apple sebenarnya bukan hal baru. Selama bertahun-tahun, perusahaan asal Cupertino tersebut dikenal mampu menghadirkan daya tahan baterai kompetitif meskipun kapasitas baterainya lebih kecil dibanding banyak ponsel Android. Integrasi erat antara iOS dan chip Apple Silicon menjadi faktor utama yang memungkinkan konsumsi daya lebih efisien.

Namun persaingan kini semakin ketat. Berbagai produsen Android tidak hanya menawarkan baterai yang jauh lebih besar, tetapi juga teknologi pengisian cepat yang mampu mengisi daya penuh dalam hitungan menit. Kondisi tersebut membuat Apple menghadapi tantangan baru untuk tetap mempertahankan reputasi iPhone sebagai perangkat premium dengan daya tahan yang dapat diandalkan.

Di sisi lain, rumor mengenai baterai iPhone 18 Pro masih berada pada tahap awal dan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Apple. Perusahaan juga masih memiliki waktu beberapa bulan sebelum generasi iPhone berikutnya diperkenalkan ke publik.

Jika bocoran tersebut terbukti akurat, iPhone 18 Pro bisa menjadi contoh bagaimana Apple memilih fokus pada efisiensi sistem secara keseluruhan dibanding sekadar menambah angka kapasitas baterai. Pendekatan ini berpotensi menjadi pembeda ketika banyak rival mengandalkan baterai berukuran besar sebagai senjata utama untuk menarik perhatian konsumen.

Baca juga : Apple Tinggalkan Vision Pro, Fokus Kembangkan Kacamata Pintar

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |