Techdaily.id – Kehadiran AYANEO Pocket Play langsung mengingatkan banyak orang pada Sony Ericsson Xperia Play, ponsel legendaris yang dulu dikenal sebagai smartphone Android dengan kontroler gaming fisik. Desain layar geser horizontal yang menampilkan tombol permainan membuat perbandingan ini sulit dihindari. Meski begitu, perlu ditegaskan bahwa AYANEO Pocket Play bukan produk Sony dan tidak memiliki hubungan langsung dengan Xperia Play.
Keunggulan AYANEO Pocket Play
AYANEO menghadirkan Pocket Play sebagai smartphone gaming Android modern yang mencoba menghidupkan kembali konsep ponsel gaming dengan tombol fisik, di tengah tren smartphone masa kini yang sepenuhnya mengandalkan layar sentuh. Simak bocoran keuunggulannya berikut ini:
Desain Layar Geser dengan Kontroler Fisik
Secara tampilan awal, AYANEO Pocket Play terlihat seperti smartphone biasa tanpa tombol di bagian depan. Namun saat layar digeser ke atas, perangkat ini berubah menjadi konsol genggam mini. Di balik mekanisme slider tersebut tersembunyi kontroler gaming lengkap.
Kontroler ini terdiri dari D-pad, tombol ABXY, tombol bahu, serta dua touchpad yang berfungsi sebagai pengganti analog stick. Semua tombol dirancang menyatu dengan bodi perangkat, bukan sekadar tambahan aksesori. Pendekatan ini membuat pengalaman bermain terasa lebih natural dan stabil dibandingkan kontrol sentuh di layar.
AYANEO juga merancang Pocket Play agar tetap tipis dan ringkas. Ketebalannya disebut jauh lebih ramping dibandingkan handheld gaming modern, sehingga tetap nyaman digunakan sebagai smartphone sehari-hari.
Baca Juga: Sony Merilis Xperia 10 VII: Tampil dengan Desain Baru Tanpa Meninggalkan Fitur Klasiknya!
Berfokus pada Pengalaman Gaming
AYANEO menegaskan bahwa Pocket Play bukan smartphone biasa yang ditambahkan fitur gaming. Sejak awal, perangkat ini dirancang dengan gaming sebagai inti utama. Pocket Play berjalan menggunakan sistem operasi Android, sehingga mendukung berbagai game mobile, emulator, hingga aplikasi hiburan lainnya.
Dengan kontrol fisik bawaan, pengguna tidak perlu lagi mengandalkan tombol virtual di layar atau aksesori tambahan. Konsep ini ditujukan untuk gamer yang menginginkan pengalaman bermain lebih serius, presisi, dan nyaman dalam waktu lama.
AYANEO bahkan menyebut Pocket Play sebagai smartphone yang berubah menjadi “handheld gaming console” saat layar dibuka.
Dikutip dari laman GSMArena, Sony Ericsson Xperia Play dikenal sebagai ponsel Android yang memadukan fungsi komunikasi dan konsol genggam dalam satu perangkat. Saat dirilis pada 2011, Xperia Play menjadi smartphone pertama yang mengusung kontrol ala konsol dengan desain slider horizontal.
Xperia Play memiliki D-pad, tombol aksi, tombol bahu, serta touchpad yang berfungsi sebagai pengganti analog. Meski konsepnya inovatif dan dicintai penggemar, perangkat ini kurang sukses secara komersial karena pada masanya mobile gaming masih didominasi kontrol layar sentuh sederhana.
Berbeda dengan Xperia Play, AYANEO Pocket Play hadir di era ketika mobile gaming sudah berkembang pesat. Game semakin kompleks, emulator semakin populer, dan kebutuhan akan kontrol fisik kembali meningkat.
AYANEO memanfaatkan momentum ini dengan menghadirkan Pocket Play sebagai perangkat yang menjawab kebutuhan gamer modern. Meski terinspirasi konsep lama, Pocket Play membawa pendekatan baru yang lebih relevan dengan ekosistem Android saat ini.
Perlu ditegaskan kembali, meskipun desainnya mengingatkan pada Xperia Play, AYANEO Pocket Play adalah produk mandiri dengan identitas berbeda.
Hingga saat ini, AYANEO belum mengumumkan spesifikasi lengkap, harga resmi, maupun tanggal rilis global Pocket Play. Perusahaan hanya memastikan bahwa smartphone gaming ini akan diluncurkan melalui Kickstarter dalam waktu dekat.
Langkah ini membuka peluang bagi komunitas gamer untuk ikut mendukung pengembangan perangkat sejak awal.













































