Selular.ID – Lokasi kapal induk milik Perancis, FS Charles de Gaulle (R91), dilaporkan sempat terungkap ke publik akibat aktivitas olahraga yang diunggah ke aplikasi kebugaran Strava.
Temuan ini terungkap dalam laporan investigasi media Perancis Le Monde.
Dalam laporan tersebut, seorang personel militer bernama Arthur diketahui merekam aktivitas lari menggunakan aplikasi Strava dengan pengaturan akun terbuka.
Data aktivitas tersebut menampilkan rute lengkap beserta koordinat GPS yang dapat diakses publik.
Diduga, ia sedang berlari di atas dek kapal induk tersebut.
Dari sinilah, posisi kapal induk Perancis dapat dilacak secara cukup akurat, bahkan mendekati waktu nyata (real-time).
Saat itu, kapal induk Charles de Gaulle dilaporkan berada di wilayah Laut Mediterania, tepatnya di barat laut Siprus, sekitar 100 kilometer dari pesisir Turki.
Aktivitas yang diunggah tersebut menunjukkan seorang awak kapal berlari sejauh beberapa kilometer di dek kapal sambil merekam rutenya menggunakan perangkat wearable.
Dalam laporan yang sama disebutkan, keberadaan kapal induk Perancis di kawasan tersebut sebenarnya bukan informasi rahasia.
Baca juga:
- Perang Teluk Buktikan Prediksi Elon Musk Tepat, Serangan Drone Iran Bikin AS dan Israel Keteteran
- Iran Siap Serang Google, Microsoft, dan Nvidia, Bisa Porak Poranda Seperti Pusat Data Amazon
Presiden Perancis, Emmanuel Macron sebelumnya telah mengumumkan pengerahan kapal tersebut di tengah situasi keamanan di Timur Tengah.
Terlalu presisi
Namun, yang menjadi sorotan adalah tingkat detail informasi yang tersebar.
Data lokasi yang muncul dari aplikasi Strava dinilai terlalu presisi dan berpotensi membahayakan, terutama karena bisa diakses oleh siapa saja.
Apalagi, kawasan tersebut sedang berada dalam kondisi sensitif.
Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah fasilitas militer Perancis di Timur Tengah dilaporkan menjadi sasaran serangan, termasuk serangan drone yang menimbulkan korban.
Kasus ini menambah daftar insiden kebocoran data melalui aplikasi kebugaran yang dikenal dengan istilah “StravaLeaks”.
Sebelumnya, aktivitas serupa juga pernah mengungkap informasi terkait patroli kapal selam nuklir Perancis.
Aplikasi seperti Strava memang dirancang untuk mencatat aktivitas olahraga secara detail, termasuk rute dan lokasi pengguna.
Namun, jika pengaturan privasi tidak diatur dengan baik, data tersebut bisa diakses publik dan membuka celah kebocoran informasi sensitif.
Dalam konteks militer, informasi seperti lokasi kapal dan pola pergerakan termasuk data strategis yang seharusnya dijaga ketat.
Penggunaan perangkat pribadi seperti smartwatch di lingkungan militer pun kini menjadi tantangan tersendiri, seiring meningkatnya risiko kebocoran data melalui platform digital.
Meski belum ada keterangan resmi terkait dampak langsung insiden ini terhadap operasi militer Perancis, kasus ini kembali menegaskan pentingnya disiplin dalam penggunaan teknologi, terutama di lingkungan yang sensitif seperti militer.
















































