Kiprah Sang Flamboyan Terry Gou: Mengapa Pendiri Foxconn Ini Disamakan dengan Donald Trump?

20 hours ago 7

Secara resmi dikenal sebagai Hon Hai Precision Industry Co Ltd, Foxconn adalah salah satu fenomena di industri teknologi dunia.

Didirikan pada 1974, perusahaan yang berkantor pusat di Tucheng, New Taipei City, Taiwan, mampu mendominasi manufaktur oursourcing dunia.

Berawal sebagai produsen komponen plastik televisi, Foxconn hari ini telah menjadi produsen elektronik kontrak terbesar di dunia dengan perusahaan-perusahaan terkenal dari Eropa, Jepang, dan Amerika.

Mereka menggunakan jasa Foxconn karena ingin mengurangi biaya tenaga kerja tanpa mengorbankan kualitas. Seperti Apple, IBM, Compaq, Ninetendo, Wii U, Nokia, Playstation 3 dan XboxOne sebagai pelanggan.

Tak dapat dipungkiri, kualitas tinggi yang ditetapkan Foxconn telah menjadi standar yang tidak bisa dikompromi.

Nama Foxconn semakin melambung karena menjadi pabrikan untuk iPhone dan iPad. Sejak lama Apple telah menjadi klien utama sekaligus yang terbesar.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Sejatinya tanpa dukungan Foxconn, mustahil bila Apple mampu merajai pasar smartphone dunia, khususnya segmen premium yang menawarkan margin jauh lebih tinggi dibandingkan pasar menengah bawah.

Begitu banyak perusahaan teknologi yang mengggunakan jasa Foxconn, mendorong peningkatan pendapatan. Bahkan pendapatan pabrikan kontraktor elektronik terbesar di dunia itu terbilang eksesif.

Baca Juga: Nvidia Perluas Ekosistem Robotaxi Level 4 Bersama Foxconn dan Uber

Tengok saja pada akhir 2025, perusahaan melaporkan pendapatan tahunan yang memecahkan rekor sebesar NT$8,1 triliun (sekitar US$259 miliar).

Angka ini menunjukkan peningkatan 18% dari tahun sebelumnya, yang sebagian besar didorong oleh permintaan global untuk produk cloud dan jaringan yang terkait dengan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Foxconn mengoperasikan pabrik perakitan di China daratan untuk membuat produk khas Apple, termasuk iPhone dan iPad. Foxconn juga memiliki pabrik perakitan yang sama di India.

Uniknya, hubungan China dan Taiwan kerap tegang, karena isu kemerdekaan. Namun menyangkut bisnis, kedua negara bekerjama dengan baik.

Hal itu ditujukan oleh Foxconn yang saat ini adalah pemberi kerja terbesar di China, dengan lebih dari 1,2 juta orang bekerja secara langsung atau tidak langsung sebagai pengekspor produknya.

Meraksasanya Foxconn merupakan buah dari kerja keras sang pendirinya, Terry Gou. Terry dikenal sebagai ‘Donald Trump dari Taiwan’, karena kemiripannya yang mencolok dengan mantan Presiden AS itu.

Keduanya memiliki kekayaan besar, kerajaan bisnis yang berpengaruh, menikah lebih dari sekali, dan memiliki istri muda.

Kehidupan Terry Gou sangat menginspirasi karena tanpa tidak memiliki pengalaman di dunia bisnis. Orang tuanya juga tidak memiliki latar belakang sebagai pengusaha. Sehingga keberhasilannya, menunjukkan kepada dunia bahwa kerja keras dan dedikasi adalah hal yang perlu ditingkatkan dalam hidup.

Dengan kekayaan bersih mencapai $10,6 miliar, Terry Gou adalah orang terkaya ketiga di Taiwan dan yang pertama dalam hal popularitas bahkan melebihi presiden Taiwan saat ini.

Kepribadiannya yang berpengaruh di seantero Taiwan telah membuatnya menjadi orang yang paling berkuasa di komunitas bisnis negara kepulauan itu.

Pada Juni 2019, Terry Gou resmi mengundurkan diri dari pucuk pimpinan perusahaan. Ia menyerahkan kendali kepada Liu Yong, yang sebelumnya adalah kepala grup manufaktur chip Foxconn.

Baca Juga: Schneider Electric dan Foxconn Kembangkan Infrastruktur Data Center AI

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |