Komdigi Targetkan 5G Indonesia Capai 7% di 2029, Pengamat: Jangan Asal-asalan

1 hour ago 2

Selular.id – Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) baru menargetkan jaringan 5G di tanah air maksimal tercapai 7% pada tahun 2029.

Target jaringan 5G di Indonesia baru akan mencapai 7% di akhir pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini tertulis dalam rencana strategi (Renstra) Komdigi 2025-2029.

Hal tersebut tentu saja mendapat tanggapan dari pengamat telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute Heru Sutadi.

Heru menjelaskan untuk lebih meningkatkan jaringan 5G di Indonesia, maka pemerintah haru mempercepat penataan spektrum kepada para pelaku telekomunikasi.

“Tidak hanya mempercepat penataan spektrum, pemerintah juga harus memberi kepastian regulasi hingga adanya insentif investasi bagi operator,” ujar Heru Sutadi kepada Selular, Jumat (6/2/2026).

Baca juga:

Heru menegaskan perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, publik, swasta hingga akademisi yang harus diperkuat.

“Selain itu, perizinan juga harus dipermudah, dan infrastruktur pendukung diperluas,” ungkap Heru.

“Di sisi permintaan, adopsi 5G untuk industri, layanan publik, dan ekosistem AI memang perlu didorong agar investasi jaringan makin menarik,” sambungnya.

7% Jangan Asal-asalan

Heru menambahkan meski target Komdigi untuk meningkat jaringan 5G di Indoneia hanya 7%, tetapi hal itu jangan dibuat asal-asalan.

Pasalnya, operator seluler atau telekomunikasi, menurut Heru, juga harus mengeluarkan biaya infrastruktur yang tidak sedikit untuk membangunnya.

“Dengan kondisi geografis kepulauan, biaya tinggi, dan kebutuhan pemerataan, pendekatan bertahap lebih berkelanjutan,” jelas Heru.

“Yang penting bukan hanya cakupan, tetapi kualitas jaringan, keterjangkauan, dan manfaat nyata bagi masyarakat serta industri,” lanjutnya.

Dengan adanya infrastruktur 5G, pastinya masyarakat harus mengeluarkan biaya yang lebih ekstra untuk memanfaatkan teknologi ini.

Namun dengan adanya teknologi 5G maka masyarakat seharusnya semakin bisa menghasilkan produksi yang lebih banyak dan baik dibandingkan teknologi sebelumnya.

“Misalnya untuk koneksi ke data center AI, selain 5G maka tentu harus didukung jaringan serat optik dan tentu bisa dimanfaatkan lebih masif lagi bagi negara dan masyarakat maupun industri,” tandasnya.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |