Techdaily.id – Kamera full-frame terbaru Sony A7 V akan resmi tersedia di Indonesia mulai akhir Desember 2025 dengan harga Rp43.499.000 (body only).
Dalam sesi uji coba singkat selama kurang lebih satu jam, kami menjajal langsung kemampuan kamera ini di berbagai skenario pemotretan. Hasilnya, Sony A7 V tampil sebagai kamera hybrid yang sangat matang dan ambisius di kelasnya.
Sony A7 V membawa pembaruan signifikan, mulai dari kecerdasan autofocus berbasis AI, peningkatan kecepatan pemotretan, hingga kemampuan video profesional. Kamera ini mengusung sensor Exmor RS CMOS partially stacked 33MP yang dipadukan dengan prosesor gambar terbaru BIONZ XR2, lengkap dengan unit pemrosesan AI generasi baru.
President Director PT Sony Indonesia, Motoya Itako, menyebut A7 V sebagai standar baru kamera serba guna Sony.
“Dengan mengembangkan kecerdasan autofocus, color science, dan responsivitas sistem, kami memperkaya lini produk kami dengan pilihan baru yang kuat,” ungkap Itako
Autofocus AI Lebih Cerdas dan Responsi
Peningkatan paling terasa ada pada Real-time Recognition AF yang kini diklaim 30 persen lebih cepat dan presisi. Dalam praktiknya, sistem AF mampu mengunci subjek hampir seketika dan mempertahankan fokus secara stabil, bahkan dalam kondisi minim cahaya hingga EV -4.0.
Sebanyak 759 titik phase-detection dengan cakupan 94% area frame membuat pelacakan subjek terasa menyeluruh dan konsisten. Untuk fotografer profesional, dukungan penuh Imaging Edge Desktop pada pemrosesan RAW resolusi tinggi memberikan fleksibilitas lebih luas dalam tahap pascaproduksi.
Kecepatan Tinggi Tanpa Kompromi
Berkat kombinasi sensor partially stacked dengan kecepatan readout 4,5 kali lebih cepat dan prosesor BIONZ XR2, Sony A7 V mampu memotret subjek cepat tanpa distorsi rolling shutter yang mengganggu. Kamera ini mendukung continuous shooting hingga 30 fps tanpa blackout dengan AF/AE tracking aktif, bahkan dalam format RAW 14-bit performanya tetap konsisten.
Fitur Pre-Capture menjadi nilai tambah penting. Kamera dapat merekam hingga 1 detik sebelum tombol shutter ditekan, sangat membantu untuk menangkap momen tak terduga seperti olahraga atau aksi cepat.
Kualitas Gambar dan Warna
Sony A7 V menawarkan dynamic range hingga 16 stop, menghasilkan detail tonal yang kaya dari area bayangan hingga highlight. Sistem Auto White Balance berbasis AI bekerja sangat efektif, mampu membaca kondisi cahaya secara akurat dan menghasilkan warna yang terlihat natural serta stabil, sehingga mengurangi kebutuhan koreksi warna saat editin
Mencoba Sony A7 V Secara Langsung
Scene Aksi – Boxing Session
Pada skenario aksi, Sony A7 V dipasangkan dengan lensa FE 50–150mm F2 GM, kombinasi yang terasa sangat ideal untuk memotret subjek bergerak cepat dalam kondisi pencahayaan dramatis. Pengujian dilakukan pada ISO 100, dan sejak frame pertama, kualitas gambar langsung menunjukkan kelasnya.
Autofocus Real-time Recognition AF bekerja sangat agresif namun tetap halus. Kamera mampu mengunci subjek secara instan dan mempertahankan fokus pada wajah serta tubuh model meski gerakan pukulan berlangsung cepat dan tidak terduga. Transisi fokus terasa natural tanpa hunting, bahkan saat subjek bergerak maju-mundur di dalam frame.

Kecepatan readout sensor partially stacked benar-benar terasa. Tidak terlihat rolling shutter yang mengganggu, sehingga bentuk sarung tinju dan tangan tetap proporsional meski diabadikan pada momen impact. Detail tekstur—mulai dari lipatan sarung tinju, butiran keringat di kulit, hingga partikel asap yang tertangkap cahaya—terekam sangat tajam dan berlapis, menunjukkan kemampuan sensor dalam menangkap mikro-detail.
Dengan bukaan besar F2 dan focal length menengah-tele, separasi subjek dari latar belakang terlihat kuat. Bokeh tampil halus dan creamy, tanpa distraksi, memberikan dimensi visual yang dramatis. Dynamic range yang luas membuat area highlight dari lampu tetap terkontrol, sementara detail di area bayangan tetap terjaga, menghasilkan foto aksi yang kontras namun kaya informasi tonal.
Scene Wedding – Portrait dan Momen Romantis
Pada skenario wedding, karakter Sony A7 V berubah menjadi lebih lembut dan elegan. Masih menggunakan FE 50–150mm F2 GM di ISO 100, kamera menampilkan color science yang matang dan konsisten.
Tone warna kulit terlihat natural dengan gradasi halus, tanpa kesan over-processed. Detail kulit tertangkap dengan sangat baik—tekstur tetap terlihat, namun tampil bersih dan pleasing, sehingga cocok untuk kebutuhan portrait wedding yang mengutamakan estetika. Sistem Auto White Balance berbasis AI bekerja akurat dalam membaca pencahayaan, menghasilkan warna gaun, jas, dan dekorasi yang setia dengan kondisi aslinya.

Pada focal length tele, latar belakang dapat dikompresi dengan indah, menciptakan kesan intim dan eksklusif. Transisi antara area fokus dan out-of-focus terlihat mulus, dengan bokeh yang bulat dan lembut, memperkuat nuansa romantis dalam setiap frame.
Autofocus Eye AF pada manusia bekerja sangat presisi, bahkan saat kedua model saling berhadapan atau bergerak ringan. Fokus mata tetap terkunci dengan baik, memastikan ketajaman berada tepat di titik paling krusial dalam fotografi wedding.
Kesan Keseluruhan
Dalam dua skenario yang sangat berbeda. Aksi cepat dan portrait wedding Sony A7 V menunjukkan fleksibilitas tinggi sebagai kamera hybrid. Pada ISO 100, kualitas gambar terlihat sangat bersih dengan detail maksimal dan reproduksi warna yang meyakinkan. Dipadukan dengan FE 50–150mm F2 GM, kamera ini mampu menghadirkan foto aksi yang penuh energi sekaligus potret wedding yang lembut dan emosional, menegaskan posisinya sebagai kamera serba guna yang siap digunakan di berbagai medan pemotretan profesional.
Kemampuan Video Hybrid

Untuk kreator konten dan videografer, Sony A7 V menawarkan fleksibilitas tinggi dengan dukungan 7K oversampled 4K 60p (full-frame), 4K 120p (APS-C), serta full pixel readout tanpa pixel binning. Dynamic Active Mode membantu menjaga rekaman tetap stabil saat handheld, sementara Auto Framing berbasis AI memudahkan komposisi subjek.
Sony juga meningkatkan kualitas audio melalui sistem reduksi noise dan mikrofon internal yang kini terdengar lebih bersih dan natural.
Desain, Konektivitas, dan Daya Tahan
Sony A7 V dirancang untuk alur kerja modern dengan Wi-Fi 6E, dua port USB Type-C, serta layar multi-angle 4-axis yang menggabungkan mekanisme tilt dan vari-angle. Pegangan kamera didesain ulang agar lebih ergonomis dan nyaman untuk penggunaan jangka panjang.
Manajemen daya dan sistem pendinginan ditingkatkan untuk mendukung perekaman 4K berdurasi panjang. Baterainya diklaim mampu menghasilkan sekitar 630 jepretan (CIPA), dibantu fitur Monitor Low Bright untuk efisiensi daya.
Sebagai tambahan, Sony A7 V juga mendukung inisiatif lingkungan Road to Zero, dengan penggunaan energi terbarukan di fasilitas produksi dan kemasan berbahan ramah lingkungan.
Dari seluruh peningkatan yang dihadirkan, Sony A7 V terasa sebagai lompatan penting dalam evolusi lini Alpha 7. Integrasi AI yang semakin cerdas, performa kecepatan yang meningkat drastis, serta fleksibilitas video yang kian matang membuat kamera ini tampil sebagai paket hybrid yang lengkap. Tidak berlebihan jika Sony menyebut A7 V sebagai standar baru di kelas kamera serba guna. Dengan keseimbangan kuat antara kemampuan fotografi dan videografi, kamera ini berpotensi menjadi pilihan utama tidak hanya bagi fotografer profesional, tetapi juga kreator hybrid yang membutuhkan satu perangkat andal untuk berbagai kebutuhan produksi.
Sony Alpha 7 V dijadwalkan tersedia di Indonesia mulai akhir Desember 2025. Periode pre-order telah dibuka pada 5–21 Desember 2025, dengan bonus menarik berupa Sony Memory Card SF-M Tough 64GB, dua baterai Sony NP-FZ100, serta jaket eksklusif. Kamera mirrorless full-frame ini dibanderol dengan harga Rp43.499.000 untuk body only.













































