Poco F8 Basic Batal Masuk Indonesia, Apakah Tak Lolos TKDN?

10 hours ago 7

Selular.ID – Poco memastikan varian Poco F8 Basic tidak akan dipasarkan di Indonesia, meski seri tersebut telah diperkenalkan di sejumlah negara lain pada awal 2026.

Pasalnya, Poco hanya menghadirkan Poco F8 Pro dan Poco F8 Ultra saat peluncurannya di Indonesia, Rabu (4/2/2026) kemarin.

Keputusan ini diambil setelah perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan pasar, regulasi lokal, serta strategi portofolio produk Poco di Tanah Air.

Informasi tersebut terungkap dari penjelasan internal Poco yang menegaskan bahwa absennya Poco F8 Basic bukan disebabkan kendala teknis semata, melainkan pertimbangan bisnis dan diferensiasi produk.

Indonesia tetap menjadi pasar penting bagi Poco, namun tidak semua varian global otomatis masuk ke dalam daftar rilis nasional.

Langkah ini sekaligus menandai pendekatan selektif Poco dalam merilis perangkat, terutama di segmen menengah yang kini semakin kompetitif dan sensitif terhadap harga serta spesifikasi.

Fokus Strategi Poco di Pasar Indonesia

Poco dikenal sebagai merek yang menargetkan pengguna muda dengan karakter value for money, mengombinasikan performa tinggi dan harga agresif.

Namun, untuk pasar Indonesia, Poco menerapkan strategi yang lebih terfokus dibandingkan beberapa wilayah lain.

Dalam konteks seri Poco F8, perusahaan memilih untuk mengutamakan varian dengan spesifikasi lebih tinggi yang dinilai memiliki daya tarik lebih kuat bagi konsumen lokal.

Varian Basic dianggap berpotensi tumpang tindih dengan lini produk lain, baik dari Poco sendiri maupun dari induk mereknya, Xiaomi.

Indonesia memiliki struktur pasar yang unik. Konsumen cenderung membandingkan spesifikasi secara detail, terutama chipset, kamera, dan kapasitas baterai, sebelum memutuskan pembelian.

Produk dengan spesifikasi “tanggung” berisiko kehilangan daya saing meski dibanderol lebih murah.

Pertimbangan Regulasi dan Biaya Sertifikasi

Salah satu faktor krusial yang memengaruhi keputusan ini adalah kepatuhan terhadap regulasi lokal, khususnya aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan sertifikasi perangkat.

Setiap model smartphone yang masuk ke Indonesia harus melalui proses:

  • Sertifikasi TKDN dari Kementerian Perindustrian

  • Uji Postel oleh Kementerian Komunikasi dan Digital

  • Penyesuaian perangkat lunak dan jaringan sesuai standar operator lokal

Untuk varian seperti Poco F8 Basic, biaya sertifikasi dan penyesuaian tersebut dinilai kurang sebanding dengan potensi volume penjualan.

Dari perspektif bisnis, Poco perlu memastikan setiap produk yang dirilis mampu mencapai skala ekonomi yang efisien.

Baca juga:

Segmentasi Pasar yang Semakin Padat

Alasan lain Poco F8 Basic tak masuk Indonesia berkaitan dengan padatnya segmen smartphone kelas menengah-bawah.

Di rentang harga yang sama, konsumen Indonesia sudah dihadapkan pada banyak pilihan, mulai dari Redmi, Infinix, Realme, hingga merek pendatang baru.

Poco menilai bahwa kehadiran varian Basic justru bisa:

  • Mengaburkan positioning seri Poco F

  • Mengurangi diferensiasi dengan lini Poco X atau Poco M

  • Menyulitkan komunikasi nilai produk ke konsumen

Sebaliknya, Poco memilih memperkuat citra seri F sebagai lini performa tinggi, bukan sekadar alternatif murah.

Perbedaan Strategi Global dan Lokal

Di pasar global, Poco F8 Basic dirancang untuk negara dengan karakteristik berbeda, seperti:

  • Tingkat adopsi 5G yang belum merata

  • Sensitivitas harga yang sangat tinggi

  • Regulasi perangkat yang lebih longgar

Indonesia memiliki kombinasi tantangan yang berbeda. Selain regulasi, ekspektasi konsumen terhadap spesifikasi juga relatif tinggi, bahkan di kelas harga menengah.

Hal ini membuat strategi global Poco tidak selalu bisa diterapkan secara langsung di pasar Indonesia.

Pendekatan ini bukan hal baru. Beberapa merek global lain juga kerap menyaring varian produk sebelum masuk Indonesia, demi menjaga efisiensi dan reputasi merek.

Dampak bagi Konsumen Indonesia

Tidak hadirnya Poco F8 Basic tentu menimbulkan pertanyaan dari sebagian konsumen yang berharap opsi harga lebih terjangkau.

Namun, dari sudut pandang jangka panjang, strategi ini berpotensi memberikan beberapa dampak:

  • Konsumen mendapatkan pilihan produk yang lebih relevan

  • Risiko fragmentasi produk dapat ditekan

  • Dukungan purna jual dan pembaruan perangkat lunak menjadi lebih terfokus

Poco menegaskan bahwa absennya satu varian tidak berarti komitmen mereka terhadap pasar Indonesia berkurang.

Sebaliknya, perusahaan ingin memastikan setiap produk yang dirilis benar-benar sesuai dengan kebutuhan lokal.

Arah Portofolio Poco ke Depan

Keputusan tidak membawa Poco F8 Basic juga memberi gambaran tentang arah pengembangan portofolio Poco di Indonesia. Perusahaan diperkirakan akan:

  • Memperkuat seri F dan X sebagai tulang punggung

  • Menghindari terlalu banyak varian dengan spesifikasi beririsan

  • Lebih selektif dalam menyesuaikan produk global ke pasar lokal

Pendekatan ini sejalan dengan tren industri smartphone, di mana produsen mulai menekan jumlah model demi efisiensi rantai pasok dan konsistensi pengalaman pengguna.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |