Raja Media Sosial Bagi Gen Z, Bukan Instagram dan TikTok

5 hours ago 7

Selular.ID – Selama ini TikTok dan Instagram kerap dianggap sebagai aplikasi yang paling dicintai anak muda atau Generasi Z.

Namun, data terbaru menunjukkan gambaran yang berbeda.

Di Amerika Serikat, platform yang sebenarnya paling mendominasi dan menjadi andalan Gen Z justru adalah YouTube.

Hal ini terungkap dalam laporan lengkap terbaru dari lembaga penelitian terkemuka, Pew Research Center, yang memantau perilaku penggunaan teknologi dan media sosial.

Survei dilakukan terhadap remaja berusia 13 hingga 17 tahun, berlangsung pada 18 September hingga 10 Oktober 2024, dan menjadi acuan utama memahami tren digital generasi muda saat ini.

Sekitar 90 persen atau setara 9 dari 10 remaja AS mengaku pernah menggunakan YouTube.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Angka ini memang sedikit turun dibandingkan survei tahun 2022 yang mencapai 95 persen, tetapi tetap menjadikannya platform dengan jangkauan terluas, jauh melampaui layanan lainnya.

Tingkat ketergantungan pun tertinggi ada di YouTube.

Sebanyak 73 persen remaja mengaksesnya setiap hari, dan yang lebih mencengangkan, 15 persen mengaku menggunakannya secara konsisten atau hampir sepanjang waktu saat terhubung ke internet.

YouTube dianggap mampu memenuhi berbagai kebutuhan-mulai hiburan, belajar, hingga informasi-melalui konten panjang maupun pendek lewat fitur Shorts-nya.

Baca juga:

Berikut perincian lengkap tingkat penggunaan berbagai platform oleh remaja AS tahun 2024, dibandingkan data dua tahun sebelumnya:

Meskipun menjadi sorotan utama di seluruh dunia, TikTok dan Instagram ternyata hanya digunakan oleh sekitar 6 dari 10 remaja AS, tepatnya 63 persen untuk TikTok dan 62 persen untuk Instagram.

Angka ini sedikit menurun dibanding tahun 2022 (masing-masing 67 persen dan 64 persen).

Menariknya, TikTok justru mencatatkan tingkat penggunaan konstan sedikit lebih tinggi dibanding YouTube, yaitu 16 persen, menandakan konten pendeknya sangat adiktif bagi sebagian pengguna, namun secara keseluruhan jumlah penggunanya masih kalah jauh.

Sementara Snapchat tetap bertahan kuat di posisi keempat dengan 55 persen pengguna, dan menjadi pilihan utama untuk berbagi pesan dan momen sehari-hari yang bersifat sementara.

Facebook dan X Makin Ditinggal

Perubahan paling drastis terlihat pada platform yang sudah berumur lebih tua.

Facebook mengalami penurunan luar biasa besar dalam 10 tahun terakhir: dari 71 persen pengguna remaja pada tahun 2014-2015, kini hanya tersisa 32 persen.

Artinya, lebih dari separuh anak muda sudah meninggalkan platform ini. Penggunaannya pun sangat jarang, hanya 20 persen yang membukanya setiap hari.

Nasib serupa dialami X (dahulu Twitter). Sepuluh tahun lalu, 33 persen remaja masih menggunakannya, kini angka itu merosot tajam menjadi tinggal 17 persen.

Penurunan ini semakin terasa drastis sejak perubahan kepemilikan dan perubahan kebijakan yang dilakukan sejak akhir 2022.

Angka pemakaiannya turun dari 23 persen menjadi 17 persen hanya dalam dua tahun.

Di luar nama besar di atas, ada pergerakan menarik lainnya:

  • WhatsApp: Justru mengalami kenaikan, dari 17 persen menjadi 23 persen dalam dua tahun. Meskipun sangat populer di Indonesia dan dunia, di AS ia lebih sering dipakai untuk komunikasi tertutup antar kelompok, bukan untuk konten publik.
  • Reddit: Stabil di angka 14 persen, menjadi tempat favorit bagi mereka yang mencari diskusi mendalam dan komunitas khusus, meski bukan untuk berbagi momen pribadi.
  • Threads: Aplikasi baru buatan Meta yang diluncurkan pertengahan 2023 ini belum banyak menarik perhatian Gen Z. Hanya 6 persen yang menggunakannya, menunjukkan sulitnya menyaingi posisi X atau bahkan membangun basis pengguna baru di kalangan remaja.

Alasan YouTube Nomor Satu

Analis Pew menyebutkan alasan utamanya adalah fleksibilitas konten.

Berbeda TikTok yang fokus video pendek atau Instagram pada gambar dan cerita, YouTube memiliki segalanya: video pendek, tutorial panjang, vlog, musik, hingga film.

Gen Z di AS melihatnya bukan sekadar media sosial, melainkan sumber informasi dan hiburan utama, bahkan sering berfungsi sebagai “mesin pencari kedua” selain Google.

Tren ini juga menunjukkan bahwa definisi “media sosial” bagi anak muda kini bergeser.

Mereka tidak hanya mencari tempat memposting foto diri, tapi platform yang menyediakan beragam konten sesuai suasana hati dan kebutuhan belajar mereka.

Sementara itu, platform lama seperti Facebook dan X makin dianggap tidak relevan dengan gaya hidup dan nilai-nilai yang mereka inginkan.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |