Telkomsel Bangun Bisnis Berkelanjutan Lewat Tiga Pilar Utama: Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi

6 hours ago 6

Techdaily.id – Perubahan iklim dan dinamika industri digital menuntut pelaku usaha untuk tidak sekadar mengejar profit, tetapi juga kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Menjawab tantangan global ini, Telkomsel mempertegas komitmennya dalam menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang bermakna lewat integrasi bisnis berkelanjutan (sustainability). Langkah strategis ini menjadi perwujudan konkret dari semangat perusahaan untuk selalu Melayani Sepenuh Hati sekaligus memberdayakan generasi masa depan.

Komitmen ini mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah. Komisaris Utama Telkomsel sekaligus Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz F.M. Hendropriyono menyatakan “Perubahan iklim adalah tantangan nyata yang dampaknya sudah dan akan semakin dirasakan. Dunia usaha perlu mengambil peran lebih besar untuk mendorong praktik yang lebih hijau dan berkelanjutan. Saya mengapresiasi Telkomsel yang, meskipun tidak berada di sektor ekstraktif, tetap menunjukkan kepedulian nyata terhadap keberlanjutan. Perusahaan yang menjaga keberlanjutan akan semakin dipercaya dan memiliki nilai lebih di mata masyarakat, terutama bagi generasi masa depan.”

Sebagai market leader di sektor telekomunikasi digital, mereka memandang bahwa keberhasilan bisnis tidak boleh terpisah dari kesejahteraan ekosistem di sekitarnya. Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengungkapkan “Telkomsel meyakini bahwa perusahaan tidak mungkin maju sendirian tanpa lingkungan dan masyarakat di sekitarnya ikut berkembang. Sebesar apa pun pertumbuhan yang kita capai, semuanya akan kehilangan makna jika lingkungan tidak terjaga dan kualitas hidup masyarakat ikut menurun. Kami telah dan akan terus berinovasi dan berkembang agar kontribusi keberlanjutan Telkomsel semakin terasa, baik dari sisi jangkauan maupun kualitas dampaknya.”

Untuk memastikan program keberlanjutan ini berjalan secara terukur dan berdampak luas, Telkomsel mengimplementasikannya ke dalam tiga pilar fokus operasional: Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi.

1. Jaga Cita: Pemberdayaan Talenta dan Pemerataan Ekonomi Digital

Melalui pilar Jaga Cita, Telkomsel fokus membuka akses digital yang inklusif guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sepanjang tahun 2025, kontribusi nyata Telkomsel di sektor ini meliputi:

  • Infrastruktur Terdepan: Melayani 156,1 juta pelanggan mobile dan 10,3 juta pelanggan IndiHome B2C. Operasional ini ditopang oleh lebih dari 293 ribu BTS di seluruh penjuru Indonesia, termasuk menjangkau lebih dari 360 desa blank spot.
  • Pengembangan Komunitas: Secara aktif membina sekitar 90 ribu pelajar, pelaku UMKM, komunitas, hingga talenta muda lewat aneka program sosial berbasis digital.
  • Peningkatan Kapasitas Internal: Menguatkan keahlian kritikal tenaga kerja perusahaan di berbagai lini operasional, terutama pada bidang Artificial Intelligence (AI), cybersecurity, dan data science.

2. Jaga Data: Penguatan Sistem Keamanan Perlindungan Data Pelanggan

Kepercayaan pelanggan merupakan fondasi utama bisnis ini. Melalui pilar Jaga Data, perusahaan menjamin layanan yang aman, andal, dan bertanggung jawab dengan mengadopsi standar internasional. Tata kelola perlindungan data dan keamanan siber di Telkomsel kini diperkuat oleh sertifikasi sistem manajemen informasi ISO 27001, ISO 27701, dan ISO 25010.

Baca Juga: Siap-Siap! Telkomsel dan TVRI Kasih Akses Nonton Piala Dunia 2026 Lewat layanan Bola Gembira MAXStream TV

3. Jaga Bumi: Dekarbonisasi dan Mitigasi Dampak Perubahan Iklim

Guna menekan jejak karbon (carbon footprint), pilar Jaga Bumi menerapkan prinsip ramah lingkungan langsung pada operasional inti perusahaan. Pencapaian konkret hingga tahun 2025 mencakup:

  • Energi Bersih: Sebanyak 361 BTS Telkomsel telah memanfaatkan energi terbarukan yang bersumber dari solar panel dan mikrohidro.
  • Manajemen Sampah: 100% limbah elektronik telah dikelola secara bertanggung jawab lewat skema recycle (daur ulang), reuse (guna ulang), atau refurbish (perbaikan). Selain itu, 100% kemasan kartu SIM kini menggunakan material kertas ramah lingkungan.
  • Restorasi Alam & Ketahanan Aset: Menanam lebih dari 12 ribu pohon mangrove sebagai bagian dari upaya carbon offsetting. Telkomsel juga memitigasi risiko perubahan iklim dengan memperkuat ketahanan aset fisik penunjang layanan, seperti BTS, TTC, hingga gedung operasional.

Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, menutup dengan menyatakan “Perjalanan menuju bisnis berkelanjutan hanya bisa dijalankan melalui kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan. Telkomsel ingin terus mendorong kolaborasi agar kita bisa bergerak bersama menciptakan dampak nyata bagi Indonesia. Kami berharap dapat menjadi teladan, katalis, dan sumber inspirasi dalam menjaga bumi, membangun generasi masa depan yang lebih berkelanjutan.”

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, inisiatif sustainability Telkomsel diintegrasikan secara terkonsolidasi dengan strategi GoZero Telkom Group. Langkah strategis ini merupakan kontribusi aktif perusahaan dalam mendukung target ambisius pengurangan emisi menuju Net Zero 2060 yang dicanangkan oleh Telkom Group.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih mendalam mengenai ragam inisiatif dan laporan hijau perusahaan, seluruh informasi dapat diakses secara transparan melalui laman resmi di telkomsel.com/about-us/sustainability.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |