Tidur Terpotong Sahur? Rahasia Tetap Fresh Seharian dengan Sleep Coach di Garmin Venu X1

16 hours ago 9

TechDaily.id – Tantangan selama bulan suci Ramadan bukan hanya mengatur pola makan tapi juga tidur. Banyak umat muslim yang mungkin merasa ini sesuatu yang sulit. Anda bisa menggunakan fitur Sleep Coach di Garmin Venu X1.

Memasuki bulan suci Ramadan, tantangan terbesar bagi banyak umat Muslim selain menahan lapar adalah mengatur pola tidur. 

Bangun untuk Sahur di dini hari sering kali membuat kita merasa memiliki “utang tidur” (sleep debt), yang berujung pada rasa lemas, sulit fokus, hingga emosi yang tidak stabil di siang hari.

Namun, Ramadan tahun ini bisa menjadi berbeda. Fokusnya bukan lagi mengejar kuantitas tidur 8 jam yang sulit dicapai, melainkan melakukan revolusi kualitas tidur dengan bantuan teknologi pintar.

Masalah Klasik: Kualitas vs Kuantitas Saat Puasa

Selama bulan Ramadan, ritme sirkadian tubuh mengalami ‘kebingungan’ dimana ada bentrokan antara jam istirahat dan jam makan – istilah ini dikenal dengan nama Circadian Misalignment.

Menurut Vishal Dasani Certified Sleep and Recovery Coach, perubahan jam tidur itulah yang bisa mengganggu stabilitas emosi dan fokus. Oleh karena itu, kita tetap harus menjaga kualitas tidur kita.

“Ramadan membuat ritme sirkadian kita mengalami sedikit penyesuaian. Perubahan jam tidur bisa mengganggu stabilitas emosi dan fokus kita seharian. Kuncinya bukan seberapa lama kita tidur, tapi seberapa berkualitas istirahat tersebut tapi seberapa berkualitas istirahat tersebut,” ujar Vishal.

Suka atau tidak, banyak studi melaporkan bahwa selama bulan Ramadan, durasi tidur terpangkas secara signifikan.

Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana caranya, meskipun tidur kita terpangkas, kita masih bisa mengoptimalkan kualitas pemulihanya.

Solusi Cerdas: Garmin Venu X1 sebagai “Asisten Tidur” Pribadi

Banyak orang enggan memakai jam tangan saat tidur karena terasa mengganjal. Namun, Garmin Venu X1 hadir sebagai pendobrak. Dengan desain tipis dan ringan yang hanya setebal 7.9mm dan 34gram dan material Titanium, kamu bahkan akan lupa sedang mengenakannya.

Kenyamanan fisik inilah yang memastikan data Advanced Sleep Monitoring yang dihasilkan menjadi sangat akurat. Berikut adalah bagaimana Garmin Venu X1 membantu Anda selama Ramadan:

1. Fitur Sleep Coach: Berapa Banyak Tidur yang Sebenarnya Anda Butuhkan?

Jika jam tidur malam kamu terpotong karena Sahur dan salat Tahajud, fitur Sleep Coach pada Garmin Venu X1 akan menganalisis kebutuhan tidur malam kamu berdasarkan pada aktivitas yang kamu lakukan seharian termasuk jika kamu sempat melakukan power nap. Fitur ini secara otomatis akan menyarankan berapa banyak tambahan istirahat yang kamu butuhkan untuk mencapai energi optimal di hari berikutnya.

2. Nap Detection: Kekuatan “Tidur Siang Cantik”

Pernahkah Anda merasa bangun tidur siang justru merasa lebih pusing? Itu karena durasinya terlalu panjang. Fitur Nap pada Garmin Venu X1 memungkinkan kamu mendapatkan power nap dengan alarm timer. Kamu bisa set timer ke 20 menit dan Garmin Venu X1 akan otomatis merubah settingan menjadi Sleep Mode. Alarm jam akan bergetar membangunkanmu setelah 20 menit dan kamu akan mendapat notifikasi bahwa Body Battery bertambah dan kamu bangun dengan segar. 

3. Tips Tidur Berkualitas Saat Puasa dengan Garmin Venu X1

– Pantau HRV (Heart Rate Variability): Lihat bagaimana tubuh kamu merespons perubahan pola makan dan tidur. Jika volatilitas HRV kamu masih dalam range baseline tidak perlu khawatir, artinya badanmu sedang menyesuaikan jam biologis selama Ramadhan.

– Cek Morning dan Evening Report: Setiap bangun sahur, cek ringkasan tidurmu semalam dan cocokkan dengan menu nutrisi seimbang yang kamu butuhkan untuk seharian berpuasa dan menu olahraga harian – bisa saja kamu malah disuruh rest. Setelah berbuka, kembali cek Evening Report untuk mendapatkan insight agar tidur malam kamu berkualitas.

– Cek metriks tidur yang lain selain skor dan durasi. Keduanya bukan patokan utama dalam hal tidur berkualitas. Metriks seperti: Variasi Pernapasan, Restless Moments dan Stres. Ketika tubuhmu terlalu lelah, ketiganya akan melonjak yang menandakan tidurmu telah terkompromi. Artinya, tidur malam kamu gelisah dan kerap terbangun karena tubuh berada dalam kondisi stres fisik, yang memicu peningkatan kortisol yang mengganggu tidur.

Mari Berinteraksi: Apa Kebiasaan Tidur kamu?

Kita semua punya cara berbeda untuk bertahan hingga waktu berbuka dengan polling kebiasan Ramadan kamu.  Yuk, bagikan kebiasaanmu!

  • Tim Tidur Lagi Habis Sahur: Tidur sebentar sampai mendekati waktu dhuha.
  • Tim Bablas Sampai Pagi: Langsung gas aktivitas setelah Subuh!
  • Tim begadang sampai Sahur, terus baru tidur sampai siang (Shiftworker sukarelawan)

Sleep Score Showdown! Punya Garmin di pergelangan tangan? Coba cek aplikasi Garmin Connect kamu pagi ini. Berapa skor tertinggi yang pernah kamu dapatkan? Capture dan bagikan di kolom komentar atau tag kami di Instagram! Apakah skor kamu tetap tinggi setelah menjalani puasa?

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |