Top 5 India: Smartphone Premium Meroket

13 hours ago 13

Selular.ID – Counterpoint Research, firma analis pasar teknologi yang berbasis di London, mencatat bahwa lebih dari satu dari setiap lima smartphone yang dikirimkan ke India sepanjang 2025 masuk dalam segmen premium, yakni perangkat dengan harga jual di atas ₹30.000 (di atas Rp5,5 juta), mencerminkan pergeseran struktur permintaan konsumen di pasar ponsel pintar terbesar kedua di dunia.

Data ini menjadi bagian dari laporan Monthly India Smartphone Tracker 2025 yang dirilis pada awal Februari 2026.

Menurut laporan tersebut, segmen premium menyumbang pangsa sebesar 22 persen dari total pengiriman ponsel cerdas di India sepanjang 2025, level tertinggi yang pernah dicatat hingga kini.

Tren ini terjadi bersamaan dengan pertumbuhan nilai pasar yang lebih kuat dibandingkan volume unit, serta ekspansi pangsa pasar flagship oleh sejumlah merek global.

Laporan Counterpoint menyebutkan bahwa total pengiriman smartphone di India tumbuh sekitar 1 persen secara tahunan (YoY) berdasarkan jumlah unit yang dikirim, sementara nilai pasar meningkat sekitar 8 persen YoY pada periode yang sama.

Pertumbuhan nilai yang lebih tinggi dibanding volume unit menunjukkan preferensi konsumen yang bergeser menuju perangkat dengan harga lebih tinggi atau berfitur lengkap.

Tarun Pathak, Research Director di Counterpoint Research, menyatakan bahwa pertumbuhan segmen premium dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang relatif stabil di India sepanjang 2025, termasuk permintaan domestik yang kuat, inflasi terkontrol, serta penurunan repo rate yang membuat opsi pembiayaan konsumen menjadi lebih menarik.

Kondisi tersebut mendorong pembeli untuk mempertimbangkan perangkat kelas atas dengan fitur kamera canggih dan pengalaman flagship.

Laporan juga menunjukkan dinamika peta persaingan antar merek. Apple Inc., produsen iPhone asal Amerika Serikat, mencatat pangsa nilai tertinggi sepanjang sejarahnya di India, mencapai sekitar 28 persen, yang sebagian besar ditopang oleh penjualan iPhone 16 sebagai model teratas pengiriman tahunan pada 2025. Hal ini mencerminkan kemampuan Apple untuk memonetisasi segmen premium secara efektif di pasar India.

Sementara itu, merek asal Cina seperti vivo (tanpa iQOO) memimpin pasar India dalam hal volume unit dengan pangsa sekitar 20 persen, disokong oleh strategi produk yang mencakup model kelas menengah hingga premium. Samsung Electronics, raksasa teknologi asal Korea Selatan, menempati posisi kedua dalam volume pengiriman, dengan kinerja kuat di segmen lipat (foldable) dan mainstream.

Aktivitas pemasaran serta struktur portofolio turut memengaruhi pengiriman perangkat di segmen premium. vivo memanfaatkan dual approach yang menggabungkan model mass-market dan seri X yang fokus pada pengalaman kamera serta kemitraan dengan ZEISS, memicu pertumbuhan signifikan di lini X200 FE. Samsung juga memantapkan posisi seri Galaxy S sebagai kontributor utama dalam penetrasi perangkat premium.

Menurut laporan Counterpoint, pangsa smartphone premium terus meningkat tidak hanya karena kenaikan harga perangkat tetapi juga karena perluasan saluran pembiayaan (financing). Sekitar dua pertiga dari perangkat dalam segmen di atas ₹30.000 dibeli melalui opsi pembiayaan, menurunkan hambatan pembelian sekaligus memperluas akses bagi konsumen di luar kawasan urban utama.

Walaupun volume keseluruhan unit relatif stagnan, beberapa OEM (Original Equipment Manufacturer) terkemuka menunjukkan dinamika berbeda. Misalnya, Motorola mencatat pertumbuhan volume tertinggi di antara merek utama pada 2025, sementara sub-merek CMF mengalami ekspansi pangsa yang besar, menunjukkan segmentasi yang lebih tajam di pasar yang heterogen.

Dari sisi nilai teknologi, permintaan perangkat premium juga dipengaruhi tren konsumen untuk fitur kelas atas, termasuk kemampuan pemrosesan yang lebih tinggi, kamera dengan flagship grade, serta antarmuka sistem operasi yang lebih halus. Tren ini mencerminkan pergeseran preferensi dari pembelian ponsel murah menuju perangkat yang menjanjikan pengalaman digital lebih lengkap.

Laporan Counterpoint juga mencatat tantangan yang masih membayangi pasar India di awal 2026, seperti potensi penurunan volume pengiriman akibat kenaikan biaya komponen seperti memori dan tekanan harga pada segmen entry-level. Proyeksi tersebut menandakan bahwa sementara pertumbuhan nilai pasar tetap positif, dinamika permintaan segmen bawah dapat mengalami tekanan seiring fluktuasi biaya industri.

Tren premiumisasi ini terjadi paralel dengan perubahan landscape industri global, di mana segmen perangkat kelas atas menjadi kunci pertumbuhan nilai di pasar yang volume unit-nya relatif jenuh. Pergeseran tersebut memiliki implikasi penting bagi strategi produsen perangkat dan retailer di India, yang mungkin perlu menyesuaikan portofolio produk dan opsi pembiayaan sesuai dengan preferensi konsumen yang terus berkembang.

Baca Juga: Top 5 Vendor Smartphone Dunia 2025: Pengiriman Naik 2,3% di Kuartal ke-4

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |