Selular.ID – Amazon meminta izin kepada regulator Amerika Serikat untuk meluncurkan hingga 5.105 satelit.
Jaringan itu disiapkan agar ponsel dan perangkat lain dapat terhubung langsung ke satelit ketika menara seluler tidak tersedia.
Anadolu Agency dikutip Rabu, 29 Juli, melaporkan, permohonan tersebut diajukan kepada Komisi Komunikasi Federal AS atau FCC.
Amazon berencana menggabungkan infrastrukturnya dengan satelit dan spektrum frekuensi nirkabel milik Globalstar.
Baca juga:
- China Bangun Satelit Pemantau Bencana Asia Termasuk Indonesia
- Amazon Bantah Rumor Garap Smartphone AI
Amazon pada April mengumumkan rencana mengakuisisi Globalstar dalam transaksi sekitar US$11,6 miliar. Kesepakatan itu diperkirakan selesai pada 2027.
Pembangunan jaringan langsung ke perangkat dijadwalkan mulai pada 2028.
Teknologi langsung ke perangkat memungkinkan ponsel dan perangkat lain tersambung langsung ke satelit ketika menara seluler biasa tidak tersedia.
Amazon mengatakan layanan itu ditujukan bagi orang yang tinggal, bepergian, atau bekerja di wilayah yang belum terjangkau atau masih minim layanan jaringan nirkabel.
Jaringan tersebut juga dapat mendukung operasi darurat serta pencarian dan penyelamatan.
Layanan ini juga bisa digunakan di lokasi kerja terpencil, armada kendaraan, dan rantai pasok yang sulit terhubung melalui jaringan darat.
Memang Untuk Saingi Starlink
Secara terpisah, Amazon terus memperluas jaringan internet satelit orbit Bumi rendah yang dirancang untuk bersaing dengan Starlink milik SpaceX.
Perusahaan teknologi itu telah menempatkan lebih dari 390 satelit ke orbit.
Amazon menyatakan layanan internet pita lebar tahap awal diperkirakan mulai tersedia pada akhir tahun ini.
FCC mewajibkan Amazon menempatkan konstelasi generasi pertama yang terdiri atas 3.232 satelit paling lambat Juli 2029.
Regulator itu sebelumnya membebaskan perusahaan dari tenggat sementara yang mewajibkan peluncuran 1.600 satelit paling lambat 30 Juli.
Jaringan langsung ke perangkat milik Amazon juga akan bersaing dengan Starlink Mobile.
Layanan SpaceX tersebut menyediakan koneksi langsung ke jaringan seluler di Amerika Serikat melalui kerja sama dengan T-Mobile.


















































