Bank Mandiri Perkuat Konservasi Mangrove Lewat Livin’ Planet

10 hours ago 6

Selular.ID – Bank Mandiri memperkuat komitmennya terhadap pelestarian ekosistem karbon biru melalui fitur Livin’ Planet di aplikasi Livin’ by Mandiri dalam momentum Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap 26 Juli.

Melalui fitur tersebut, jejak karbon nasabah ritel dikonversi menjadi kontribusi penanaman pohon, terutama mangrove, dengan perhitungan serapan emisi yang mengacu pada metodologi Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) serta dipantau bersama mitra konservasi.

Inisiatif ini menjadi bagian dari dukungan Bank Mandiri terhadap agenda rehabilitasi mangrove nasional yang tengah didorong pemerintah.

Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2025, Indonesia memiliki sekitar 3,45 juta hektare kawasan mangrove atau sekitar 20 persen dari total ekosistem mangrove dunia. Namun, sepanjang periode 1980–2025, luas mangrove nasional berkurang sekitar 1,3 juta hektare akibat alih fungsi lahan, abrasi, dan degradasi lingkungan.

Senior Vice President ESG Group Bank Mandiri, Monica Yoanita Octavia, mengatakan perusahaan berupaya memastikan setiap kontribusi nasabah tidak berhenti pada proses penanaman, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan melalui pemantauan pertumbuhan pohon dan penghitungan serapan karbon berdasarkan standar ilmiah yang berlaku.

Melalui Livin’ Planet, Bank Mandiri mengintegrasikan layanan digital dengan program keberlanjutan.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Nasabah dapat berpartisipasi dalam aksi lingkungan secara langsung melalui aplikasi, sementara perkembangan pohon yang ditanam dipantau bersama mitra konservasi dan dilaporkan kembali kepada para kontributor.

Monica menjelaskan bahwa pendekatan tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menekankan pentingnya rehabilitasi mangrove secara bertahap, terukur, berbasis masyarakat, dan berkelanjutan.

“Pemerintah menegaskan bahwa pemulihan mangrove harus dilakukan secara terukur dan ilmiah. Sejalan dengan itu, Bank Mandiri memastikan setiap kontribusi penanaman nasabah tercatat dan serapan emisinya dihitung sesuai dengan metodologi yang berlaku. Bagi kami, akuntabilitas merupakan bagian dari cara Bank Mandiri menjalankan komitmen keberlanjutan,” ujar Monica Yoanita Octavia.

Pendekatan berbasis data tersebut dinilai penting karena manfaat lingkungan dari penanaman mangrove baru dapat dihitung ketika tanaman berhasil tumbuh dan kapasitas penyerap karbonnya dapat diverifikasi.

Dengan kata lain, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari tingkat kelangsungan hidup tanaman dan validitas pengukuran emisi yang berhasil diserap.

Hingga 22 Juli 2026, kontribusi nasabah melalui Livin’ Planet telah mendukung penanaman sekitar 2.697 batang pohon dengan total potensi serapan emisi mencapai 64,29 ton CO2e. Dari jumlah tersebut, mangrove menjadi penyumbang terbesar terhadap total serapan karbon.

Bank Mandiri mencatat sekitar 2.309 batang bakau merah telah ditanam melalui program tersebut dengan estimasi serapan emisi sebesar 40,26 ton CO2e, atau sekitar 63 persen dari total serapan karbon program penanaman nasabah.

Bakau merah dipilih karena memiliki fungsi ganda, yakni membantu melindungi garis pantai dari abrasi sekaligus menjadi penyerap karbon yang efektif di kawasan pesisir.

Sebagai ilustrasi, nilai serapan karbon tersebut setara dengan emisi perjalanan mobil sejauh lebih dari 244.000 kilometer atau konsumsi listrik rumah tangga sekitar 73.897 kWh.

Selain mangrove, program Livin’ Planet juga mendukung penanaman sekitar 387 batang pohon produktif, yang terdiri atas alpukat dan aren.

Kedua jenis tanaman tersebut dipilih karena selain berkontribusi terhadap penyerapan karbon sebesar 24,02 ton CO2e, juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat melalui hasil panen buah alpukat maupun produksi gula aren.

Program ini menjadi bagian dari strategi keberlanjutan Bank Mandiri yang dijalankan melalui berbagai aspek bisnis dan operasional.

Di bidang lingkungan, perseroan secara rutin melaksanakan kegiatan penanaman mangrove bersama komunitas, termasuk dalam penyelenggaraan Mandiri Bintan Marathon dan Mandiri Looping for Life.

Komitmen tersebut juga tercermin pada sisi pembiayaan. Hingga Juni 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai sekitar Rp327,3 triliun, meningkat 7,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, pembiayaan hijau tercatat sebesar Rp172,8 triliun, mencerminkan fokus perusahaan dalam mendukung proyek dan aktivitas yang berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.

Sementara pada operasional internal, Bank Mandiri terus menjalankan berbagai inisiatif untuk menurunkan emisi karbon, antara lain melalui pemanfaatan kendaraan listrik dan hybrid, optimalisasi konsep green building, pemasangan panel surya, serta sejumlah program efisiensi energi lainnya.

Menurut Monica, seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang perusahaan, bukan sekadar program tanggung jawab sosial perusahaan yang berdiri sendiri.

“Bagi Bank Mandiri, keberlanjutan merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang, bukan inisiatif terpisah. Target Net Zero Emission in Operation pada 2030 dan Net Zero Emission in Financing pada 2060 atau lebih cepat menjadi acuan dalam keputusan operasional dan bisnis,” jelasnya.

Melalui integrasi layanan digital seperti Livin’ Planet dengan agenda keberlanjutan, Bank Mandiri berupaya memperluas partisipasi nasabah dalam aksi lingkungan sekaligus mendukung target nasional menuju ekonomi rendah karbon.

Pendekatan tersebut juga memperlihatkan bagaimana layanan perbankan digital dapat dimanfaatkan untuk menghubungkan aktivitas transaksi sehari-hari dengan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan, khususnya rehabilitasi ekosistem mangrove yang memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim.

Baca Juga: Jelang HUT ke-28, Bank Mandiri Perluas Livin’ Berbagi untuk Pekerja Rentan

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |