Selular.ID – Bank Mandiri melalui siaran pers resmi pada 10 Februari 2026 mengumumkan pencapaian penyaluran bantuan sosial (bansos) secara luas sepanjang 2025, yakni senilai Rp 15,1 triliun kepada lebih dari 7,45 juta penerima manfaat di seluruh wilayah Indonesia.
Penyaluran ini dilakukan dalam rangka mendukung program perlindungan sosial pemerintah sekaligus memperkuat ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan menjangkau lapisan masyarakat luas.
Bansos yang disalurkan mencakup dua skema utama yakni Program Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH), yang merupakan instrumen penting kebijakan sosial pemerintah untuk menjaga daya beli rumah tangga miskin dan rentan.
Distribusi bantuan dilakukan secara periodik sepanjang tahun 2025 melalui mekanisme yang terintegrasi antara pemerintah dan lembaga perbankan, termasuk Bank Mandiri sebagai mitra strategis.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan bahwa peran bank dalam sistem penyaluran bansos bertujuan memperkuat ketepatan sasaran sehingga bantuan sosial dapat tersalurkan kepada keluarga prasejahtera dengan akurat dan efisien.
Riduan mengatakan proses pendataan, verifikasi, maupun distribusi dilakukan secara reguler dan terkoordinasi dengan kementerian serta pemangku kepentingan terkait untuk menghindari duplikasi data serta memastikan ketepatan penerima manfaat.
Menurut keterangan resmi Bank Mandiri, penyaluran bansos juga menjadi bagian dari peran bank dalam menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga rentan serta meningkatkan akses ke layanan keuangan formal.
Sistem penyaluran yang terhubung dengan jaringan perbankan dan digital banking memastikan dana bantuan sosial dapat diterima tepat waktu oleh keluarga penerima manfaat di berbagai daerah.
Penyaluran bantuan sosial oleh Bank Mandiri menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendukung kesejahteraan sosial dan ekonomi nasional, termasuk mendorong peningkatan inklusi keuangan di segmen masyarakat yang belum sepenuhnya terlayani oleh layanan perbankan.
Bank Mandiri menyebutnya sebagai kontribusi nyata untuk memperluas akses finansial sembari mendukung pemulihan ekonomi berbasis kerakyatan.
Data yang dirilis dari siaran pers menyebutkan bahwa penyaluran bansos dilakukan melalui sistem terintegrasi yang melibatkan pendataan penerima serta mekanisme penyaluran yang efisien.
Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi beban administrasi bagi penerima sekaligus memberikan keterhubungan yang lebih baik antara program pemerintah dan layanan finansial modern yang disediakan oleh institusi perbankan.
Menjalankan peran sebagai partner bagi pemerintah dalam penyaluran bansos juga mempertegas posisi Bank Mandiri sebagai lembaga keuangan yang berkontribusi pada stabilitas sosial dan ekonomi nasional.
Selain fokus terhadap layanan konvensional seperti penyaluran kredit dan pengembangan produk digital, keterlibatan dalam distribusi bantuan sosial mencerminkan tindak lanjut dari strategi inklusi keuangan yang lebih luas.
Sepanjang 2025, Bank Mandiri juga aktif terlibat dalam berbagai program pemerintah lain serta inisiatif internal yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan inklusi digital.
Misalnya, bank turut memperkuat layanan pembayaran tunai dan digital banking melalui platform seperti Livin’ by Mandiri, serta ikut serta dalam kegiatan sosial yang menjangkau pelaku usaha mikro dan komunitas lokal.
Penyaluran bansos Bank Mandiri sepanjang 2025 ini memperlihatkan kontribusi lembaga perbankan dalam mendukung program perlindungan sosial sekaligus memperluas inklusi keuangan di masyarakat.
Strategi ini diposisikan sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan bank untuk menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan ekonomi rakyat sekaligus memperkuat kapasitas sistem keuangan nasional.
Baca Juga: Melalui Super App Livin’ by Mandiri, Bank Mandiri Sasar Gen Z














































