Cloudera Klaim Cetak Kinerja Terbaik FY26, Perkuat Strategi Data Hybrid dan AI

17 hours ago 10

Selular.ID – Cloudera mengumumkan pencapaian tahun fiskal terbaik sepanjang sejarah perusahaan, seiring dimulainya tahun fiskal 2027 (FY27).

Pengumuman tersebut disampaikan bertepatan dengan penyelenggaraan ajang Sales Kick Off tahunan Cloudera bertajuk ELEVATE27, yang berfokus pada strategi membangun, mengoperasikan, meningkatkan skala, dan menerapkan tata kelola kecerdasan buatan (AI) secara menyeluruh di lingkungan data hybrid.

Dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (13/2/2026), Cloudera menegaskan posisinya sebagai perusahaan yang menyediakan platform data dan AI hybrid untuk mendukung implementasi AI di berbagai lingkungan, termasuk cloud, pusat data, hingga edge. Perusahaan menyebut momentum pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pelanggan baru, perluasan kemitraan global, serta inovasi produk yang berkelanjutan.

Charles Sansbury, CEO Cloudera, menyatakan bahwa FY26 menjadi periode penting bagi perusahaan dalam memperkuat portofolio teknologi data dan AI.

“Kami mencatatkan kinerja kuat sepanjang sejarah, memperluas ekosistem kami, dan terus berinovasi di semua platform, sembari tetap setia pada misi kami untuk menjalankan AI di mana pun data berada,” ujar Sansbury.

Cloudera menyampaikan bahwa meningkatnya kebutuhan perusahaan global terhadap platform AI yang aman dan fleksibel menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan.

Dalam konteks industri, tren hybrid cloud dan kebutuhan tata kelola data yang lebih ketat semakin relevan, terutama bagi sektor yang beroperasi di bawah regulasi ketat seperti perbankan, kesehatan, dan pemerintahan.

Pada FY26, Cloudera menutup kuartal keempat sebagai periode terkuat dalam sejarah perusahaan. Cloudera melaporkan ekspansi bisnis sebesar 50% year-over-year, pertumbuhan annual recurring revenue (ARR) yang solid, serta pertumbuhan lebih dari 100% pelanggan baru pada kuartal keempat di seluruh wilayah.

Perusahaan menilai capaian tersebut mencerminkan permintaan yang meningkat dari kalangan enterprise terhadap platform data dan AI yang dapat beroperasi lintas infrastruktur secara aman.

Selain kinerja finansial, Cloudera juga menyoroti perkembangan produk dan strategi teknologi sebagai penopang utama momentum bisnis. Perusahaan menekankan bahwa mereka mengusung pendekatan “AI anywhere”, yakni kemampuan menjalankan beban kerja AI langsung di lokasi data berada, baik di cloud publik, on-premise, maupun edge computing.

Cloudera juga mengumumkan bahwa akuisisi terhadap Taikun menjadi akuisisi ketiga perusahaan dalam dua tahun terakhir. Langkah ini disebut memperkuat kemampuan Cloudera dalam mengelola Kubernetes serta infrastruktur cloud pada lingkungan hybrid dan multi cloud. Akuisisi tersebut turut mempercepat pengembangan visi Cloudera Anywhere Cloud, termasuk pengelolaan portable data services dan AI melalui satu control plane terpadu.

Sepanjang FY26, Cloudera memperkenalkan sejumlah pembaruan platform, termasuk integrasi Trino, penguatan Cloudera Shared Data Experience (SDX), serta pengembangan Cloudera Data Lineage yang sebelumnya dikenal sebagai Octopai.

Inovasi tersebut dirancang untuk meningkatkan akses data terpadu sekaligus memperkuat tata kelola dan visibilitas lineage end-to-end di seluruh aset data organisasi.

Di sisi teknologi lakehouse, Cloudera juga memperluas dukungan terhadap Apache Iceberg melalui penyempurnaan Cloudera Iceberg REST Catalog dan Cloudera Lakehouse Optimizer.

Apache Iceberg merupakan format tabel terbuka yang banyak digunakan untuk mengelola data skala besar di data lake, khususnya dalam arsitektur open lakehouse.

Cloudera juga merilis pembaruan pada Cloudera Data Services untuk mendukung implementasi Private AI Anywhere di lingkungan on-premise.

Perusahaan menekankan bahwa teknologi ini mendukung AI generatif yang aman dengan akselerasi GPU, serta dapat dijalankan sepenuhnya di balik firewall perusahaan, yang menjadi kebutuhan penting bagi organisasi dengan tuntutan keamanan tinggi.

Sementara itu, pembaruan pada Cloudera Data Visualization disebut memperluas kemampuan analitik berbasis AI bagi pelanggan yang masih mengandalkan sistem on-premise. Langkah ini menegaskan strategi Cloudera dalam mendukung transformasi digital tanpa harus memaksa perusahaan memindahkan seluruh data ke cloud publik.

Untuk memperkuat kredibilitas di sektor pemerintahan dan industri dengan pengawasan ketat, Cloudera juga meraih sertifikasi dan otorisasi penting seperti TX-RAMP Level 2, GovRAMP Authorized pada tingkat dampak Moderate, serta FedRAMP Moderate Authorization.

Di sisi kemitraan, Cloudera memperluas ekosistem globalnya dengan menggandeng sejumlah perusahaan, termasuk ServiceNow, Fundamental, Pulse, dan Galileo.ai yang bergabung dalam Ekosistem AI Cloudera. Kemitraan juga dilakukan bersama Intel Corporation untuk mendorong adopsi AI enterprise di kawasan Asia Pasifik.

Perusahaan turut mengumumkan kolaborasi dengan Chainguard, yang membawa pendekatan keamanan secure-by-default dan shift-left langsung di level container image.

Selain itu, Cloudera menjalin kerja sama strategis dengan Amazon Web Services (AWS) sebagai mitra peluncuran AWS European Sovereign Cloud, serta terlibat dalam AWS Brazil Distribution Program.

Cloudera juga memperluas kolaborasi dengan Dell Technologies melalui integrasi Dell ObjectScale dengan Cloudera, guna menghadirkan platform Private AI yang dirancang untuk skalabilitas, tata kelola kuat, serta transparansi nilai ekonomis.

Dalam pengembangan industri telekomunikasi, Cloudera bergabung dengan AI-RAN Alliance serta mengumumkan kerja sama dengan Krutrim untuk mendukung analitik skala besar dan beban kerja data lake bagi Ola di Krutrim Cloud.

Di sektor enterprise, Cloudera mencatat adopsi yang meningkat di industri yang bergantung pada data berskala besar seperti layanan keuangan, otomotif, telekomunikasi, asuransi, layanan kesehatan, dan pemerintahan.

Perusahaan menyebut bahwa Taipei Fubon Commercial Bank dan Axis Bank menjadi pemenang IDC Future Enterprise Awards 2025 berkat implementasi teknologi Cloudera.

Di Indonesia, Cloudera juga memperdalam kemitraannya dengan Bank Negara Indonesia (BNI) untuk mendukung pengembangan inovasi AI.

Cloudera menyatakan momentum bisnisnya juga diperkuat oleh pengakuan industri. Sepanjang FY26, perusahaan menerima 45 penghargaan global, serta dinobatkan sebagai Leader dalam The Forrester Wave™: Data Fabric Platforms Q4 2025 dan IDC Asia/Pacific MarketScape Unified AI Platform 2025.

Patrick Moorhead, Founder, CEO, sekaligus Chief Analyst di Moor Insights & Strategy, menilai capaian Cloudera sejalan dengan tren pasar yang bergerak menuju solusi data dan AI hybrid.

Ia menekankan bahwa perusahaan kini mulai beralih dari tahap proof-of-concept menuju implementasi AI untuk mendorong outcome bisnis nyata, sehingga tata kelola data dan penerapan AI lintas lingkungan menjadi kebutuhan utama.

Selain ekspansi bisnis, Cloudera juga memperluas kapasitas organisasinya dengan membuka kantor baru di San Jose dan Arab Saudi, serta merekrut lebih dari 570 karyawan baru di 30 negara.

Cloudera juga memperkuat jajaran eksekutif dengan menunjuk Leo Brunnick sebagai Chief Product Officer dan Sergio Gago sebagai Chief Technology Officer. Perusahaan berencana merekrut hampir 650 karyawan baru sepanjang FY27.

Ke depan, Cloudera menyatakan akan melanjutkan inovasi di seluruh portofolio data dan AI, termasuk memperluas kemampuan AI Inferencing hingga ke pusat data.

Perusahaan menilai pengembangan ini akan memperkuat keamanan dan konsistensi penerapan AI, sekaligus mendukung kebutuhan enterprise yang ingin menjalankan AI tanpa memindahkan data dari lingkungan mereka.

Dengan kombinasi ekspansi bisnis, akuisisi strategis, inovasi platform, serta perluasan kemitraan, Cloudera menegaskan posisinya dalam persaingan platform data dan AI hybrid yang semakin kompetitif di era adopsi AI enterprise global.

Baca Juga: Data Sintetis Kian Praktis Dukung AI Enterprise, Cloudera: Bukan Solusi Mutlak Privasi

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |