DPW Tani Merdeka Papua Tengah Ajak Masyarakat Manfaatkan Tanah Adat untuk Pertanian Produktif

7 hours ago 3

Nabire, 17 Juli 2026 – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Provinsi Papua Tengah mengimbau seluruh masyarakat adat dan warga di Papua Tengah untuk menjaga serta memanfaatkan tanah adat dan lahan yang masih kosong sebagai kawasan pertanian produktif. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Imbauan tersebut disampaikan melalui surat pernyataan resmi yang ditujukan kepada masyarakat Papua Tengah. Dalam surat itu, DPW Tani Merdeka menekankan bahwa tanah adat tidak hanya memiliki nilai budaya dan sejarah bagi masyarakat Papua, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai sumber kehidupan apabila dikelola secara berkelanjutan.

Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Daerah

DPW Tani Merdeka Papua Tengah menilai pemanfaatan lahan pertanian menjadi salah satu strategi penting dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan. Selain memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, pengelolaan lahan secara produktif juga diyakini mampu membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Melalui imbauan tersebut, masyarakat diajak memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam berbagai komoditas pertanian seperti jagung, padi, tanaman hortikultura, maupun komoditas produktif lainnya. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.

Menurut DPW Tani Merdeka Papua Tengah, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah karena sebagian besar wilayah Papua Tengah masih memiliki potensi lahan yang dapat dikembangkan.

Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bersatu

Selain mendorong pemanfaatan lahan, DPW Tani Merdeka Papua Tengah juga mengajak seluruh kepala suku, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah, pemuda, perempuan, hingga seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga tanah adat sebagai warisan leluhur.

Tanah adat dinilai bukan hanya sebagai aset ekonomi, tetapi juga identitas dan bagian dari kehidupan masyarakat adat Papua yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Papua Tengah, Aser Yogi, menegaskan pentingnya menjaga agar tanah tidak dibiarkan terlantar.

“Jangan biarkan tanah kosong. Tanah yang ada di Papua harus dilestarikan dan dikelola dengan menanam tanaman yang produktif agar dapat mempertahankan kehidupan masyarakat Papua,” ujarnya.

Tanah Adat Memiliki Nilai Kehidupan

Dalam pernyataannya, Aser Yogi mengingatkan bahwa tanah memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat adat Papua. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara bijaksana demi kesejahteraan bersama.

“Tanah adalah mama kita. Karena itu, tanah harus kita kelola dengan baik demi kesejahteraan generasi sekarang dan generasi yang akan datang,” katanya.

Ia menilai pemanfaatan tanah adat untuk kegiatan pertanian merupakan salah satu bentuk pelestarian sekaligus upaya menjaga hak masyarakat adat atas wilayahnya.

Jangan Biarkan Tanah Terlantar

Aser Yogi juga mengajak masyarakat untuk menjaga hak atas tanah adat dengan memanfaatkannya secara bertanggung jawab. Menurutnya, lahan yang tidak dikelola berpotensi menimbulkan berbagai persoalan di kemudian hari.

“Jangan biarkan tanah kosong. Jika tidak dijaga dan dikelola, dikhawatirkan akan dimanfaatkan atau dikuasai pihak lain. Tanah Papua adalah tanah adat yang harus dijaga, dilestarikan, dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat Papua,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa pengelolaan tanah tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat.

Pertanian sebagai Fondasi Pembangunan

Pengembangan sektor pertanian dinilai dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Papua Tengah. Selain memperkuat ketahanan pangan, sektor ini berpotensi meningkatkan pendapatan rumah tangga, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong tumbuhnya ekonomi lokal.

Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, masyarakat juga diharapkan mampu mengembangkan usaha pertanian yang berkelanjutan sehingga hasilnya dapat dinikmati dalam jangka panjang.

DPW Tani Merdeka Papua Tengah menilai keberhasilan pengembangan sektor pertanian membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari masyarakat adat, pemerintah daerah, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Harapan untuk Papua Tengah yang Mandiri

Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong, DPW Tani Merdeka Papua Tengah berharap masyarakat semakin aktif mengembangkan sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi daerah.

Pemanfaatan tanah adat secara produktif diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian warisan leluhur, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta mendukung terwujudnya Papua Tengah yang mandiri, maju, dan sejahtera.

[Nabire.Net]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |