Garmin: Aktivitas Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

8 hours ago 8

Selular.ID – Garmin Indonesia memperkenalkan kampanye terbaru bertajuk Women of Endurance untuk mengangkat fenomena “invisible fatigue” atau kelelahan tersembunyi yang banyak dialami perempuan, khususnya ibu rumah tangga dan perempuan aktif.

Kampanye ini menyoroti bagaimana aktivitas harian seperti menggendong anak, membereskan rumah, hingga multitasking sepanjang hari dapat memberikan tekanan fisik dan mental yang setara dengan latihan intensitas tinggi atau high intensity interval training (HIIT).

Melalui pendekatan berbasis data kesehatan dan teknologi wearable, Garmin ingin membantu perempuan memahami bahwa rutinitas sehari-hari juga merupakan bentuk endurance atau ketahanan tubuh yang membutuhkan perhatian terhadap recovery dan pemantauan kondisi kesehatan secara berkala.

Kampanye tersebut juga menjadi bagian dari upaya Garmin memperluas relevansi perangkat wearable di luar aktivitas olahraga konvensional.

“Banyak perempuan menjalani aktivitas fisik dan mental yang intens setiap hari tanpa menganggapnya sebagai bentuk endurance. Garmin ingin membantu perempuan memahami bahwa tubuh mereka bekerja keras setiap hari, sehingga recovery dan pemantauan kesehatan menjadi hal yang sama pentingnya,” ujar Chandrawidhi Desideriani.

Dalam kampanye Women of Endurance, Garmin menggambarkan aktivitas sehari-hari perempuan sebagai bentuk “invisible training”, yakni latihan tanpa garis finis yang berlangsung terus-menerus setiap hari.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Aktivitas seperti menggendong anak sambil membawa barang belanjaan, mengejar balita saat waktu makan, hingga berpindah dari satu tanggung jawab ke tanggung jawab lainnya disebut dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan tubuh layaknya sesi latihan fisik intensif.

Garmin menilai fenomena tersebut sering kali tidak disadari karena aktivitas domestik maupun pekerjaan sehari-hari tidak selalu dipersepsikan sebagai aktivitas olahraga atau aktivitas fisik berat.

Padahal, akumulasi kelelahan fisik dan mental dalam jangka panjang dapat memengaruhi kualitas tidur, tingkat stres, hingga kondisi pemulihan tubuh.

Sebagai bagian dari kampanye, Garmin juga menggandeng ilustrator perempuan Chouyi untuk menghadirkan visual emosional mengenai ketahanan perempuan dalam keseharian mereka.

Visual tersebut memperlihatkan bagaimana perempuan modern menjalani berbagai peran sekaligus, mulai dari mengurus keluarga hingga menjalankan aktivitas profesional.

Selain pendekatan visual, Garmin turut menyoroti pentingnya pemanfaatan data kesehatan dari perangkat wearable untuk membantu perempuan mengenali tanda-tanda invisible fatigue.

Salah satu fitur yang diperkenalkan adalah Sleep Coach yang didukung teknologi Firstbeat Analytics untuk memantau kualitas tidur pengguna, termasuk fragmented sleep atau pola tidur yang sering terbangun akibat aktivitas mengasuh anak.

Garmin menjelaskan fragmented sleep dapat menghambat proses pemulihan energi tubuh dan berdampak pada kondisi fisik dalam jangka panjang.

Dengan pemantauan berbasis data, pengguna dapat lebih cepat mengenali perubahan pola tidur dan menyesuaikan rutinitas harian mereka.

Selain kualitas tidur, Garmin juga menekankan pentingnya pemantauan tingkat stres melalui wearable. Menurut perusahaan, stres berkepanjangan menjadi salah satu indikator tubuh berada dalam tekanan fisik maupun emosional.

Untuk membantu pengguna mengelola kondisi tersebut, perangkat Garmin menyediakan fitur latihan pernapasan terpandu yang dirancang untuk membantu tubuh kembali ke kondisi lebih rileks.

Fitur lain yang disorot adalah pemantauan HRV atau Heart Rate Variability, yakni variasi interval denyut jantung yang sering digunakan sebagai indikator recovery tubuh dan tingkat kesiapan fisik.

Garmin menyebut HRV dapat berubah selama siklus menstruasi, ketika tubuh mengalami kelelahan, maupun menjelang sakit. Dengan memantau tren HRV, pengguna dapat memahami kondisi tubuh mereka secara lebih personal.

Garmin juga menghadirkan fitur Lifestyle Logging yang memungkinkan pengguna memantau dampak konsumsi kafein, alkohol, maupun makanan tinggi gula terhadap berbagai metrik kesehatan seperti laju pernapasan.

Pendekatan ini dinilai sejalan dengan tren wearable global yang kini semakin berfokus pada pemantauan kesehatan holistik, bukan hanya aktivitas olahraga.

Di sisi lain, Garmin turut mendorong konsep active rest atau istirahat aktif sebagai bagian penting dari menjaga performa tubuh.

Perusahaan menyebut recovery bukan hanya soal tidur atau berhenti beraktivitas, melainkan proses sadar untuk menjaga keseimbangan fisik dan mental dalam menjalani berbagai peran sehari-hari.

Melalui kampanye Women of Endurance, Garmin ingin memperluas pemahaman bahwa kesehatan perempuan tidak hanya berkaitan dengan olahraga formal, tetapi juga aktivitas sehari-hari yang sering kali tidak terlihat.

Dengan menggabungkan storytelling visual, data kesehatan, dan teknologi wearable, Garmin berharap perempuan dapat lebih memahami kondisi tubuh mereka sekaligus lebih sadar terhadap pentingnya recovery dalam rutinitas harian.

Baca Juga: Fanny Ghassani Dukung Gaya Hidup Aktif Bersama Powerade

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |