Selular.ID – Google telah membatasi penggunaan model kecerdasan buatan Gemini oleh Meta Platforms Inc karena tidak dapat menyediakan kapasitas komputasi sebanyak yang diinginkan perusahaan media sosial tersebut, menurut Financial Times.
Sebagai tanda terbaru dari keterbatasan infrastruktur AI, raksasa mesin pencari milik Alphabet Inc telah memberlakukan pembatasan pada beberapa klien, di mana Meta menjadi yang paling terdampak, lapor FT pada Minggu.
Langkah ini berdampak pada proyek internal Meta, dan berarti perusahaan telah meminta staf untuk menggunakan token AI secara lebih efisien, lapor surat kabar tersebut, mengutip tiga orang anonim yang mengetahui hal tersebut.
Baik Google maupun Meta menolak memberikan komentar kepada FT.
Baca juga:
- NTT Data dan Google Cloud Siapkan 5.000 Ahli Gemini dan 500 AI Agent untuk Bisnis
- Meta Uji Coba Layanan AI Berlangganan, Paket Termurah $7,99 Per Bulan
Meta awalnya mengandalkan Gemini, yang terbukti lebih baik daripada model open-source Llama miliknya sendiri, untuk mengotomatisasi proses keamanan seperti menghapus konten berbahaya dan memberantas penipuan, demikian dilaporkan surat kabar tersebut.
Namun, Meta kini semakin sering menggunakan model barunya, Muse Spark, karena berupaya mengurangi ketergantungan pada model eksternal.
Ledakan AI sedang menguji batas kemampuan komputasi dan energi yang dibutuhkan untuk mendukung banyaknya pusat data yang bermunculan.
Awal Juni lalu, Google setuju untuk membayar SpaceX milik Elon Musk sebesar US$920 juta per bulan untuk daya komputasi sebagai bagian dari kesepakatan layanan cloud senilai US$30 miliar yang berlaku hingga pertengahan 2029, seiring upaya mereka untuk memenuhi permintaan kapasitas yang sangat besar.
Meta, yang tidak menjual layanan komputasi awan, meningkatkan pengeluaran untuk AI sebagai prioritas utama CEO Mark Zuckerberg, di mana teknologi ini kini menjadi kunci dalam visi perusahaannya.
Awal tahun ini, perusahaan media sosial tersebut mengumumkan kepada karyawannya rencana untuk memangkas 10% tenaga kerja, atau 8.000 posisi, sebagai upaya untuk mengimbangi pengeluaran yang besar.
Perusahaan juga telah memindahkan 7.000 karyawan ke posisi baru yang terkait dengan AI sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan yang lebih luas.



















































