Harga Memori Melonjak, Pengiriman Smartphone Global Turun 6,7%

13 hours ago 8

Selular.ID – Pasar smartphone global mengalami tekanan pada kuartal II 2026 setelah pengiriman perangkat turun 6,7% secara tahunan menjadi 277,5 juta unit, menurut data awal FDM CCS Insight.

Kenaikan harga komponen memori menjadi salah satu faktor utama yang menekan industri, terutama segmen smartphone kelas bawah yang memiliki ketergantungan lebih besar terhadap biaya DRAM dan penyimpanan.

Penurunan tersebut membuat kuartal II 2026 menjadi kuartal kedua berturut-turut ketika pengiriman smartphone global mengalami kontraksi.

FDM CCS Insight mencatat krisis memori telah meningkatkan biaya produksi sekaligus memperketat pasokan, sehingga produsen harus menyesuaikan strategi produk dan harga di tengah permintaan konsumen yang semakin sensitif terhadap kenaikan harga.

Analis SFDM CCS Insight mengatakan biaya memori telah meningkat hampir 300% dibandingkan setahun sebelumnya.

Pada perangkat kelas bawah, komponen memori kini menyumbang lebih dari 65% terhadap bill of materials (BOM), yakni total biaya komponen utama yang digunakan untuk membuat sebuah perangkat.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Kondisi tersebut membuat produsen yang memiliki portofolio besar di segmen harga rendah menghadapi tekanan lebih besar.

Kenaikan harga memori tidak mudah diserap melalui margin karena harga perangkat di segmen tersebut relatif sensitif terhadap perubahan biaya.

Samsung dan Apple Justru Memperbesar Pangsa

Di tengah penyusutan pasar, Samsung Electronics dan Apple menjadi dua perusahaan dari lima produsen smartphone terbesar yang mencatat pertumbuhan pengiriman pada kuartal II 2026.

Samsung mengirimkan sekitar 62,7 juta smartphone, naik 8,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pangsa pasar Samsung mencapai 22,6%, meningkat dari 19,5% setahun sebelumnya.

Apple berada di posisi kedua dengan pengiriman 55,8 juta unit atau tumbuh 15,3% secara tahunan. Pangsa pasar Apple mencapai 20,1%, naik dari 16,3%.

FDM CCS Insight menilai krisis memori tidak memberikan dampak yang sama terhadap seluruh produsen.

Samsung dan Apple relatif lebih mampu bertahan karena memiliki posisi kuat di segmen premium, sementara biaya memori mengambil porsi yang lebih kecil dari BOM perangkat dengan harga jual lebih tinggi. Kedua perusahaan juga disebut telah mengamankan pasokan lebih awal.

Analis FDM CCS Insight lainnya mengatakan krisis memori telah membelah pasar smartphone menjadi dua kelompok. Di sisi premium, Samsung dan Apple memperlebar posisi mereka, sedangkan tekanan semakin terasa pada pasar massal.

Kondisi tersebut juga terlihat dari kinerja tiga produsen besar lainnya. Xiaomi mengirimkan sekitar 31,2 juta unit pada kuartal II, turun 26,3% secara tahunan.

OPPO mencatat 28,8 juta unit atau turun 17,5%, sedangkan vivo mengirimkan 21,2 juta unit atau turun 19,4%.

Penurunan tersebut membuat pangsa pasar Xiaomi berada di 11,2%, OPPO 10,4%, dan vivo 7,6%.

Ketiganya memiliki eksposur lebih besar terhadap segmen entry-level dan menengah, sehingga kenaikan biaya memori memberikan tekanan lebih kuat terhadap harga dan volume penjualan.

Memori Jadi Beban Terbesar Smartphone Murah

DRAM dan NAND merupakan dua jenis memori yang penting dalam smartphone. DRAM digunakan sebagai memori kerja untuk menjalankan aplikasi dan proses sistem, sementara NAND flash digunakan sebagai penyimpanan internal perangkat.

Keduanya juga menjadi bagian penting dari biaya produksi smartphone. Ketika harga komponen tersebut meningkat, produsen memiliki beberapa pilihan, mulai dari menaikkan harga jual, mengurangi kapasitas RAM atau penyimpanan pada konfigurasi tertentu, memangkas biaya komponen lain, hingga mengurangi volume produksi.

FDM CCS Insight mencatat biaya memori meningkat hampir tiga kali lipat dalam setahun. Pada perangkat kelas bawah, kondisi tersebut membuat memori mengambil lebih dari 65% dari BOM.

Tekanan tersebut jauh lebih besar dibandingkan perangkat premium karena struktur biaya smartphone murah memiliki ruang yang lebih terbatas untuk menyerap kenaikan harga komponen.

Dampaknya mulai terlihat pada strategi produsen Android. FDM CCS Insight menyebut sejumlah vendor melakukan penyesuaian harga maupun konfigurasi produk untuk menghadapi kenaikan biaya.

Perubahan tersebut kemudian memengaruhi daya beli konsumen yang sebelumnya menjadi pasar utama smartphone dengan harga terjangkau.

Fenomena tersebut tidak hanya terjadi pada pasar global. Di China, misalnya, pengiriman smartphone pada kuartal II 2026 mencapai sekitar 66 juta unit, turun 4,3% secara tahunan.

FDM CCS Insight mencatat kenaikan biaya memori dan komponen utama mendorong sebagian besar vendor Android menaikkan harga, yang kemudian menekan minat konsumen untuk melakukan upgrade.

Pasar China juga menghadapi berakhirnya sebagian dukungan subsidi yang sebelumnya membantu menopang permintaan.

FDM CCS Insight mencatat kombinasi kenaikan biaya komponen dan berkurangnya dorongan subsidi turut terlihat selama festival belanja 618, ketika penjualan smartphone secara keseluruhan turun hampir 15% secara tahunan.

Huawei Tumbuh di Pasar China

Di China, Huawei menjadi salah satu produsen yang mampu mencatat pertumbuhan ketika pasar secara keseluruhan mengalami penurunan.

FDM CCS Insight mencatat pengiriman Huawei meningkat 19,4% pada kuartal II 2026 dan perusahaan menguasai 22,6% pangsa pasar smartphone China.

Apple juga mencatat pertumbuhan kuat di pasar tersebut, dengan pengiriman naik 24,4% dan pangsa pasar mencapai 18,1%. Sementara itu, OPPO, vivo, Xiaomi, Honor, dan sejumlah vendor lain mengalami penurunan pengiriman.

FDM CCS Insight menyebut Huawei mampu mempertahankan harga di China ketika sejumlah pesaing Android menaikkan harga.

Perusahaan juga menjalankan promosi terarah, memanfaatkan loyalitas merek di pasar domestik, serta memperluas portofolio produknya ke berbagai rentang harga.

Perbedaan kinerja antarprodusen menunjukkan bahwa kenaikan biaya komponen tidak otomatis menghasilkan dampak yang sama bagi seluruh pasar.

Kemampuan mengamankan pasokan, struktur portofolio, posisi merek, dan eksposur terhadap segmen harga tertentu ikut menentukan bagaimana produsen menghadapi kondisi tersebut.

Pasar Smartphone Masih Menghadapi Tekanan

Penurunan pada kuartal II juga memperkuat proyeksi FDM CCS Insight mengenai kondisi pasar smartphone sepanjang 2026.

Pada Mei 2026, FDM CCS Insight memperkirakan pengiriman smartphone global sepanjang tahun akan turun 13,9% menjadi sekitar 1,09 miliar unit, yang disebut sebagai kontraksi tahunan terdalam dalam sejarah pasar smartphone.

FDM CCS Insight sebelumnya juga memperkirakan pasokan memori baru akan mulai lebih stabil pada paruh kedua 2027.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat tekanan biaya diperkirakan tidak langsung berakhir dalam beberapa kuartal mendatang.

Dari sisi konsumen, kenaikan biaya komponen berpotensi mengubah struktur pilihan perangkat.

Produsen dapat lebih banyak mengarahkan portofolio ke perangkat dengan margin lebih tinggi, sementara model berharga rendah menghadapi tekanan lebih besar untuk mempertahankan harga.

Bagi produsen smartphone, tantangannya bukan hanya menjaga ketersediaan komponen, tetapi juga mempertahankan permintaan ketika harga perangkat meningkat.

FDM CCS Insight mencatat konsumen semakin mempertimbangkan perangkat dengan harga lebih tinggi ketika selisih harga dengan model kelas bawah menyempit dan skema pembiayaan tersedia.

Data FDM CCS Insight menunjukkan bahwa krisis memori kini telah memengaruhi volume pengiriman, struktur biaya, strategi portofolio, dan persaingan antarprodusen smartphone.

Kuartal II 2026 menjadi periode ketika dampaknya semakin terlihat, dengan Samsung dan Apple memperbesar pangsa pasar sementara Xiaomi, OPPO, dan vivo menghadapi penurunan pengiriman yang lebih tajam.

Kondisi pasokan memori dan perkembangan harga komponen akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah pasar smartphone pada periode berikutnya.

Baca Juga: Counterpoint Bongkar Anjloknya Pengiriman Chipset Hp Global pada Paruh 2026

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |