Honor Robot Phone Muncul di Final Piala Dunia 2026

12 hours ago 11

Selular.ID – HONOR menampilkan perangkat konsep HONOR Robot Phone dalam sebuah demonstrasi publik pada final FIFA World Cup 2026 di Amerika Serikat.

Smartphone eksperimental tersebut menarik perhatian karena mampu merekam dan mengikuti pergerakan pertandingan secara otomatis menggunakan sistem kamera robotik berbasis kecerdasan buatan (AI), tanpa memerlukan operator yang terus mengarahkan perangkat.

Kemunculan HONOR Robot Phone di salah satu ajang olahraga terbesar dunia menjadi demonstrasi nyata kemampuan teknologi robotik yang sedang dikembangkan perusahaan.

Setelah sebelumnya diperlihatkan pada World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, perangkat ini kembali digunakan untuk menunjukkan bagaimana AI dan mekanisme kamera bergerak dapat diterapkan pada skenario nyata dengan objek yang bergerak cepat.

Dalam demonstrasi tersebut, HONOR memperlihatkan modul kamera yang dipasang pada mekanisme gimbal aktif.

Berbeda dari kamera smartphone konvensional yang posisinya tetap, sistem ini memungkinkan kamera bergerak secara independen untuk mengikuti subjek yang berada dalam bidang pandang.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Menurut HONOR, Robot Phone memanfaatkan kombinasi algoritma computer vision, teknologi pelacakan objek berbasis AI, serta aktuator mekanis yang menggerakkan kamera secara real-time.

Sistem tersebut mampu mengenali target, memprediksi arah gerakan, lalu menyesuaikan posisi kamera agar subjek tetap berada dalam komposisi gambar.

Pada demonstrasi di final Piala Dunia 2026, perangkat terlihat mengikuti pergerakan bola dan pemain secara otomatis.

Teknologi tersebut dirancang untuk mempertahankan stabilitas sekaligus menjaga fokus terhadap objek yang terus berpindah posisi, sesuatu yang biasanya memerlukan operator kamera atau aksesori gimbal tambahan.

HONOR menjelaskan bahwa konsep Robot Phone dikembangkan untuk memperlihatkan evolusi smartphone dari perangkat pasif menjadi perangkat yang mampu berinteraksi secara fisik dengan lingkungan sekitarnya.

AI tidak hanya digunakan untuk memproses gambar setelah direkam, tetapi juga berperan dalam mengendalikan gerakan kamera ketika proses pengambilan gambar berlangsung.

Pendekatan ini berbeda dari sistem Optical Image Stabilization (OIS) maupun Electronic Image Stabilization (EIS) yang umum ditemukan pada smartphone modern.

OIS bekerja dengan mengompensasi getaran kecil melalui pergerakan lensa atau sensor, sedangkan Robot Phone memiliki mekanisme dengan rentang gerak lebih luas sehingga kamera dapat mengubah sudut pandang secara aktif mengikuti objek.

Demonstrasi tersebut juga memperlihatkan potensi penggunaan teknologi pada berbagai skenario lain, seperti perekaman olahraga, konferensi video, siaran langsung (live streaming), hingga pembuatan konten tanpa bantuan tripod atau gimbal eksternal.

Meski demikian, HONOR belum mengungkapkan spesifikasi teknis lengkap perangkat tersebut.

Perusahaan juga belum menjelaskan jenis sensor kamera, kemampuan zoom, tingkat kebebasan gerak (degrees of freedom), maupun platform perangkat keras yang menjadi dasar Robot Phone.

Hingga saat ini, HONOR masih menyebut Robot Phone sebagai perangkat konsep. Belum ada pengumuman mengenai jadwal produksi massal ataupun rencana menghadirkan teknologi tersebut pada lini smartphone komersial.

Dalam industri teknologi, perangkat konsep umumnya digunakan untuk menguji kesiapan teknologi sekaligus menunjukkan arah pengembangan produk di masa depan.

HONOR RobotPhone: The Biggest Winner of the FIFA World Cup pic.twitter.com/sUzixmqY7z

— Ice Universe (@UniverseIce) July 20, 2026

Kemunculan Robot Phone pada final FIFA World Cup 2026 juga menjadi bagian dari strategi HONOR untuk memperlihatkan kemampuan AI di hadapan audiens global.

Perusahaan dalam beberapa tahun terakhir semakin menempatkan AI sebagai fondasi utama pengembangan perangkat, mulai dari fitur fotografi komputasional, asisten cerdas di perangkat (on-device AI), hingga teknologi produktivitas dan kolaborasi.

Industri smartphone sendiri mulai bergerak ke arah integrasi AI yang lebih dalam dengan perangkat keras.

Jika sebelumnya inovasi lebih banyak berfokus pada peningkatan sensor kamera atau pemrosesan gambar melalui perangkat lunak, sejumlah produsen kini mulai mengeksplorasi komponen mekanis yang dapat dikendalikan AI untuk menghasilkan pengalaman penggunaan yang lebih adaptif.

Melalui demonstrasi di final Piala Dunia 2026, HONOR memperlihatkan bagaimana teknologi AI dapat mengambil peran tidak hanya dalam mengolah data, tetapi juga mengendalikan gerakan fisik perangkat secara otomatis.

Walaupun masih berada pada tahap konsep, Robot Phone menjadi gambaran mengenai arah pengembangan smartphone generasi berikutnya yang menggabungkan kecerdasan buatan, sistem robotik, dan teknologi pencitraan dalam satu perangkat.

Baca Juga: Honor Uji Baterai 14.000 mAh, Persaingan Smartphone Jumbo Memanas

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |