Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di 6 Lokasi Nabire, Siriwini Jadi Proyek Perdana

2 hours ago 4

Nabire, Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mulai merealisasikan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang akan tersebar di enam wilayah. Kelurahan Siriwini menjadi lokasi pertama yang memasuki tahap pembangunan setelah peletakan batu pertama dilakukan pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nabire, Anton Pekei, menyebut program tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat perekonomian masyarakat pesisir. Menurutnya, pembangunan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung agenda nasional dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan.

(Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nabire, Anton Pekei)(Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nabire, Anton Pekei)

“Momennya sangat tepat. Pemerintah Kabupaten Nabire dengan semangat bekerja dapat mewujudkan misi Bapak Presiden, yaitu membangun Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Nabire,” kata Anton.

Enam lokasi Kampung Nelayan Merah Putih

Program ini tidak hanya menyasar Siriwini. Dari 12 lokasi yang sebelumnya diajukan Pemkab Nabire, pemerintah pusat akhirnya menyetujui enam lokasi pembangunan.

Enam wilayah tersebut adalah Kelurahan Siriwini, Makimi, Sanoba, Kalibobo, Sima, dan Yaro.

Anton menjelaskan, penetapan lokasi dilakukan melalui sejumlah tahapan, termasuk pemenuhan persyaratan teknis serta rekomendasi pemerintah daerah. Karena itu, pemerintah kini memprioritaskan percepatan pembangunan di lokasi yang telah mendapatkan persetujuan.

Di Siriwini, sejumlah fasilitas penunjang aktivitas nelayan akan dibangun. Di antaranya cold storage, tempat pendaratan ikan, pabrik es, bengkel kapal, kios, SPBU khusus nelayan, hingga kantor koperasi.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan membuat rantai usaha perikanan menjadi lebih efisien. Pemerintah menargetkan biaya operasional nelayan dapat ditekan hingga 15 persen, sementara pendapatan bersih nelayan diharapkan meningkat sekitar 20 persen.

Siriwini diproyeksikan menjadi pusat perikanan

Siriwini dipilih sebagai lokasi perdana karena memiliki basis masyarakat nelayan yang cukup besar. Sebanyak 329 kepala keluarga tercatat sebagai nelayan aktif di wilayah tersebut.

Dengan potensi perikanan tangkap yang tinggi, kawasan Siriwini diproyeksikan berkembang menjadi salah satu pusat aktivitas perikanan di Kabupaten Nabire.

Anton mengatakan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih juga diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat pesisir, seperti keterbatasan fasilitas dasar, infrastruktur pendukung yang belum memadai, pelayanan yang belum optimal, serta tata kelola ekonomi nelayan yang masih perlu diperkuat.

Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat pesisir.

Lahan Siriwini telah bersertifikat

Dari sisi kesiapan lokasi, Pemkab Nabire memastikan lahan di Siriwini telah melalui survei dan memenuhi ketentuan pembangunan. Pemerintah daerah juga telah memiliki sertifikat atas lahan berukuran 50 x 70 meter tersebut.

Anton menyebut lokasi itu dinilai memenuhi kebutuhan teknis pembangunan meskipun ketentuan awal program mencantumkan kebutuhan lahan sekitar satu hektare.

Potensi perikanan di wilayah Teluk Cenderawasih turut menjadi alasan optimisme pemerintah. Meski hasil tangkapan nelayan dapat berubah akibat kondisi cuaca, perairan Nabire dinilai memiliki kekayaan laut yang besar.

“Semua ada di sini. SPBU nelayan dan fasilitas pendukung lainnya lengkap akan dibangun di tempat ini. Semuanya sudah dianggarkan dari pusat, tinggal dibangun saja,” ujarnya.

Pemerintah siapkan pengelolaan berkelanjutan

Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah daerah akan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok nelayan. Setelah selesai, fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih akan dikelola melalui Koperasi Desa Merah Putih dan menjadi aset kampung atau kelurahan.

Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nabire juga mencatat telah menyalurkan 52 perahu fiber kepada nelayan pesisir sepanjang 2026.

Anton menegaskan pihaknya akan mengawal pembangunan enam lokasi tersebut agar selesai sesuai target, berkualitas, dan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.

Ia sekaligus mengajak masyarakat menjaga fasilitas yang telah dibangun agar tidak cepat rusak.

“Kampung Nelayan Merah Putih ini adalah milik kita bersama, milik nelayan Kelurahan Siriwini, dan secara umum milik Kabupaten Nabire,” tegasnya.

Jika seluruh fasilitas dapat dimanfaatkan secara optimal, enam Kampung Nelayan Merah Putih tersebut diharapkan menjadi fondasi baru bagi penguatan sektor perikanan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir Nabire.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |