Ledakan AI Tak Hanya Picu Krisis Memori Tetapi Meluas ke Komponen Lain

6 hours ago 8

Selular.ID – Bukan hanya memicu krisis memori, ledakan tren kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini membuat krisis meluas ke komponen lainnya.

Selain memori, booming AI juga berpotensi membuat baterai data center menjadi langka.

Indikasinya terlihat dari pemintaan akan baterai cadangan dari Panasonic yang meningkat pesat.

Menurut Panasonic, permintaan itu sebagian besar didorong oleh perluasan infrastruktur AI yang memerlukan daya stabil dan berkelanjutan.

Perusahaan asal Jepang itu menyatakan telah mengalokasikan sekitar 80 persen dari output produksi yang direncanakan, ke pelanggan lama.

Dengan demikian, stok untuk pelanggan baru hanya tersisa sekitar 20 persen saja.

Adapun baterai Panasonic dirancang ditempatkan di dalam rak server.

Fungsinya untuk menyediakan daya cadangan sementara, demi menjaga sistem tetap berjalan selama down, khususnya ketika terjadi gangguan atau sistem tumbang.

Produsen Menghidupkan Ekosistem MotorListrik Artikel Kompas.id Meski berfungsi sebagai cadangan, komponen ini kini memiliki peran krusial di data center AI.

Sebab, pasokan listrik yang stabil sangat penting untuk mencegah downtime mahal dan menjaga beban kerja AI tetap berjalan.

Baca juga:

Tingkatkan produksi tiga kali lipat Untuk mengatasi pemintaan yang tinggi, Panasonic berencana menggandakan produksi sel lithium-ion di Jepang, hingga tiga kali lipat.

Panasonic juga akan mengerahkan jalur produksi alat otomotif untuk merakit baterai data center.

Lebih lanjut, perusahaan itu tengah mempertimbangkan apakah pabriknya di Kansas dapat menunjang produksi tambahan atau tidak.

Tidak hanya baterai, Panasonic juga sedang menggarap superkapasitor, sebagai alternatif baterai cadangan.

Berbeda dengan kapasitor konvensional yang bisa mengalirkan daya seketika, superkapasitor dapat menyimpan daya dengan jumlah lebih besar dan mengalirkannya secara bertahap.

Komponen itu menurut Panasonic akan dipakai untuk menyerap fluktuasi beban daya, dan ditaksir mulai dikirimkan pada tahun fiskal 2027.

Berkat lonjakan permintaan, Panasonic memperkirakan penjualan baterai terkait data center akan mencapai 800 miliar yen (sekitar Rp 86 triliun) pada tahun 2029, dengan asumsi pertumbuhan infrastruktur AI terus berlanjut.

Namun, perusahaan mengakui pencapaian target tersebut tetap bergantung pada keberhasilannya meningkatkan kapasitas produksi di tengah tekanan pasokan yang masih berlangsung, dihimpun Selular dari Tech Radar.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |