Mengapa Awal Puasa Ramadan Berpotensi Beda Hari?

22 hours ago 11

TechDaily.id – Awal puasa Ramadan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) berpotensi berbeda hari. Kenapa bisa berbeda? Temukan jawabannya di sini.

Aroma tanah basah sisa hujan Februari seolah menjadi penanda alam bahwa bulan suci semakin dekat. Bagi jutaan umat Muslim di Indonesia, pertanyaan besar yang selalu berulang setiap tahun kini kembali menyeruak: “Kapan kita mulai tarawih pertama?”

Tahun 2026, atau 1447 Hijriah, diprediksi akan menjadi tahun yang unik. Berdasarkan data astronomi terkini dan maklumat organisasi Islam terbesar, umat Muslim Indonesia kemungkinan besar akan menghadapi dua waktu start puasa yang berbeda.

Apakah Anda tim Rabu atau tim Kamis? Sebelum Anda bingung, mari kita bedah secara mendalam—bukan dengan bahasa langit yang rumit, melainkan dengan fakta logis yang enak dibaca.

Awal Puasa Ramadan Rabu vs Kamis

Jika Anda melingkari kalender di dinding rumah, mungkin Anda akan menemukan tanggal 19 Februari 2026 (Kamis) ditandai sebagai tanggal merah awal Ramadan. Namun, jangan kaget jika tetangga atau kerabat Anda sudah mulai berpuasa sehari sebelumnya, yakni pada 18 Februari 2026 (Rabu).

Potensi perbedaan ini bukan soal siapa yang benar atau salah, melainkan soal “kacamata” yang digunakan untuk melihat bulan.

1. Muhammadiyah: “Gaspol” di Rabu, 18 Februari 2026

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, yang dikenal dengan ketepatan metode hisabnya (perhitungan matematis-astronomis), telah mengambil langkah lebih dulu. Melalui Maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2026, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu Pon, 18 Februari 2026.

Alasannya? Muhammadiyah kini menggunakan pendekatan progresif bernama Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Prinsipnya sederhana: Satu Bumi, Satu Hari. Menurut perhitungan mereka, pada hari Selasa (17/2/2026), posisi hilal (bulan sabit muda) di langit Indonesia memang belum terlihat karena masih berada di bawah ufuk. Namun, di belahan bumi lain—tepatnya di benua Amerika—hilal sudah wujud atau ada. Karena kita berbagi satu bumi yang sama, maka Muhammadiyah memutuskan seluruh dunia masuk bulan baru pada hari yang sama.

2. Pemerintah & NU: Menunggu Bukti di Kamis, 19 Februari 2026

Di sisi lain, Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) dan Nahdlatul Ulama (NU) memegang teguh metode Rukyatul Hilal (pemantauan fisik) yang dipadukan dengan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Kemenag dijadwalkan akan menggelar Sidang Isbat pada Selasa sore, 17 Februari 2026.

Prediksi Sains: Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta BMKG, pada saat matahari terbenam di tanggal 17 Februari tersebut, ketinggian hilal di wilayah Indonesia masih minus atau di bawah ufuk. Artinya? Hilal mustahil terlihat oleh mata manusia maupun teleskop canggih di tanah air. Jika hilal tak terlihat, maka bulan Syakban akan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari. Otomatis, 1 Ramadan akan mundur ke lusa, yakni Kamis, 19 Februari 2026.

Mengapa Bisa Beda? Analogi Sederhana “Pesawat Terbang”

Agar lebih mudah dipahami, bayangkan kita sedang menunggu pesawat (hilal) mendarat.

  • Metode Hisab (Muhammadiyah): Mereka melihat jadwal penerbangan di sistem komputer. “Di sistem tertulis pesawat sudah mendarat di bandara New York, berarti hari ini pesawat sudah ada di bumi.” Maka, mereka memutuskan besok sudah mulai puasa.
  • Metode Rukyat (Pemerintah/NU): Mereka memilih berdiri di bandara Soekarno-Hatta dan melihat ke langit. “Saya belum melihat pesawatnya mendarat di sini. Meski di New York sudah ada, tapi di langit kita belum nampak.” Maka, mereka menunggu satu hari lagi sampai pesawat benar-benar terlihat di cakrawala kita.

Keduanya menggunakan ilmu pengetahuan, hanya berbeda dalam kriteria pembuktian.

Tips Persiapan Menyambut Ramadan 2026

Terlepas dari tanggal berapa Anda memulai, esensi Ramadan tetaplah sama. Berikut adalah checklist singkat agar Ramadan Anda tahun ini lebih berkualitas:

  1. Bayar Utang Puasa (Qadha): Ini adalah deadline terakhir! Jika Anda masih punya utang puasa tahun lalu, segera lunasi sebelum pertengahan Februari.
  2. Digital Detox: Mulai kurangi scrolling media sosial yang tidak perlu. Ganti algoritma TikTok atau Instagram Anda dengan konten-konten mindfulness atau ceramah singkat.
  3. Siapkan Fisik: Cuaca Februari 2026 yang diprediksi masih diwarnai hujan menuntut imun tubuh ekstra. Mulai konsumsi vitamin dan kurangi gorengan sejak sekarang.

Menteri Agama diprediksi akan kembali menyerukan pesan toleransi dalam Sidang Isbat nanti. Perbedaan awal puasa di Indonesia adalah hal lumrah yang justru memperkaya khazanah keberagaman kita.

Jadi, mau ikut Muhammadiyah di hari Rabu atau menunggu Pemerintah di hari Kamis? Pilihan ada di tangan keyakinan Anda masing-masing. Yang terpenting, jangan sampai perdebatan tanggal membuat kita lupa mempersiapkan hati.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |