Mobil Listrik China Sepenuhnya Jadi Raja Jalanan Indonesia

7 hours ago 10

Selular.ID – Hanya dalam lima tahun terakhir, kendaraan listrik (EV) buatan China telah mencapai dominasi besar di Indonesia—menguasai sekitar 90% pasar—berkat harga yang sangat kompetitif, desain yang stylish, dan investasi agresif dalam manufaktur lokal.

Merek-merek besar seperti BYD, Wuling, dan Chery mengungguli para pesaing dengan menyediakan pilihan yang terjangkau dan berteknologi canggih yang selaras dengan tujuan Indonesia untuk menjadi pusat EV regional.

Tak dapat dipungkiri, faktor harga memiliki peran vital di tengah cepatnya China menguasai pasar Indonesia. Bisa dibilang harga mobil listrik yang dibandrol oleh merek-merek China, tak mampu ditandingi oleh produsen mobil listrik dari Jepang dan Eropa.

Wuling Air EV, seringkali dibanderol di bawah Rp 200 juta (sekitar US$12.300), jauh lebih murah daripada alternatif buatan Barat atau Jepang.

Begitu pun dengan BYD Atto 1. Varian yang uga dikenal sebagai BYD Yuan Up/E2, menawarkan harga yang sangat terjangkau di Indonesia, mulai dari Rp 199 juta (OTR Jakarta) pada April 2026.

City car listrik ini menonjolkan fitur keselamatan, jarak tempuh hingga 380 km, dan harga yang bersaing dengan mobil LCGC. Harga yang relatif terjangkau, membuat BYD Atto 1 menjadi salah satu model terlaris di segmen kelas pemula (entry level).

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Baca Juga: Klaim Uji Coba Lebih Dari 150 Ribu Kilometer, BYD Siap Produksi Masal Kendaraan Full Otonom

Selain keunggulan harga, mobil China juga memiliki keunggulan dalam rantai pasokan dan investasi lokal. Saat ini produsen-produsen China mengendalikan rantai pasokan bahan baku yang penting dan berinvestasi besar-besaran di industri nikel Indonesia—yang sangat penting untuk baterai—di bawah inisiatif seperti proyek “Dragon”.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah teknologi tinggi dan desain yang menarik. Meski harganya relatif terjangkau, merek-merek China menawarkan fitur-fitur modern dan berteknologi tinggi serta desain ramping yang menarik bagi konsumen perkotaan Indonesia.

Demi memperkuat pasar, perusahaan-perusahaan China tidak hanya memasok mobil tetapi juga berinvestasi dalam manufaktur dan infrastruktur baterai, menciptakan ekosistem lokal yang lengkap.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia menawarkan insentif pajak yang signifikan untuk mobil listrik dan telah menandatangani perjanjian bilateral yang kuat dengan China untuk mempercepat transfer teknologi dan produksi lokal.

Dukungan pemerintah terhadap pentingnya keberadaan mobil listrik, bahkan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo. Tujuannya untuk mendorong kemandirian bangsa, agar tidak terus bergantung pada impor BBM (Bahan Bakar Minyak).

Saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik VKTR di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026), Prabowo mendorong penggunaan kendaraan listrik bersamaan dengan pemanfaatan sumber energi terbarukan lain, seperti pengolahan kelapa sawit dan minyak jelantah menjadi avtur.

Dengan beragam keunggulan yang sulit dikejar produsen dari negara lainnya, khususnya Jepang yang selama ini mendominasi pasar otomotif Indonesia, tak heran jika penjualan mobil-mobil listrik buatan China terus meroket.

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil listrik nasional periode tiga bulan awal 2026 masih cukup menjanjikan, meski Maret terjadi penurunan menjadi 10.572 unit, dibandingkan Februari 12.314 unit.

Kendati begitu, penjualan Januari-Maret 2026 tercatat naik signifikan sebanyak 95,9 persen jadi 33.150 unit. Padahal periode tiga bulan awal tahun lalu baru mencapai 16.926 unit.

Data Gaikindo mengungkapkan, 10 mobil listrik terlaris Indonesia pada Maret 2026 adalah Jaecoo J5 (2.959 unit), BYD Sealion 07 (1.236 unit), BYD M6 (976 unit), Geely X2 (949 unit), BYD Atto 1 (672 unit), Denza D9 (455 unit), Wuling Darion EV (301 unit), VinFast VF3 (258 unit), AION V (238 unit), AION UT (242 unit).

Sukses menyodok posisi teratas, menjadi kejutan tersendiri. Pasalnya, ini adalah kali pertama bagi Jaecoo mampu menjadi market leader di tengah persaingan ketat dengan merek-merek top lainnya, yang sudah duluan popular di Indonesia.

Tanda-tanda Jaecoo bisa mendobrak pasar, sebenarnya telah tercermin sejak peluncurannya pada 19 Agustus 2025.

Jaecoo J5 EV adalah SUV listri kompak yang unggul dengan kombinasi harga yang “super” gila (mulai Rp200 jutaan) dengan baterai besar 60,9 kWh.

Keunggulan utamanya meliputi pengisian cepat 30-80% dalam 28 menit, performa 210 PS, fitur keselamatan 17 ADAS, serta desain kokoh dengan ground clearance 200 mm.

Dengan desain stylish, jarak tempuh Jaecoo J5 EV mencapai hingga 534 km, pengisian daya cepat 130 kW, kabin luas dengan 35 kompartemen, 17 fitur ADAS (Advanced Driver Assistance Systems) dan 6 airbags untuk keselamatan maksimal.

Dengan beragam keunggulan itu, Jaecoo J5 EV menahbiskan diri sebagai raja baru mobil listrik di Indonesia.

Baca Juga: BYD Kalahkan Tesla di Penjualan Global Mobil Listrik 2025

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |