Nabire, 5 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire resmi meresmikan Asrama Anak-Anak Auye yang berlokasi di Sanoba Bawah, Kabupaten Nabire, Sabtu (4/7/2026). Kehadiran asrama tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan bagi generasi muda Suku Auye sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) masyarakat adat di Kabupaten Nabire.
Peresmian berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan dihadiri oleh Bupati Nabire Mesak Magai, S.Sos., M.Si., tokoh adat, tokoh gereja, pengurus yayasan, serta masyarakat dari berbagai wilayah. Fasilitas ini diharapkan menjadi tempat tinggal yang layak bagi anak-anak Auye yang menempuh pendidikan di Kota Nabire sehingga mereka dapat belajar dengan lebih nyaman dan fokus.
Dalam sambutannya, Bupati Nabire Mesak Magai menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama sehingga pembangunan asrama tersebut dapat terealisasi. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, yayasan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi muda Papua, khususnya Suku Auye.

Mesak Magai menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan masyarakat. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Nabire terus berupaya membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi seluruh masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah-wilayah yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Ia menjelaskan bahwa Suku Auye merupakan salah satu suku asli di Kabupaten Nabire yang selama bertahun-tahun menghadapi tantangan dalam memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, maupun pembangunan. Namun, seiring meningkatnya perhatian pemerintah daerah, gereja, dan berbagai elemen masyarakat, kondisi tersebut mulai mengalami perubahan.

Menurutnya, semakin banyak anak-anak Auye yang kini memperoleh kesempatan bersekolah hingga ke jenjang pendidikan tinggi. Pemerintah berharap perkembangan tersebut dapat terus berlanjut sehingga lahir generasi muda yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Bupati juga mengenang awal masa kepemimpinannya setelah dilantik pada 8 Desember 2021. Saat itu, salah satu program prioritas yang langsung mendapat perhatian adalah membuka akses pendidikan bagi masyarakat di daerah-daerah yang masih tertinggal, termasuk bagi anak-anak dari Suku Auye.

“Pemerintah Nabire dari delapan suku selama ini belum banyak memberikan perhatian kepada masyarakat Auye. Dahulu mereka dianggap asing, tetapi sekarang tidak lagi. Mereka juga ingin maju di bidang kesehatan dan pendidikan. Saat ini sudah ada putra Auye yang meraih gelar Magister (S2) dan beberapa orang telah menjadi sarjana. Ke depan, apabila semakin banyak anak-anak Auye yang lulus sekolah, pemerintah bersama Dinas Pendidikan akan membangun asrama lagi dan tahun ini juga akan membantu menyediakan bus sekolah,” ujar Mesak Magai.
Pernyataan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir. Komitmen pemerintah untuk terus menambah fasilitas pendidikan dinilai menjadi harapan baru bagi keluarga-keluarga di wilayah pedalaman yang selama ini menghadapi kendala biaya maupun tempat tinggal ketika anak-anak mereka harus melanjutkan pendidikan di Kota Nabire.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Suku Auye, Biles Iyampa, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nabire atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Auye.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Nabire. Selama pergantian kepemimpinan dari bupati ke bupati, baru kali ini kami benar-benar merasakan perhatian. Melalui kerja sama antara yayasan dan pemerintah daerah, akhirnya asrama ini dapat terwujud,” kata Biles.
Menurutnya, pembangunan asrama bukan sekadar menghadirkan sebuah bangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol kepedulian pemerintah terhadap masa depan generasi muda Auye. Selama ini banyak anak-anak yang memiliki semangat belajar tinggi, namun harus menghadapi berbagai keterbatasan ketika melanjutkan pendidikan di pusat kota.
Dengan adanya fasilitas tersebut, para pelajar diharapkan memiliki lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan kondusif. Asrama juga diyakini dapat membantu mengurangi beban orang tua, terutama mereka yang berasal dari kampung-kampung yang letaknya jauh dari pusat pendidikan.
Biles berharap anak-anak Auye dapat memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan dengan sebaik-baiknya. Ia mengajak seluruh penghuni asrama untuk menjaga disiplin, rajin belajar, serta tetap menghormati nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang diwariskan oleh para leluhur.
Pembangunan asrama ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Orang Asli Papua melalui pemerataan akses pendidikan. Keberadaan tempat tinggal yang layak bagi para pelajar dinilai sangat penting untuk mengurangi angka putus sekolah sekaligus meningkatkan peluang mereka menyelesaikan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
Di berbagai wilayah Papua, keterbatasan akses transportasi, jarak yang jauh dari sekolah, hingga minimnya fasilitas penunjang masih menjadi tantangan dalam dunia pendidikan. Karena itu, penyediaan asrama pelajar menjadi salah satu solusi yang banyak dikembangkan pemerintah daerah guna memastikan anak-anak dari kampung-kampung terpencil tetap dapat mengenyam pendidikan secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Nabire berharap keberadaan Asrama Anak Auye dapat menjadi contoh bagi pengembangan fasilitas pendidikan serupa bagi masyarakat adat lainnya di wilayah Nabire. Kolaborasi antara pemerintah, yayasan, tokoh adat, gereja, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat agar semakin banyak anak-anak Papua memperoleh kesempatan belajar yang setara.

Peresmian Asrama Anak Auye di Sanoba Bawah menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama membangun masa depan generasi muda melalui pendidikan. Dengan dukungan fasilitas yang memadai serta perhatian berkelanjutan dari berbagai pihak, diharapkan semakin banyak putra-putri Auye yang mampu meraih pendidikan tinggi, kembali membangun kampung halaman, dan berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Nabire serta Tanah Papua.
[Nabire.Net/Marten Dogomo]

13 hours ago
3

















































