Selular.ID – Qualcomm Incorporated, pembuat chipset mobile asal Amerika Serikat, disebut tengah menyiapkan seri Snapdragon 8 Elite Gen 6, generasi penerus Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang diperkirakan akan tersedia dalam dua varian berbeda — standar dan Pro — yang memiliki perbedaan signifikan dalam performa dan kemungkinan harga saat diluncurkan pada 2026.
Laporan ini berasal dari bocoran informasi yang dikumpulkan oleh media teknologi dan sumber leaker industri semikonduktor.
Dalam bocoran awal yang dirilis pada 9 Februari 2026, varian Snapdragon 8 Elite Gen 6 standar dan Elite Gen 6 Pro dilaporkan sedang dalam tahap pengembangan oleh Qualcomm, dibangun di atas proses fabrikasi TSMC N2P yang lebih canggih dari generasi sebelumnya.
Varian Pro diproyeksikan memiliki dukungan memori LPDDR6, konfigurasi GPU lebih kuat, dan kemungkinan clock speed yang lebih tinggi dibandingkan versi standar, yang diprediksi hanya mendukung memori LPDDR5X serta konfigurasi hardware yang lebih sederhana.
Perbedaan tersebut diperkirakan akan menciptakan jurang performa nyata antara kedua varian ini. Menurut laporan PhoneArena pada 9 Februari 2026, bocoran dari leaker Digital Chat Station menyatakan bahwa varian standar kemungkinan akan ditempatkan di perangkat kelas flagship utama, seperti Samsung Galaxy S27, sedangkan varian Pro akan ditujukan untuk model premium ultra-high-end seperti Galaxy S27 Ultra atau perangkat serupa.
Perbedaan memori dan GPU ini berimplikasi pada potensi harga perangkat akhir di pasar. Varian Pro yang dilaporkan mendukung memori LPDDR6 yang lebih cepat dan konfigurasi GPU yang lengkap diperkirakan akan muncul pada perangkat dengan harga lebih tinggi, sedangkan versi standar dengan LPDDR5X akan berada di perangkat flagship kelas utama dengan harga yang lebih sedikit terjangkau.
Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa varian Pro Snapdragon 8 Elite Gen 6 dapat mencapai clock speed yang sangat tinggi — dalam tes awal internal Qualcomm bahkan disebut-sebut sempat mendekati atau mencapai rentang 5 GHz hingga 6 GHz — meskipun rincian resmi untuk kecepatan ini masih perlu dikonfirmasi. Proyeksi ini berasal dari informasi yang dikumpulkan terkait penggunaan teknologi disipasi panas tingkat lanjut yang memungkinkan stabilitas frekuensi tinggi.
Strategi Qualcomm menghadirkan dua varian ini mencerminkan tren segmentasi chipset flagship yang semakin tajam di industri smartphone. Pendekatan ini memberi fleksibilitas bagi produsen perangkat untuk menyesuaikan solusi silicon dengan segmen produk mereka — dari flagship standar sampai kelas ultra-premium — tanpa harus menunggu generasi yang benar-benar berbeda.
Pipeline rencana Qualcomm ini juga menunjukkan dinamika persaingan yang ketat di industri semikonduktor. Qualcomm bersaing tidak hanya dengan Apple Inc. dalam segmen tertinggi perangkat mobile tetapi juga dengan rival seperti MediaTek dalam menghadirkan teknologi fabrikasi dan performa tinggi.
Arsitektur generasi berikutnya dari Snapdragon 8 Elite diperkirakan akan mempertahankan struktur inti CPU yang dikembangkan sendiri oleh Qualcomm dan akan terus ditingkatkan performanya melalui proses manufaktur yang lebih maju. Proses fabrikasi TSMC N2P dilaporkan menawarkan peningkatan efisiensi energi dan potensi performa dibandingkan generasi sebelumnya, menjanjikan daya saing tinggi di segmen flagship.
Dalam konteks ini, varian standar Gen 6 diposisikan sebagai pilihan utama untuk perangkat flagship utama, sedangkan Gen 6 Pro siap menjadi dasar bagi model teratas dengan kemampuan kinerja yang lebih tinggi. Perbedaan ini diperkirakan akan semakin kentara saat perangkat yang menggunakan chipset ini mulai diumumkan oleh merek smartphone sepanjang 2026.
Rincian lengkap resmi dari Qualcomm mengenai tanggal peluncuran, spesifikasi final, dan adopsi di perangkat spesifik masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pabrikan chipset maupun mitra OEM. Informasi ini penting bagi pembuat perangkat dan konsumen untuk memahami bagaimana varian baru ini akan membentuk lanskap flagship Android di tahun mendatang.
Baca Juga: Qualcomm Rilis Pendapatan di Q1 2026, Akui Tantangan Pasokan Memori Kian Meningkat













































