Tembus Pasar Jepang: 4 Startup BEKUP Global Scale-Up Siap Unjuk Gigi di SusHi Tech Tokyo 2026

12 hours ago 13

Techdaily.id – Ekosistem teknologi Indonesia kembali membuktikan taringnya di kancah internasional. Melalui kolaborasi strategis antara Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf)/Badan Ekonomi Kreatif dan KUMPUL, empat startup terbaik terpilih untuk bertarung di ajang Sustainable High-City Technology (SusHi Tech) Tokyo 2026.

Langkah besar ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan misi strategis bertajuk BEKUP Global Scale-Up. Program ini dirancang khusus sebagai akselerator bagi startup nasional yang ingin melakukan ekspansi pasar (go global), khususnya membidik pasar Jepang yang dikenal memiliki standar kualitas tinggi.

Diplomasi Digital di Negeri Sakura

Keikutsertaan delegasi Indonesia ini merupakan tindak lanjut konkret dari kunjungan kerja Presiden RI ke Tokyo pada Maret 2026 lalu. Fokus utamanya jelas: memperkuat kerja sama di sektor ekonomi digital, industri semikonduktor, dan pengembangan Artifisial Intelligence (AI).

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa ajang yang diikuti lebih dari 700 startup dari 100 negara ini adalah peluang besar untuk memperkuat posisi Indonesia. “Partisipasi Indonesia dalam forum ini juga merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia ke Tokyo pada Maret 2026, khususnya dalam memperkuat kerja sama Indonesia – Jepang di bidang ekonomi digital, semikonduktor, dan kecerdasan buatan (AI). Melalui keikutsertaan ini, Kementerian Ekonomi Kreatif berupaya mengakselerasi realisasi investasi melalui fasilitasi business matching, penjajakan deal pipeline, serta mendorong konversi potensi kerja sama menjadi komitmen investasi nyata seperti MoU dan LoI.”

Seleksi Ketat dengan Standar Global

Untuk bisa terbang ke Tokyo, jalannya tidak mudah. Sejak dimulai pada Februari 2026, program BEKUP Global Scale-Up berhasil menarik 125 pendaftar dari seluruh Indonesia. Proses seleksi menyaring mereka menjadi Top 10, hingga akhirnya terpilih empat startup final.

Kementerian Ekraf bahkan melibatkan kurator ahli langsung dari Jepang, seperti Creww Inn dan TechShake. Tujuannya agar inovasi yang dibawa benar-benar memiliki market-fit yang tinggi terhadap kebutuhan industri global di sana.

sushi tech tokyo 2026 2

4 Inovator yang Membawa Solusi untuk Dunia

Keempat startup yang terpilih menunjukkan betapa beragamnya solusi teknologi dari kreator lokal kita:

  1. BELL LIVING LAB: Inovator biomaterial yang menyulap limbah pertanian (terutama kopi) menjadi material berkinerja tinggi untuk industri fashion dan furnitur.
  2. GAPAI: Platform HR Tech yang menjembatani tenaga kerja migran Indonesia dengan pemberi kerja global melalui jalur yang legal dan terstruktur.
  3. IJO: Startup biofertility yang memanfaatkan rumput laut lokal untuk menciptakan alternatif pupuk sintetis yang lebih ramah lingkungan.
  4. SPUN: Platform infrastruktur visa berbasis AI yang membereskan kerumitan birokrasi visa bagi individu maupun bisnis di Asia Tenggara.

Baca Juga: Komdigi Siapkan Aturan Baru: Beli HP Bekas Harus Balik Nama, Ini Berita Selengkapnya!

Target Ekonomi: Investasi hingga USD 5 Juta

Partisipasi Indonesia di Tokyo membawa target yang ambisius namun sangat mungkin dicapai. Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf, Muhammad Neil El Himam, memproyeksikan dampak nyata bagi ekonomi nasional:

“Kami membidik 20 – 32 pertemuan bisnis dengan potensi 12–22 kerja sama, serta peluang transaksi awal senilai USD 1 hingga 5 juta. Di saat yang sama, partisipasi ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan visibilitas Indonesia, memperluas jejaring kolaborasi dengan mitra internasional, serta membuka peluang kerja sama lanjutan antarnegara.”

Senada dengan hal tersebut, Founder and Chairperson KUMPUL.ID, Faye Wongso, berharap akses pasar yang terbuka di Tokyo bisa menjadi bahan bakar pertumbuhan jangka panjang bagi para peserta.

“Tentu harapannya nanti di sana mereka bisa mendapatkan dan akses pasar yang lebih luas atau bahkan mendapatkan bisnis partner atau investasi kepada untuk pengembangan mereka.”

Delegasi dijadwalkan terbang ke Jepang pada 26 April 2026. Selama di sana, mereka tidak hanya sekadar pameran, tapi juga mengikuti Offline Business Matchmaking yang sudah disusun rapi oleh tim KUMPUL dan Kementerian Ekraf.

Dukungan dari lembaga seperti JETRO dan JICA yang turut hadir dalam pelepasan delegasi menunjukkan bahwa hubungan teknologi Indonesia-Jepang kini semakin erat. Kita tunggu saja gebrakan dari Bell Living Lab, Gapai, Ijo, dan Spun di panggung SusHi Tech Tokyo 2026 nanti.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |