Selular.ID – Xiaomi resmi mengonfirmasi Sky Nomad sebagai identitas baru untuk lini kendaraan yang berfokus pada SUV berukuran besar dengan teknologi Extended-Range Electric Vehicle (EREV).
Pengumuman tersebut disampaikan pada 8 Juli 2026 melalui akun resmi Xiaomi EV di China, menandai ekspansi bisnis otomotif perusahaan di luar kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV).
Sky Nomad menjadi langkah strategis Xiaomi untuk memasuki segmen kendaraan keluarga premium yang mengutamakan ruang kabin luas, kenyamanan perjalanan jarak jauh, dan fleksibilitas penggunaan.
Langkah ini memperluas portofolio Xiaomi Auto yang sebelumnya hanya terdiri dari sedan SU7, SU7 Ultra, dan SUV listrik YU7.
Melalui unggahan resminya, Xiaomi memperkenalkan Sky Nomad sebagai “nama baru tentang ruang dan kehidupan”.
Meski perusahaan belum menjelaskan secara rinci apakah Sky Nomad akan menjadi merek independen atau sekadar seri produk baru di bawah Xiaomi EV, pengumuman tersebut menjadi konfirmasi pertama setelah berbulan-bulan beredar spekulasi mengenai proyek SUV EREV perusahaan.
Ekspansi ke kendaraan EREV menunjukkan perubahan strategi Xiaomi di industri otomotif.
Berbeda dengan kendaraan listrik murni, sistem Extended-Range Electric Vehicle menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi ulang baterai ketika kapasitas daya mulai berkurang.
Pendekatan ini memungkinkan kendaraan menawarkan jarak tempuh lebih panjang tanpa sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian daya.
Strategi tersebut dinilai relevan dengan perkembangan pasar otomotif China, di mana permintaan terhadap kendaraan EREV terus meningkat, khususnya pada segmen SUV keluarga.
Xiaomi sebelumnya dikenal berfokus pada mobil listrik berbasis baterai, namun kini memperluas pilihan teknologi agar dapat menjangkau lebih banyak konsumen.
Model pertama yang akan menggunakan identitas Sky Nomad diperkirakan adalah N90, sebuah SUV full-size yang sebelumnya beberapa kali tertangkap kamera saat menjalani pengujian jalan di China.
Kendaraan ini dikabarkan menggunakan mesin bensin turbo 1,5 liter sebagai range extender yang memasok energi ke baterai dan motor listrik tanpa menggerakkan roda secara langsung.
Berdasarkan informasi yang beredar dari sumber industri di China, Sky Nomad N90 diproyeksikan membawa baterai berkapasitas lebih dari 70 kWh dengan kemampuan menempuh sekitar 400 hingga 500 kilometer menggunakan tenaga listrik murni.
Ketika dipadukan dengan sistem EREV, total jarak tempuh kendaraan disebut dapat melampaui 1.500 kilometer, menjadikannya salah satu SUV dengan daya jelajah terpanjang di kelasnya.
Dari sisi desain, N90 mengusung dimensi sekitar 5,3 meter dengan jarak sumbu roda sekitar 3,1 meter.
Xiaomi diperkirakan akan menawarkan konfigurasi lima maupun tujuh kursi untuk menyasar kebutuhan keluarga dan perjalanan jarak jauh.
Beberapa unit uji yang terlihat di jalan juga telah menggunakan sensor LiDAR di bagian atap, mengindikasikan dukungan sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS).
Segmen yang dibidik Sky Nomad berbeda dengan lini SU7 maupun YU7 yang lebih menonjolkan karakter sporty.
Xiaomi menempatkan Sky Nomad sebagai kendaraan yang mengedepankan ruang kabin luas, kenyamanan, serta aktivitas luar ruang.
Beberapa laporan bahkan menyebut perusahaan akan menghadirkan berbagai produk ekosistem pendukung bertema outdoor untuk melengkapi pengalaman penggunaan kendaraan tersebut.
Kehadiran Sky Nomad juga memperlihatkan ambisi Xiaomi memperkuat bisnis otomotifnya sebagai sumber pertumbuhan baru.
Perusahaan mulai memasuki industri kendaraan listrik ketika pertumbuhan pasar smartphone dan perangkat elektronik konsumen melambat.
Dalam dua tahun terakhir, lini kendaraan Xiaomi berkembang menjadi salah satu kontributor pendapatan baru perusahaan, meski bisnis otomotif masih membutuhkan investasi besar dengan margin keuntungan yang relatif lebih rendah dibandingkan bisnis elektronik.
Di pasar domestik China, Xiaomi saat ini memosisikan produknya sebagai alternatif kendaraan listrik berteknologi tinggi yang bersaing dengan merek seperti Tesla.
Kehadiran Sky Nomad memperluas persaingan tersebut ke segmen SUV keluarga premium yang selama ini didominasi produsen seperti Li Auto dan Aito.
Meski telah mengonfirmasi nama Sky Nomad, Xiaomi belum mengumumkan jadwal peluncuran resmi maupun spesifikasi final kendaraan pertamanya.
CEO Xiaomi Lei Jun hanya menyampaikan bahwa lini baru tersebut akan segera diperkenalkan kepada publik.
Berdasarkan berbagai laporan industri, debut perdana SUV Sky Nomad diperkirakan berlangsung pada paruh kedua 2026 sebelum Xiaomi memulai ekspansi bisnis kendaraan listriknya ke pasar Eropa pada tahun berikutnya.
Baca Juga: Layanan 4G Yang Akan Booming



















































