Selular.id – Harga smartphone mengalami kenaikan, tidak hanya secara global, tetapi juga di Indonesia.
Dari pantuan Selular, sejumlah pedagang smartphone di Indonesia juga mengeluh dengan kenaikan yang terjadi dalam beberapa pekan ini.
Kenaikan harga smartphone ini pertama dikarenakan kelangkaan memori untuk pasokan smartphone atau handphone (HP).
Kelangkaan ini karena lonjakan permintaan memori untuk pasokan kecerdasan buataan atau artificial intelligence (AI).
Baca juga:
- Strategi Nubia Menangkan Pasar HP Gaming di Tengah Kelangkaan Chip Memori
- Penjualan PS5 Anjlok Tajam, Kelangkaan Komponen Memori Jadi Biang Keladi
Langkanya memori ini juga diakui oleh Aryo Meidianto, PR Manager PT TDI (distributor Honor di Indonesia).
Aryo menyebut dengan adanya kejadian ini, Honor telah melakukan sejumlah strategi supaya produk-produknya tetap diminati masyarakat dan harganya tetap kompetitif.
Salah satu strategi itu tentu saja menggunakan analisis pasar hingga mengukur presentase jumlah produk yang bisa terserap ke para konsumen.
“Sebelum bawa satu produk ke Indonesia, kami sudah tentukan jumlah pastinya sampai produk itu selesai (end of life). Hitungan ini menggunakan data dari model/perangkat sebelumnya, bukan tebak-tebakan,” ujarnya kepada Selular, Kamis (18/6/2026).
“Kenapa ini penting? Karena ketika stok kurang barang kurang, Honor akan terpaksa produksi ulang di tengah jalan. Nah, di kondisi ini, biaya produksi sudah naik karena faktor rupiah melemah setiap minggu dan kenaikan harga pentimpanan dan RAM akibat kelangkaan. Akibatnya, harga jual ikut melonjak,” sambungnya.
Wajib Lakukan Strategi Presisi
Aryo menambahkan Honor tidak ingin jika analisis jumlah produk yang nantinya terserap ke konsumen tidak presisi dengan kenyataannya.
Pasalnya, ada sejumlah dampak fatal jika hitungan tersebut tidak presisi yang membuat harga jual produk akan ikut naik.
“Dengan kalkulasi yang presisi, kami berusaha menghindari produksi ulang. Hasilnya? biaya tetap terkendali, harga tetap kompetitif, dan konsumen nggak kena dampak fluktuasi kurs,” ungkapnya.
Hal tersebut yang menurut Aryo membuat harga smartphone Honor masih bisa ramah di kantong di tengah kelangkaan memori yang terjadi.
“Ini yang membuat Honor berbeda dari merek lainnya. Bukan sekadar menghadirkan perangkat murah, namun tetap stabil dan terencana,” tandasnya.


















































