DJI Avata 360 Hadirkan Drone FPV 8K 360° di Indonesia Seharga 10 Jutaan

9 hours ago 11

Selular.ID – DJI pada 27 Maret 2026 resmi memperkenalkan DJI Avata 360 di Indonesia sebagai drone flagship terbaru yang menggabungkan perekaman video 360° hingga resolusi 8K dengan pengalaman terbang FPV (first-person view).

Perangkat ini dirancang untuk kreator konten dan filmmaker yang membutuhkan fleksibilitas pengambilan gambar dari berbagai sudut dalam satu kali penerbangan.

Peluncuran ini menandai penguatan posisi DJI di segmen drone kreatif dengan pendekatan yang menggabungkan teknologi imaging resolusi tinggi dan sistem penerbangan imersif.

Avata 360 mengusung sensor setara 1 inci (1-inch-equivalent sensors) yang memungkinkan perekaman video 8K/60fps HDR serta foto hingga 120MP, memberikan detail tinggi baik pada area terang maupun bayangan.

CEO Erajaya Active Lifestyle, mitra distribusi resmi DJI di Indonesia, Djohan Sutanto menyatakan bahwa Avata 360 menghadirkan terobosan dalam produksi konten udara.

Ia menekankan bahwa integrasi kamera 360° dengan sistem FPV membuka peluang eksplorasi visual yang lebih luas dalam satu pengambilan gambar.

Secara teknis, DJI Avata 360 dilengkapi dua mode pengambilan gambar. Mode 360° memanfaatkan sensor besar untuk menghasilkan footage menyeluruh yang dapat diolah ulang (reframe) dalam proses pascaproduksi.

Sementara itu, Single Lens Mode memungkinkan perekaman konvensional dengan resolusi 4K/60fps, memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang membutuhkan format video standar.

Untuk mendukung stabilitas dan kualitas transmisi, perangkat ini menggunakan sistem O4+ video transmission.

Teknologi ini memungkinkan pengiriman video secara real-time dengan resolusi hingga 1080p/60fps dan jangkauan maksimal hingga 20 kilometer, sekaligus dilengkapi kemampuan anti-interferensi untuk menjaga kualitas sinyal selama penerbangan.

Dari sisi keamanan, Avata 360 mengadopsi sistem omnidirectional obstacle sensing, yaitu teknologi sensor yang mampu mendeteksi rintangan dari berbagai arah.

Fitur ini membantu meningkatkan keselamatan penerbangan, terutama bagi pengguna yang melakukan manuver di lingkungan kompleks atau saat terbang dengan mode FPV.

Drone ini juga menawarkan waktu terbang hingga 23 menit serta dilengkapi pelindung baling-baling terintegrasi.

DJI turut menghadirkan desain modular pada bagian lensa depan yang dapat diganti secara mandiri menggunakan kit khusus, sehingga mempermudah perawatan tanpa perlu mengirim perangkat ke pusat servis.

Dalam aspek perangkat lunak, DJI mengintegrasikan berbagai fitur berbasis kecerdasan buatan melalui aplikasi DJI Fly dan DJI Studio.

Fitur seperti ActiveTrack 360° memungkinkan pelacakan subjek secara otomatis, sementara Spotlight Free membantu mengunci objek bergerak untuk menghasilkan pergerakan kamera yang lebih sinematik.

Pengguna juga dapat memanfaatkan fitur One Tap Editing dan GyroFrame untuk mengatur ulang sudut pandang dari footage 360°, serta Gimbal Virtual yang memungkinkan rotasi kamera tanpa batas dalam ruang virtual.

Pendekatan ini memberikan fleksibilitas tinggi dalam proses editing, di mana satu rekaman dapat diolah menjadi berbagai sudut pandang berbeda.

DJI Avata 360 dilengkapi penyimpanan internal sebesar 42 GB yang mampu merekam hingga 30 menit video 8K tanpa kartu microSD.

Transfer data juga didukung teknologi Wi-Fi 6 dengan kecepatan hingga 100 MB per detik, memungkinkan pemindahan file secara cepat ke perangkat pengguna.

Dari sisi kontrol, drone ini kompatibel dengan berbagai perangkat seperti DJI RC 2, RC-N2, dan RC-N3, serta dapat dipadukan dengan DJI Goggles dan motion controller untuk menghadirkan pengalaman FPV yang lebih imersif.

Kombinasi ini memungkinkan pengguna, termasuk pemula, untuk melakukan manuver kompleks seperti drifting dengan lebih mudah.

DJI Avata 360 sudah tersedia di Indonesia melalui pre-order di berbagai kanal penjualan resmi.

Varian DJI RC 2 dibanderol Rp10.799.000, sementara paket Fly More Combo dan Motion Fly More Combo masing-masing ditawarkan seharga Rp13.456.000.

Kehadiran Avata 360 mencerminkan tren pengembangan drone yang semakin mengarah pada integrasi antara hardware imaging canggih dan perangkat lunak berbasis AI.

DJI menempatkan perangkat ini sebagai solusi kreatif yang tidak hanya meningkatkan kualitas visual, tetapi juga menyederhanakan proses produksi konten udara bagi berbagai kalangan pengguna.

Baca Juga: GoPro Lesu, DJI Makin Percaya Diri di Pasar Kamera Action

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |