Selular.ID – WhatsApp pada Maret 2026 mengumumkan serangkaian pembaruan fitur yang dirancang untuk meningkatkan pengelolaan penyimpanan, fleksibilitas penggunaan akun, serta kemudahan migrasi data lintas perangkat.
Pembaruan ini mencakup fitur penghapusan file besar dalam obrolan, dukungan multi-akun di iOS, hingga transfer riwayat chat dari iOS ke Android.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Meta dalam memperkuat pengalaman pengguna di tengah meningkatnya kebutuhan komunikasi digital yang lebih fleksibel dan efisien.
WhatsApp menyebutkan bahwa percakapan kini tidak hanya berisi pesan teks, tetapi juga foto, video, dan dokumen yang terus bertambah, sehingga memerlukan pengelolaan yang lebih cerdas.
Dalam keterangan resminya, WhatsApp menjelaskan bahwa fitur-fitur baru ini dirancang untuk membantu pengguna tetap terorganisir, memisahkan kebutuhan personal dan profesional, serta menjaga percakapan tetap relevan tanpa harus mengorbankan data penting.
Salah satu pembaruan utama adalah fitur pengelolaan penyimpanan yang kini terintegrasi langsung dalam setiap obrolan.
Pengguna dapat mengakses opsi “Kelola penyimpanan” melalui profil chat untuk mengidentifikasi dan menghapus file berukuran besar tanpa harus menghapus seluruh riwayat percakapan.
Pendekatan ini memungkinkan pengguna membersihkan media seperti foto dan video, sementara pesan teks tetap tersimpan.
Fitur ini menjawab tantangan umum pengguna yang sering menghadapi keterbatasan kapasitas penyimpanan perangkat.
Dengan meningkatnya penggunaan konten visual dalam komunikasi sehari-hari, optimalisasi penyimpanan menjadi aspek penting dalam menjaga performa aplikasi tetap stabil.
Selain itu, WhatsApp juga memperluas kemampuan transfer obrolan lintas platform.
Jika sebelumnya migrasi data terbatas pada perangkat dengan sistem operasi yang sama, kini pengguna dapat memindahkan riwayat chat dari iOS ke Android.
Proses ini mencakup pesan, foto, dan video, serta dirancang agar dapat dilakukan langsung dari perangkat tanpa memerlukan layanan pihak ketiga.
Pembaruan lain yang signifikan adalah kehadiran fitur multi-akun di iOS. Fitur ini sebelumnya telah tersedia di Android dan kini diperluas ke pengguna perangkat iPhone.
Dengan fitur ini, pengguna dapat masuk ke dua akun WhatsApp dalam satu perangkat, sehingga tidak perlu lagi menggunakan dua ponsel untuk memisahkan komunikasi pribadi dan pekerjaan.
WhatsApp juga menambahkan indikator visual berupa foto profil di bagian bawah aplikasi untuk membantu pengguna membedakan akun yang aktif.
Di sisi pengalaman pengguna, WhatsApp memperkenalkan peningkatan pada penggunaan stiker.
Sistem kini dapat merekomendasikan stiker berdasarkan emoji yang diketik, memungkinkan pengguna mengganti emoji dengan stiker yang lebih ekspresif hanya dengan satu ketukan.
Fitur ini dirancang untuk mempercepat interaksi sekaligus memperkaya ekspresi dalam percakapan.
Integrasi kecerdasan buatan juga menjadi bagian dari pembaruan ini melalui fitur Meta AI.
Pengguna dapat memanfaatkan Meta AI untuk mengedit foto langsung di dalam chat sebelum dikirim, termasuk menghapus objek yang tidak diinginkan, mengganti latar belakang, atau menerapkan gaya visual tertentu.
WhatsApp mencatat bahwa fitur ini diluncurkan secara bertahap dan belum tersedia untuk seluruh pengguna.
Selain pengolahan gambar, WhatsApp juga meningkatkan fitur bantuan menulis berbasis AI.
Sistem ini dapat menyusun draf balasan berdasarkan konteks percakapan, membantu pengguna merespons pesan dengan lebih cepat tanpa harus mengetik dari awal.
WhatsApp menegaskan bahwa fitur ini tetap mempertahankan aspek privasi percakapan.
Rangkaian pembaruan ini menunjukkan arah pengembangan WhatsApp yang semakin terintegrasi dengan teknologi AI dan kebutuhan penggunaan lintas perangkat.
Dengan basis pengguna global yang besar, peningkatan pada efisiensi penyimpanan, fleksibilitas akun, dan interoperabilitas platform menjadi faktor penting dalam mempertahankan relevansi layanan.
WhatsApp menyatakan bahwa seluruh fitur ini sedang dalam proses peluncuran bertahap dan akan tersedia bagi pengguna secara luas dalam waktu dekat.
Pendekatan bertahap ini umum dilakukan untuk memastikan stabilitas sistem serta kompatibilitas di berbagai perangkat dan wilayah.
Baca Juga: Cara Nonaktifkan WhatsApp agar Centang Satu














































