Selular.ID – Ericsson Indonesia memberikan garansi kepada operator seluler di tanah air mendapatkan hasil maksimal ketika mengadopsi jaringan 5G.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ronni Nurmal, Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia saat penyampaian Ericsson Mobility Report (EMR) Juni 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Ronni mengatakan untuk mengembangkan jaringan 5G ini memang dibutuhkan investasi yang besar, tetapi Ericsson menjamin juga akan memberikan hasil yang besar.
Pasalnya, dengan adanya jaringan 5G ini, Ericsson dapat membantu menjadikan ladang pendapatan baru bagi operator seluler hingga membantu pendapatan perkapita negara.
“Banyak diskusi yang telah kami lakukan dengan operator seluler di Indonesia, dan kami sepakat jaringan 5G ini memang bisa menghasilkan pendapatan baru,” ungkapnya.
Baca juga:
- Setelah Hampir Satu Dekade, CEO Ericsson Borje Ekholm Serahkan Tongkat Estafet, Siapa Penggantinya?
- Masif Dorong Pemanfaatan Jaringan 5G, Ericsson Raih Dua Penghargaan di Selular Award 2026
Dalam Ericsson Mobility Report (EMR) 2026, Ronni juga menyampai sejumlah manfaat jaringan 5G bagi Indonesia, yakni:
Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda
- 5G akan berfungsi sebagai infrastruktur nasional yang penting untuk Indonesia Emas 2045
- 5G memungkinkan AI, Industri 4.0, dan layanan digital baru
- 5G akan menambah lebih dari $41 miliar ke perekonomian Indonesia antara tahun 2024 dan 2030
- Meningkatkan pangsa ekonomi digital menjadi 20% dari PDB nasional
- Jaringan 5G kami akan mendukung digitalisasi perusahaan di Indonesia melalui kasus penggunaan yang didukung oleh 5G dan AI.
- 5G Standalone SA dan arsitektur yang tahan masa depan diperlukan untuk menangani pertumbuhan data.
- Membangun ekosistem inovasi
Jaringan Tangguh Indonesia
Ronni menambahkan bagi Indonesia, membangun jaringan yang tangguh dan siap menghadapi kebutuhan masa depan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada terciptanya ekosistem pemasok yang sehat, kompetitif, dan berstandar global.
“Dengan fondasi tersebut, Indonesia dapat menjaga keberlanjutan layanan, mempercepat inovasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Selain itu, Ericsson berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan 5G melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Ketersediaan spektrum yang memadai dan terjangkau akan menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat transformasi digital nasional dan mewujudkan visi Indonesia Digital 2045,” lanjutnya.
Paket berbasis kecepatan untuk fixed wireless access (FWA) juga semakin diminati sebagai strategi monetisasi oleh operator.
Daya tarik layanan FWA cukup luas, karena dapat diterapkan di berbagai kondisi pasar, mencakup pasar dengan penetrasi fiber yang tinggi (lebih dari 95 persen) hingga mencapai lebih hingga pasar dengan ARPU rendah seperti India.
Meski adopsi FWA di sebagian wilayah Asia Tenggara masih relatif terbatas, kawasan ini memiliki potensi jangka panjang yang besar seiring dengan meningkatnya kebutuhan akses broadband yang lebih luas dan berkualitas.
Potensi FWA dalam memperluas akses broadband, khususnya di area yang belum terjangkau jaringan secara optimal, membuka peluang adopsi yang lebih luas di Asia Tenggara.
Pengalaman Filipina menunjukkan bagaimana 5G FWA dapat menghadirkan konektivitas di daerah dengan keterbatasan infrastruktur fiber.
Dengan kondisi geografis kepulauan yang serupa, Indonesia juga memiliki peluang besar untuk memanfaatkan 5G FWA dan memperluas akses konektivitas.


















































