Google Gboard Tambah Fitur Koreksi Typo Lebih Mudah

10 hours ago 8

Selular.ID – Google menghadirkan pembaruan pada aplikasi papan ketik virtual Gboard yang mempermudah pengguna memperbaiki kesalahan pengetikan atau typo langsung dari bilah saran teks.

Fitur baru ini dilaporkan mulai terlihat pada sejumlah pengguna Android melalui pembaruan aplikasi terbaru, dengan fokus meningkatkan akurasi dan efisiensi koreksi teks saat mengetik pesan atau dokumen.

Pembaruan tersebut memungkinkan Gboard menyorot kata yang terdeteksi salah eja dan memberikan rekomendasi perbaikan yang lebih kontekstual.

Alih-alih hanya mengganti kata secara otomatis, sistem kini menampilkan opsi koreksi yang lebih jelas di bagian suggestion strip atau bilah rekomendasi di atas keyboard.

Pengguna dapat langsung mengetuk saran yang ditampilkan tanpa perlu menghapus dan mengetik ulang kata yang salah.

Sebagai bagian dari ekosistem layanan Google di Android, Gboard memang mengandalkan teknologi pembelajaran mesin (machine learning) untuk memahami pola bahasa, konteks kalimat, serta kebiasaan mengetik pengguna.

Dengan pembaruan ini, Google memperkuat pendekatan berbasis kecerdasan buatan untuk meningkatkan pengalaman mengetik yang lebih presisi dan responsif.

Fitur koreksi typo yang diperbarui ini bekerja dengan menandai kata yang dianggap keliru dan menampilkan ikon atau indikator visual agar pengguna menyadari adanya kesalahan.

Ketika diketuk, Gboard menampilkan alternatif ejaan yang relevan berdasarkan konteks kalimat, bukan sekadar koreksi kamus statis.

Pendekatan ini penting karena banyak kesalahan pengetikan terjadi akibat salah ketik huruf yang berdekatan atau penggunaan kata yang terdengar mirip tetapi memiliki makna berbeda.

Google dalam beberapa tahun terakhir memang konsisten mengembangkan Gboard sebagai salah satu aplikasi keyboard paling canggih di Android.

Selain koreksi otomatis, Gboard telah dibekali fitur prediksi teks, voice typing atau pengetikan suara, dukungan multi-bahasa, hingga integrasi emoji dan GIF.

Pembaruan terbaru ini mempertegas strategi Google untuk menjadikan keyboard sebagai pintu masuk interaksi utama pengguna dengan layanan berbasis AI.

Secara teknis, peningkatan koreksi typo ini memanfaatkan model bahasa yang berjalan langsung di perangkat (on-device processing).

Artinya, sebagian besar proses analisis teks dilakukan secara lokal tanpa perlu mengirim data ke server eksternal.

Pendekatan ini tidak hanya mempercepat respons, tetapi juga mendukung aspek privasi karena data teks pengguna tetap berada di perangkat.

Kehadiran fitur ini juga sejalan dengan tren industri yang menempatkan pengalaman mengetik sebagai elemen penting produktivitas mobile.

Di tengah meningkatnya penggunaan ponsel untuk komunikasi kerja, pengisian formulir digital, hingga pembuatan konten singkat, akurasi pengetikan menjadi faktor krusial.

Kesalahan kecil dalam pesan profesional dapat memengaruhi persepsi penerima, sehingga fitur koreksi yang cepat dan akurat memiliki nilai praktis.

Google mendistribusikan pembaruan Gboard secara bertahap melalui Google Play Store.

Artinya, tidak semua pengguna langsung menerima fitur tersebut pada waktu yang sama.

Model peluncuran bertahap ini lazim digunakan Google untuk memastikan stabilitas sistem sebelum tersedia luas di seluruh perangkat Android yang kompatibel.

Dengan peningkatan ini, Google memperkuat posisi Gboard sebagai keyboard default di banyak perangkat Android.

Integrasi mendalam dengan sistem operasi memungkinkan fitur koreksi bekerja lintas aplikasi, baik pada layanan pesan instan, email, maupun aplikasi produktivitas lainnya.

Ke depan, pembaruan semacam ini menunjukkan arah pengembangan keyboard yang semakin kontekstual dan berbasis AI.

Google memanfaatkan infrastruktur pembelajaran mesin untuk menghadirkan pengalaman mengetik yang adaptif, sekaligus menjaga performa dan privasi pengguna melalui pemrosesan di perangkat.

Baca Juga:Gboard Rilis Fitur Baru untuk Temukan GIF Tren Terkini

Pembaruan koreksi typo di Gboard menjadi bagian dari evolusi tersebut, menghadirkan perbaikan yang bersifat fungsional tanpa mengubah cara pengguna berinteraksi secara drastis.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |