Selular.id – Google bersiap memperbarui lini ponsel kelas menengahnya dengan menghadirkan Pixel 10a sebagai penerus Pixel 9a, membawa peningkatan signifikan pada sektor dapur pacu melalui penggunaan chipset Tensor G5 yang diproduksi oleh TSMC.
Kehadiran model terbaru ini memicu diskusi hangat mengenai efisiensi performa dibandingkan generasi sebelumnya, terutama mengingat Pixel 9a sendiri baru saja mengukuhkan posisinya di pasar smartphone Android yang mengutamakan kualitas kamera dan kecerdasan buatan.
Perubahan paling fundamental pada Pixel 10a terletak pada arsitektur prosesornya, di mana Google akhirnya beralih dari manufaktur Samsung ke TSMC untuk memproduksi Tensor G5.
Langkah strategis ini diambil demi mengatasi masalah manajemen panas dan efisiensi daya yang selama ini menjadi catatan pada seri-seri sebelumnya.
Bagi konsumen, transisi ini bukan sekadar pergantian angka di atas kertas, melainkan janji akan masa pakai baterai yang lebih panjang serta performa yang lebih stabil saat menjalankan aplikasi berat atau pemrosesan grafis intensif.
Disisi lain, Pixel 9a tetap menjadi opsi yang sangat kompetitif berkat dukungan Tensor G4. Ponsel ini mewarisi kemampuan fotografi komputasional tingkat tinggi yang menjadi ciri khas Google, namun dengan harga yang lebih terjangkau.
Bagi pengguna yang tidak terlalu mementingkan kecepatan pemrosesan tingkat dewa, Pixel 9a menawarkan keseimbangan antara biaya dan fungsionalitas, terutama bagi mereka yang mencari pengalaman Android murni tanpa gangguan bloatware yang sering ditemukan pada perangkat produsen lain.
Dinamika persaingan di kelas menengah memang selalu menarik, apalagi Google kini semakin berani menyematkan fitur eksklusif berbasis kecerdasan buatan (AI) ke seri “a” mereka.
Jika Pixel 9a sudah cukup mumpuni menjalankan fitur seperti Magic Eraser dan Circle to Search dengan mulus, Pixel 10a diproyeksikan bakal membawa kemampuan AI yang lebih kompleks, mungkin saja mencakup pemrosesan video real-time yang lebih cerdas atau asisten digital Gemini yang lebih terintegrasi secara mendalam dengan perangkat kerasnya.
Dari sisi desain, bocoran yang beredar menunjukkan bahwa Pixel 10a kemungkinan besar akan mengadopsi bahasa desain yang lebih modern dengan modul kamera yang lebih menyatu atau bahkan desain “camera bar” yang lebih minimalis dibandingkan Pixel 9a.
Material yang digunakan juga diperkirakan mengalami peningkatan guna memberikan kesan lebih premium di tangan.
Meskipun demikian, kedua perangkat ini dipastikan tetap mempertahankan sertifikasi ketahanan air dan debu sebagai standar wajib smartphone masa kini.
Sektor layar juga menjadi medan tempur yang penting. Pixel 9a telah dibekali panel OLED yang cerah dengan refresh rate tinggi, namun rumor menyebutkan bahwa Pixel 10a mungkin akan membawa peningkatan pada tingkat kecerahan puncak (peak brightness) agar lebih nyaman digunakan di bawah terik matahari.
Peningkatan ini sangat krusial bagi pengguna di wilayah tropis yang sering beraktivitas di luar ruangan.
Melihat peta jalan teknologi Google, keputusan untuk membeli Pixel 9a sekarang atau menunggu Pixel 10a sangat bergantung pada prioritas individu terhadap efisiensi chipset.
Tensor G5 pada Pixel 10a diharapkan menjadi tonggak sejarah baru bagi Google karena ini adalah pertama kalinya mereka memiliki kontrol penuh atas desain sirkuit prosesor secara mandiri dari nol.
Keberhasilan chip ini akan menentukan posisi Google dalam ekosistem smartphone global selama beberapa tahun ke depan.
Bagi ekosistem teknologi secara luas, peluncuran kedua perangkat ini secara berdekatan menunjukkan ambisi Google untuk mendominasi segmen pasar yang selama ini dikuasai oleh Samsung seri A dan jajaran iPhone SE.
Dengan strategi pembaruan perangkat lunak jangka panjang hingga tujuh tahun, Google mencoba memberikan nilai investasi yang lebih baik bagi konsumennya, sehingga perangkat tidak cepat usang secara fungsional.
Perkembangan ke depan kemungkinan akan memperlihatkan bagaimana Google mengelola transisi teknologi fabrikasi ini tanpa membebankan kenaikan biaya produksi yang terlalu besar kepada konsumen.
Jika Pixel 10a mampu membuktikan bahwa Tensor G5 jauh lebih dingin dan kencang dibanding Tensor G4, maka standar smartphone kelas menengah akan kembali bergeser ke level yang lebih tinggi, memaksa kompetitor untuk berinovasi lebih keras lagi dalam mengintegrasikan perangkat keras dan kecerdasan buatan.
Baca juga : Google Pixel 10a Resmi Meluncur dengan Prosesor Lawas













































