Selular.id – Apple nampaknya sedang menghadapi fenomena unik di pasar perangkat bekas (secondhand) awal tahun 2026 ini. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa iPhone 17 Pro Max kini menduduki posisi puncak sebagai smartphone yang paling banyak dijadikan objek tukar tambah (trade-in) oleh pengguna di berbagai wilayah global.
Data ini cukup mengejutkan mengingat perangkat tersebut baru berumur kurang dari satu tahun sejak peluncuran resminya, namun arus pelepasannya ke pasar barang bekas justru mengungguli model-model lama yang biasanya mendominasi statistik serupa.
Lonjakan aktivitas tukar tambah ini terpantau dari jaringan distributor dan platform penyedia layanan buyback besar. Tren ini tidak hanya mencerminkan volume penjualan yang tinggi di masa lalu, tetapi juga menunjukkan pergeseran perilaku konsumen yang kini lebih cepat berganti perangkat demi mendapatkan teknologi terbaru.
Banyak pengguna yang memanfaatkan nilai jual kembali iPhone 17 Pro Max yang masih sangat tinggi untuk beralih ke model lain atau sekadar mengamankan saldo kredit untuk peluncuran generasi berikutnya yang sudah mulai ramai diperbincangkan.
Beberapa analis industri menilai bahwa fenomena ini berkaitan erat dengan penawaran agresif dari para operator seluler dan penyedia layanan keuangan.
Program promosi yang menjanjikan nilai tukar tambah maksimal membuat pemilik iPhone 17 Pro Max merasa tidak perlu menunggu waktu lama untuk melakukan upgrade.
Dinamika ini memperlihatkan bahwa siklus kepemilikan ponsel pintar kelas atas kini menjadi lebih pendek, di mana perangkat “flagship” paling bertenaga sekalipun bisa dengan cepat berpindah tangan ke pemilik kedua dalam waktu singkat.
Pergerakan pasar ini memberikan gambaran jelas mengenai kekuatan nilai sisa (resale value) produk Apple di mata konsumen. Meski volumenya besar, harga iPhone 17 Pro Max di pasar sekunder tetap stabil, yang pada gilirannya justru menguntungkan ekosistem perangkat bekas secara keseluruhan.
Para pengecer barang elektronik kini melaporkan stok yang melimpah untuk model pro tertinggi tersebut, yang kemudian langsung diserap oleh segmen konsumen yang ingin merasakan fitur premium dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan unit baru di toko resmi.
Di sisi lain, maraknya tukar tambah ini juga dipicu oleh perkembangan fitur kecerdasan buatan (AI) yang terus berevolusi pada perangkat mobile.
Pengguna yang merasa membutuhkan spesifikasi hardware yang lebih spesifik untuk menjalankan model bahasa besar secara on-device cenderung lebih reaktif terhadap pembaruan teknologi.
Apple sendiri memang telah menyematkan berbagai peningkatan pada sisi prosesor dan manajemen memori pada seri ini, namun ekspektasi pasar yang terus tumbuh membuat sebagian pengguna memilih untuk tetap berada di garis depan perkembangan teknologi melalui skema tukar tambah yang praktis.
Situasi ini turut memberikan tekanan sekaligus peluang bagi vendor smartphone lain. Dengan banyaknya stok iPhone 17 Pro Max yang masuk ke pasar barang bekas, persaingan di segmen harga menengah-atas menjadi semakin ketat.
Konsumen kini dihadapkan pada pilihan sulit antara membeli ponsel baru kelas menengah atau memilih iPhone 17 Pro Max bekas yang secara spesifikasi masih sangat mumpuni untuk kebutuhan profesional, mulai dari videografi hingga performa gaming berat.
Strategi Apple dalam menjaga ekosistem tukar tambah ini memang menjadi salah satu pilar utama dalam mempertahankan loyalitas pelanggan.
Dengan memudahkan proses transisi antar perangkat, perusahaan asal Cupertino tersebut memastikan bahwa pengguna tetap berada dalam lingkungan iOS.
Arus tukar tambah yang masif ini menjadi bukti bahwa meskipun pasar smartphone global sering disebut mencapai titik jenuh, antusiasme konsumen untuk memiliki teknologi terbaru dengan cara yang lebih ekonomis tetap menunjukkan grafik yang positif.
Ke depannya, tren ini diprediksi akan terus berlanjut seiring dengan semakin matangnya infrastruktur layanan tukar tambah digital yang menawarkan proses inspeksi instan.
Jika pola ini konsisten, iPhone 17 Pro Max kemungkinan besar akan tetap menjadi komoditas paling panas di pasar perangkat bekas hingga akhir tahun nanti.
Para pelaku industri kini mulai mengantisipasi dampak dari ketersediaan unit bekas yang berkualitas tinggi ini terhadap angka penjualan perangkat baru di kuartal-kuartal mendatang, mengingat preferensi konsumen yang semakin cerdas dalam mengelola aset gadget mereka.
Baca juga : Biaya Produksi Baterai iPhone 17 Pro Max Terungkap, Apple Ambil Margin Fantastis












































