Selular.ID – Huawei mengumumkan kehadiran Huawei MatePad Mini di Indonesia. Tablet terbaru ini akan menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat ringkas untuk mendukung aktivitas bekerja, belajar, hingga menikmati hiburan saat mobilitas tinggi.
Huawei mengusung konsep “Mini but Mighty” dengan menawarkan desain ultra-tipis, bobot ringan, serta layar Flexible OLED PaperMatte yang diklaim menjadi yang pertama di segmen tablet mini.
Edy Supartono, Training Director Huawei Device Indonesia mengatakan kehadiran Huawei MatePad Mini bertepatan dengan meningkatnya kebutuhan perangkat mobile di kalangan profesional, pelajar, dan mahasiswa.
Yang kembali memasuki ritme aktivitas baru menjelang tahun ajaran baru pada pertengahan tahun.
“Huawei menempatkan MatePad Mini sebagai alternatif bagi pengguna yang menginginkan layar lebih luas dibanding smartphone, namun tetap mudah dibawa dibanding tablet konvensional,”ujar Edy, di Jakarta, (11/06/26).
Perangkat ini dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan produktivitas, mulai dari membaca dokumen, mencatat, mengikuti rapat, hingga mengakses aplikasi kerja saat bepergian.
Huawei MatePad Mini hadir dengan desain yang menjadi salah satu fokus utama perangkat ini. Huawei menyebut tablet tersebut memiliki bobot sekitar 260 gram dengan ketebalan sekitar 5,2 mm.
Dimensi tersebut membuat perangkat mudah disimpan di tas berukuran kecil dan tetap nyaman digunakan dengan satu tangan.
Dari sisi layar, Huawei membekali MatePad Mini dengan panel Flexible OLED PaperMatte berukuran 8,8 inci.
Teknologi Flexible OLED memungkinkan tampilan visual yang lebih hidup dan kontras tinggi, sementara lapisan PaperMatte dirancang untuk memberikan pengalaman visual yang menyerupai kertas.
Huawei juga mengoptimalkan desain layar melalui bezel yang sangat tipis, sekitar 2,9 mm, sehingga rasio screen-to-body mencapai 92 persen.
Pendekatan ini memungkinkan area tampilan lebih luas tanpa harus memperbesar dimensi perangkat secara keseluruhan.
Teknologi PaperMatte yang digunakan pada Huawei MatePad Mini menggabungkan kemampuan anti-glare, anti-reflection, dan anti-sparkle.
Fitur tersebut ditujukan untuk mengurangi pantulan cahaya dan meningkatkan kenyamanan visual saat digunakan di berbagai kondisi pencahayaan, termasuk di luar ruangan. Huawei menyebut tingkat kecerahan layar dapat mencapai hingga 1.800 nits.
Selain aspek visual, Huawei turut menghadirkan berbagai aplikasi produktivitas yang sebelumnya menjadi andalan lini MatePad.
Pengguna dapat memanfaatkan Huawei Notes untuk kebutuhan pencatatan digital, GoPaint untuk aktivitas kreatif seperti menggambar dan ilustrasi, serta WPS Office untuk mengolah dokumen kerja maupun tugas akademik.
Ketersediaan aplikasi tersebut menunjukkan strategi Huawei untuk mempertahankan posisi tablet sebagai perangkat produktivitas, bukan sekadar perangkat konsumsi konten.
Dalam beberapa tahun terakhir, pasar tablet global menunjukkan tren peningkatan penggunaan untuk kebutuhan kerja hybrid dan pembelajaran digital.
Sehingga produsen perangkat berlomba menghadirkan fitur yang mendukung produktivitas mobile.
Huawei juga membekali MatePad Mini dengan baterai berkapasitas 6.400 mAh yang dipadukan dengan teknologi pengisian daya cepat.
Kombinasi tersebut ditujukan untuk menjaga daya tahan perangkat saat digunakan sepanjang hari, baik untuk bekerja, membaca, menghadiri pertemuan virtual, maupun menikmati konten hiburan.
Di Indonesia, Huawei MatePad Mini akan tersedia dalam pilihan warna Spruce Green. Pilihan warna tersebut melengkapi pendekatan desain yang mengedepankan portabilitas sekaligus estetika modern untuk berbagai kalangan pengguna.
Kehadiran Huawei MatePad Mini menambah portofolio tablet Huawei di pasar Indonesia, sekaligus memperkuat fokus perusahaan pada perangkat yang mendukung mobilitas dan produktivitas.
Dengan menggabungkan desain ultra-ringkas, layar Flexible OLED PaperMatte, dukungan aplikasi produktivitas, serta baterai berkapasitas besar.
Baca Juga:Huawei Masih Bedah Cara Buat Chip Canggih Untuk Kalahkan Pesaing
Huawei berupaya menghadirkan pengalaman penggunaan tablet yang lebih praktis bagi pengguna yang aktif berpindah lokasi dan membutuhkan perangkat kerja maupun belajar yang mudah dibawa.



















































