Techdaily.id – Gelaran Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 kembali membuktikan dirinya sebagai magnet ekonomi terbesar di ibu kota. Menghadirkan lebih dari 2.000 pelaku usaha, mulai dari korporasi raksasa hingga sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yakni ajang tahunan yang berlangsung selama 32 hari di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran ini menjadi panggung utama untuk memperluas pasar dan berinteraksi langsung dengan konsumen.
Namun, di balik hiruk-piruk transaksi yang terjadi, ada satu faktor krusial yang menjadi penopang utama kelancaran aktivitas bisnis di area pameran, yaitu konektivitas internet yang andal. Di tengah meningkatnya adopsi transaksi digital dan kebutuhan operasional berbasis teknologi, ketersediaan jaringan yang stabil bukan lagi sekadar fasilitas pelengkap, melainkan kebutuhan dasar yang mendesak.
Digitalisasi Operasional di JIExpo Kemayoran: Dari QRIS hingga Live Streaming
Aktivitas bisnis di Jakarta Fair kini telah bertransformasi ke arah digital. Ketergantungan terhadap jaringan internet berkualitas tinggi sangat terasa pada berbagai lini aktivitas operasional para peserta pameran:
- Sistem Transaksi Non-Tunai: Kelancaran pembayaran digital melalui QRIS dan mesin EDC sangat bergantung pada kecepatan jaringan.
- Keamanan Stan: Pemantauan kondisi lapangan secara real-time melalui CCTV memerlukan koneksi yang stabil.
- Promosi & Pemasaran: Kebutuhan promosi digital hingga aktivitas siaran langsung (live streaming) langsung dari lokasi menjadi strategi utama untuk menarik pelanggan.
Seluruh aktivitas tersebut membutuhkan dukungan jaringan yang andal agar pelaku usaha dapat menjalankan aktivitas bisnis secara real-time selama penyelenggaraan Jakarta Fair.

Matrix NAP Info Hadirkan Infrastruktur Jaringan Terbaik
Melihat tingginya urgensi tersebut, Matrix NAP Info, sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi yang telah beroperasi lebih dari dua dekade di Indonesia, turut mendukung kebutuhan konektivitas di area JIExpo Kemayoran. Infrastruktur jaringan yang dihadirkan telah menjangkau seluruh area pameran, memberikan ketenangan bagi para pelaku usaha dalam bertransaksi.
Direktur PT Matrix NAP Info, Omar Syarif Nasution, mengatakan bahwa kebutuhan konektivitas pada kegiatan berskala besar terus meningkat seiring transformasi digital yang terjadi di berbagai sektor usaha.
“Pameran seperti Jakarta Fair menunjukkan bagaimana internet telah menjadi bagian penting dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Tidak hanya untuk komunikasi, tetapi juga mendukung transaksi, pelayanan pelanggan, hingga operasional usaha secara menyeluruh. Karena itu, keandalan jaringan menjadi faktor yang semakin krusial,” ujar Omar.
Menurutnya, tren digitalisasi juga semakin terlihat pada pelaku UMKM yang kini memanfaatkan berbagai platform digital untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan efisiensi operasional.
Baca Juga: Cara Jaga Data Pribadi Tetap Aman di Internet
Fleksibilitas Layanan demi Kenyamanan Transaksi Pelanggan
Kondisi lapangan di pameran sebesar Jakarta Fair sangat dinamis dengan intensitas transaksi dan interaksi pelanggan yang besar. Menanggapi tantangan ini, Vice President of Sales Matrix NAP Info, Ilhami Effendi Z, menilai bahwa kebutuhan terhadap layanan konektivitas yang fleksibel semakin tinggi.
“Pelaku usaha saat ini membutuhkan akses internet yang mampu mengikuti dinamika bisnis mereka. Selain stabilitas jaringan, aspek responsivitas layanan juga menjadi perhatian karena setiap gangguan berpotensi memengaruhi pengalaman pelanggan maupun peluang transaksi,” katanya.
Dukungan infrastruktur digital yang memadai ini diharapkan dapat membantu para peserta Jakarta Fair fokus mengembangkan bisnis, meningkatkan kualitas layanan, serta memaksimalkan potensi transaksi selama pameran berlangsung tanpa perlu mengkhawatirkan kendala koneksi.


















































