Selular.ID – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menargetkan lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz untuk jaringan 5G rampung sebelum 17 Agustus 2026.
Hasil seleksi frekuensi itu diharapkan menjadi kado HUT RI ke-81 bagi masyarakat.
Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kemenkomdigi, Denny Setiawan mengatakan, proses seleksi saat ini tengah berjalan.
Pemerintah menargetkan hasilnya dapat diumumkan sebelum Hari Kemerdekaan.
“Kita sudah proses seleksi 700 MHz sama 2,6 GHz. Mudah-mudahan sebelum Indonesia merdeka, 17 Agustus bisa rilis,” ujar Denny pada acara diskusi Selular Award 2026 bertajuk ‘Leading The Future Building Exponential Value In 5G and AI Economy’ di Jakarta, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, spektrum baru tersebut akan mendukung hadirnya layanan 5G yang lebih optimal.
Pemerintah ingin menghadirkan ‘5G beneran’, bukan layanan yang masih terasa seperti 4G.
Denny menilai perkembangan kecerdasan buatan (AI) berpotensi menjadi pendorong utama adopsi 5G.
Baca juga:
- Daftar Pemenang Selular Award 2026, dari Sektor Telekomunikasi hingga Keuangan
- Selular Award Kembali Hadir di Tahun 2026, Fokus ke Nilai Ekonomi AI dan 5G
Selama ini industri telekomunikasi masih mencari aplikasi yang mampu menjadi pemicu penggunaan jaringan generasi kelima.
Selain 5G, pemerintah mendorong pembangunan fiber optik, fiberisasi BTS, kabel laut, dan pusat data.
Ekosistem perangkat yang terjangkau juga dinilai penting untuk mempercepat adopsi teknologi tersebut.
Sekadar informasi, lelang frekuensi 5G disebut menjadi momentum penting bagi percepatan 5G nasional.
Spektrum 700 MHz unggul untuk jangkauan luas, sedangkan 2,6 GHz menawarkan kapasitas tinggi untuk kebutuhan data di perkotaan.
Persaingan operator seperti XLSmart, Telkomsel, dan Indosat Ooredoo Hutchison diperkirakan akan menentukan arah investasi jaringan 5G Indonesia ke depan.

















































