Mantan Panglima Muda D3 Minta Pengungsi di Kantor Bupati Bersikap Rasional

10 hours ago 6

BIREUEN|METRO ACEH-Maraknya isu negatif terkait aksi sejumlah korban banjir yang kini masih mengungsi di Kantor Bupati Bireuen, mendapat respon serius dari mantan Panglima Muda Daerah 3 Wilayah Batee Iliek, Sufri Daud atau akrab disapa Boing.

Mantan combatan GAM ini mengaku gerah, menyimak perkembangan isu tentang proses penanganan korban banjir yang menjadi polemik di tengah publik. Khususnya, protes warga yang “menduduki” halaman kantor Bupati Bireuen sejak dua pekan terakhir dan tak bergeming, meski berbagai opsi sudah ditawarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen agar bersedia meninggalkan lokasi pengungsian tersebut.

“Saya mencoba menelusuri apa kondisi yang sebenarnya, banyak fakta berbeda kami temukan. Selain ada yang sudah menerima DTH, sebagian pengungsi ini rumahnya juga masih utuh, lalu penyewa rumah yang rusak akibat banjir ikut menuntut Huntara. Namun, ada juga benar-benar korban yang belum tertangani dengan baik,” ungkap Boing kepada media ini, Kamis (26/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia meminta para pengungsi, bisa bersikap rasional dan tidak menciptakan kontroversi, seolah-olah mereka terabaikan serta luput dari perhatian pemerintah daerah. Tapi, tidak sesuai realita yang ada lalu memaksakan diri untuk tampil, menuntut dibangunnya huntara bagi korban bencana banjir.

“Hasil penelusuran kami, warga Gampong Raya Dagang hanya dua rumah yang rusak total, tapi pemiliknya bukan pengungsi di kantor bupati. Warga Alue Kuta, Huntap kini sedang dibangun oleh DT Peduli, hanya warga Kapa yang benar korban rumah rusak berat dan kami siap perjuangkan minggu depan Huntap sudah dibangun oleh BNPB,” jelasnya.

Menurut Boing, setelah dirinya menemukan kejanggalan, maka beberapa KK ini diminta kembali ke desa masing-masing, untuk bisa beraktivitas secara normal dan tidak lagi ikut terlibat skenario politik oknum tertentu yang ingin memperkeruh suasana, dalam proses percepatan dan pemulihan bencana alam hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen.

Ditambahkannya, sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap M Amin selaku korban banjir yang juga mantan pejuang GAM Daerah 3, Boing memastikan minggu depan sudah dimulai proses pembangunan Huntap, beserta beberapa lokasi lain juga mulai dipasok material untuk pembangunan hunian tetap.

Rumah M Amin rusak parah di Gampong Kapa, Kecamatan PeusanganRumah M Amin rusak parah di Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan

“Kami akan mengupayakan menyewa rumah untuk M Amin, hingga pembangunan Huntap selesai. Jadi saya rasa beliau sebaiknya bisa kembali dan jangan lagi menetap di tenda kantor bupati. Insya Allah saya siap untuk membantu semaksimal mungkin,” ujar Boing yang kini dipercayai sebagai Ketua Satgas Partai Aceh Wilayah Batee Iliek.

Dia meminta awak media, menyampaikan informasi sesuai fakta yang utuh dan tidak memperkeruh situasi, sehingga berdampak mencoreng nama baik Kabupaten Bireuen di masyarakat luas,”Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Kabupaten Bireuen, sampai saat ini masih fokus menangani percepatan dan pemulihan pasca bencana sesuai instruksi pemerintah pusat, sebaiknya semua pihak bersabar karena seluruh proses sedang berjalan,” tambahnya.

Dirinya juga berharap agar media massa ikut mengawal proses lanjutan pembangunan Huntap, serta terus memberitakan situasi dan perkembangan kondisi secara riil di lapangan. Jika menemukan ada kekurangan, diminta untuk tetap mengkritisi supaya bisa terlaksana sesuai harapan para penyintas banjir ini, hingga keadaan benar-benar pulih kembali. (Bahrul)

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |