Suasana di IGD Puskesmas Simpang Mamplam dipadati pasien korban MBG, Jum'at (27/2) dini hari
BIREUEN|METRO ACEH-Ratusan murid SD dari beberapa sekolah di Simpang Mamplam, dilaporkan keracunan usai menyantap jatah makan bergizi gratis (MBG), Kamis (26/2) saat berbuka puasa. Banyaknya korban yang dibawa orang tua mereka ke puskesmas, menyebabkan petugas medis kewalahan menangani kasus ini.
Informasi yang diperoleh Metro Aceh dari keluarga korban menyebutkan, kejadian luar biasa itu terjadi sesaat setelah para siswa makan paket makanan MBG dari Yayasan Bumi Produksi Gizi, ketika berbuka puasa. Tak lama berselang, anak-anak ini mengeluh sakit perut, mual dan muntah.
Menu kering yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dibawah naungan yayasan itu selama bulan puasa, serta diantarkan langsung ke rumah-rumah siswa, diduga kuat penyebab terjadinya keracunan massal ini. Adapun menu yang diterima siswa yaitu bakso, susu, roti, kurma, jeruk, pisang, bolu dan kue kacang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Bireuen, H Mukhlis ST menjenguk balita korban keracunan MBG di Puskesmas Simpang Mamplam, Jum’at (27/2) dini hariTim medis Puskesmas Simpang Mamplam, sontak kebingungan saat sejumlah orang tua korban, tiba di IGD nyaris bersamaan dengan keluhan serupa. Parahnya, jumlah pasien ini terus bertambah hingga membuat petugas kewalahan, dengan peralatan dan tenaga medis yang sangat terbatas.
Setelah ditangani di Instalasi Gawat Darurat itu, secara berangsur-angsur pasien dirujuk ke Puskesmas Jeunib, Pandrah, Samalanga dan RSU dr Fauziah, agar mendapat layanan perawatan maksimal. Kendati banyak korban MBG ini yang dirujuk ke fasilitas kesehatan lain, namun pasien yang masuk semakin bertambah. Hingga berita ini ditulis tercatat, sebanyak 45 siswa masih dirawat intensif di Puskesmas Simpang Mamplam.
Kepala Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani SKM yang ditemui awak media ini menuturkan, puluhan pasien anak itu diduga keracunan dan mulai pukul 21.00 wib sudah tiba di IGD. Karena pasien membludak, maka pihaknya mengerahkan 25 tenaga medis, termasuk bidan desa ikut turun tangan guna melayani anak-anak itu.
“Mereka kita tangani secara maksimal, lalu dirawat intensif di ruang rawat inap. Ada juga yang telah diinfus, langsung dirujuk ke PKM Jeunieb, Pandrah dan RSU dr Fauziah,” jelas Suryani.
Pihaknya mengambil sampel makanan yang dikonsumsi anak-anak itu, untuk dilakukan pemeriksaan di Laboratorium agar dapat memastikan penyebab keracunan itu.
Pantauan awak media ini, UPTD Puskesmas Simpang Mamplam disesaki masyarakat dan keluarga murid itu, beberapa unit ambulance puskesmas, ambulance Takabeya Peduli, mobil Bus Kodim 0111/Bireuen, ambulance PSC 119 Dinas Kesehatan dan mobil pribadi digunakan merujuk korban ke puskesmas lain yang terdekat serta ke rumah sakit umum.
Bupati Bireuen, H Mukhlis ST bersama Ketua DPRK, Juniadi, Kapolres AKBP Tuschad Cipta Herdani turun ke Puskesmas Simpang Mamplam, untuk menjenguk serta memastikan penanganan bagi para korban keracunan MBG itu. Bahkan personil kepolisian dan prajurit TNi, ikut membantu evakuasi korban serta mengatur arus lalulintas yang dipadati kendaraan bermotor.
“Kita sangat mendukung program MBG yang digagas Presiden Prabowo, ini harus dievaluasi agar kedepan tidak terulangi lagi,” tegas H Mukhlis. (Rahmat Hidayat)

1 day ago
9



































