Nekat Berbisnis dengan Huawei, Raksasa Jerman Bosch Didenda $72 Juta

5 hours ago 6

Selular.ID – Raksasa teknologi Jerman, Bosch, menyelesaikan kasus dengan Departemen Perdagangan AS terkait pasokan produk sensor dan perangkat lunak senilai $72 juta yang dikenai pembatasan ekspor ke Huawei.

Produk yang melanggar peraturan AS tersebut adalah sensor Sistem Mikro-Elektro-Mekanik (MEMS) yang digunakan dalam ponsel pintar, perangkat wearable, dan kendaraan, serta perangkat lunak otomotif.

Dalam pengumuman penyelesaian senilai $36,2 juta, Biro Industri dan Keamanan (BIS) Departemen Perdagangan AS mencatat bahwa Bosch telah mengungkapkan informasi tersebut sendiri dan bekerja sama dengan proses selanjutnya.

BIS menjelaskan bahwa produk yang dikirim ke Huawei atau afiliasinya tercakup dalam Aturan Produk Langsung Asing (Foreign Direct Product Rule), bagian dari Peraturan Administrasi Ekspor (EAR) yang membatasi pasokan beberapa barang yang dibuat menggunakan teknologi spesifik asal AS tanpa lisensi.

Pengiriman yang terbukti melanggar aturan dilakukan antara 16 September 2020 dan 26 September 2024.

Selain denda, Bosch harus menyerahkan keuntungan yang diperoleh sebagai hasil dari transaksi tersebut.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Dilansir dari laman Mobile World Live, Asisten sekretaris perdagangan BIS untuk penegakan ekspor, David Peters, mengatakan perusahaan tersebut memiliki “beberapa kesempatan untuk menghindari pelanggaran ini jika mereka menerapkan kewaspadaan yang lebih tinggi seperti yang berulang kali diharapkan BIS dari perusahaan yang transaksinya diatur oleh EAR”.

Baca Juga: Tak Lagi Leluasa di Smartphone, Huawei Mengamuk di Pasar Wearable Device

“Tindakan hari ini harus menjadi peringatan untuk menerapkan kepatuhan dan sebagai contoh manfaat dari pengungkapan diri secara sukarela”, ujar David Peters.

Untuk diketahui, Robert Bosch GmbH, yang biasa dikenal sebagai Bosch, adalah perusahaan teknik dan teknologi multinasional yang berkantor pusat di Gerlingen, Jerman.

Didirikan oleh Robert Bosch pada tahun 1886 di Stuttgart, perusahaan ini merupakan pemasok global terkemuka untuk komponen otomotif, teknologi industri, barang konsumsi, dan teknologi bangunan.

Pembayaran denda sebesar $72 juta, menjadi pukulan telak bagi Bosch. Pasalnya, sejak meletusnya perang Rusia – Ukraina, Bosch telah merasakan dampak melemahnya ekonomi Jerman.

Pada November 2024, Bosch mengumumkan bahwa ratusan pekerjanya akan mengurangi jam kerja mereka menjadi setara dengan empat hari kerja seminggu.

Konglomerat industri Bosch yang bernilai €92 miliar mengatakan sebanyak 450 karyawannya akan mengurangi jam kerja mulai musim semi 2025, kata juru bicara perusahaan kepada Fortune.

Karyawan yang terkena dampak akan mengurangi jam kerja mereka dari antara 38 dan 40 jam seminggu menjadi 35 jam mulai 1 Maret 2025.

Baca Juga: Huawei Masih Bedah Cara Buat Chip Canggih Untuk Kalahkan Pesaing

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |