Omdia Prediksi Pasar Smartphone Turun pada 2026

9 hours ago 10

Selular.ID – Firma riset Omdia melaporkan pasar smartphone Eropa tumbuh 2 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2026.

Meski mencatat pertumbuhan awal tahun, Omdia memperkirakan pasar smartphone di kawasan tersebut akan mengalami penurunan sebesar 1,2 persen untuk keseluruhan 2026 akibat lemahnya permintaan konsumen dan tekanan ekonomi yang masih berlangsung.

Dalam laporan terbaru yang dikutip pekan ini, Omdia menyebut pertumbuhan pada kuartal pertama didorong oleh peningkatan pengiriman perangkat premium dan pemulihan permintaan di beberapa negara Eropa Barat.

Namun kondisi tersebut dinilai belum cukup kuat untuk menopang pertumbuhan sepanjang tahun.

Omdia menjelaskan pasar smartphone Eropa masih menghadapi tantangan dari inflasi, tingginya biaya hidup, serta siklus penggantian perangkat yang semakin panjang.

Banyak konsumen memilih menunda pembelian smartphone baru karena perangkat lama dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Samsung menjadi vendor dengan pengiriman terbesar di Eropa pada kuartal pertama 2026.

Perusahaan asal Korea Selatan itu mempertahankan posisinya melalui kombinasi perangkat flagship Galaxy S series dan lini menengah Galaxy A series yang masih menjadi kontributor utama di berbagai negara Eropa.

Apple juga mencatat performa stabil melalui penjualan iPhone di segmen premium.

Omdia menilai strategi Apple yang berfokus pada ekosistem perangkat dan layanan digital membantu perusahaan menjaga loyalitas pengguna meski pasar sedang melambat.

Sementara itu, Xiaomi, Motorola, dan Honor terus memperkuat persaingan di segmen menengah.

Vendor asal China memanfaatkan strategi harga kompetitif dan distribusi luas untuk mempertahankan pangsa pasar di tengah perubahan perilaku konsumen.

Menurut Omdia, pertumbuhan 2 persen pada awal 2026 sebagian besar dipengaruhi oleh tingginya permintaan perangkat premium menjelang peluncuran produk baru dari sejumlah vendor besar.

Selain itu, beberapa operator telekomunikasi di Eropa juga masih menawarkan program bundling perangkat untuk menjaga aktivitas penjualan.

Meski demikian, firma riset tersebut memperkirakan momentum itu akan melemah pada semester kedua 2026.

Penurunan diproyeksikan terjadi karena konsumen Eropa semakin berhati-hati dalam membelanjakan uang untuk produk elektronik non-prioritas.

Tren penggunaan kecerdasan buatan atau AI di smartphone juga mulai memengaruhi strategi vendor di Eropa.

Samsung, Apple, dan Google dalam beberapa bulan terakhir aktif memperkenalkan fitur AI generatif untuk produktivitas, fotografi, hingga penerjemahan bahasa secara langsung di perangkat.

Omdia menilai AI kini menjadi salah satu faktor pembeda utama di pasar smartphone premium.

Namun adopsi teknologi tersebut belum sepenuhnya mampu mempercepat siklus upgrade perangkat di Eropa karena banyak fitur AI masih terbatas pada model flagship dengan harga tinggi.

Di sisi lain, regulasi Uni Eropa terkait keberlanjutan perangkat elektronik juga mulai memengaruhi industri smartphone.

Kebijakan mengenai hak perbaikan atau right to repair serta dukungan pembaruan perangkat jangka panjang membuat konsumen cenderung menggunakan smartphone lebih lama dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Vendor smartphone kini tidak hanya bersaing pada spesifikasi perangkat keras, tetapi juga durasi dukungan software, efisiensi baterai, dan integrasi layanan digital.

Strategi tersebut terlihat dari semakin panjangnya dukungan pembaruan sistem operasi Android dan iOS pada perangkat terbaru.

Omdia juga mencatat kondisi geopolitik dan fluktuasi ekonomi global tetap menjadi faktor risiko bagi pasar smartphone Eropa sepanjang 2026.

Ketidakpastian tersebut berdampak pada rantai pasok, distribusi, dan daya beli konsumen di sejumlah negara.

Laporan Omdia memperlihatkan pasar smartphone Eropa mulai memasuki fase pertumbuhan yang lebih matang.

Fokus industri kini bergeser dari peningkatan volume penjualan menuju penguatan margin keuntungan, layanan digital, serta pengembangan ekosistem perangkat terhubung berbasis AI.

Pada saat yang sama, vendor besar diperkirakan tetap mempertahankan investasi di teknologi AI on-device dan efisiensi chipset untuk menjaga daya saing produk di tengah perlambatan pasar global.

Baca Juga: Top 5 Eropa 2025, Counterpoint: Tantangan 2026 Menghadang

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |