Qualcomm Siapkan Chip AI Hemat Daya

7 hours ago 10

Selular.ID – Qualcomm dikabarkan tengah menyiapkan chipset baru bernama Snapdragon C yang mulai terungkap melalui bocoran spesifikasi pada akhir Mei 2026.

Chipset tersebut disebut menggunakan fabrikasi 6nm, konfigurasi CPU 1+3+4 core, dukungan memori LPDDR5, serta mesin AI on-device untuk mendukung pemrosesan kecerdasan buatan langsung di perangkat.

Snapdragon C diposisikan sebagai platform baru Qualcomm untuk perangkat komputasi hemat daya yang membutuhkan kemampuan AI lokal tanpa ketergantungan penuh pada cloud computing.

Dalam bocoran tersebut, Snapdragon C disebut menggunakan arsitektur CPU delapan inti dengan konfigurasi 1+3+4.

Struktur ini umumnya dipakai untuk membagi beban kerja antara inti performa tinggi, inti efisiensi menengah, dan inti hemat daya agar konsumsi energi lebih optimal saat menjalankan aplikasi modern dan fitur AI.

Chipset ini juga dilaporkan mendukung memori LPDDR5, standar RAM generasi terbaru yang menawarkan bandwidth lebih tinggi dan efisiensi daya lebih baik dibanding LPDDR4X.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Dukungan LPDDR5 menjadi penting karena aplikasi berbasis AI generatif membutuhkan transfer data lebih cepat untuk memproses model bahasa, pengolahan gambar, hingga fitur produktivitas berbasis kecerdasan buatan.

Salah satu sorotan utama Snapdragon C adalah keberadaan AI engine on-device. Teknologi ini memungkinkan proses AI dilakukan langsung di perangkat tanpa harus terus terhubung ke server cloud.

Pendekatan tersebut kini menjadi fokus utama industri semikonduktor karena dinilai mampu meningkatkan privasi data, mengurangi latensi, dan menekan konsumsi bandwidth internet.

Qualcomm dalam beberapa tahun terakhir memang agresif memperluas integrasi AI pada seluruh lini chipset, mulai dari smartphone, laptop berbasis ARM, hingga perangkat Internet of Things (IoT).

Strategi tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan industri terhadap komputasi hybrid yang menggabungkan pemrosesan lokal dan cloud.

Meski belum diumumkan resmi, Snapdragon C diperkirakan akan digunakan pada perangkat kelas entry hingga mid-range yang membutuhkan efisiensi daya tinggi.

Fabrikasi 6nm yang digunakan chipset ini masih dianggap relevan untuk perangkat hemat energi karena menawarkan keseimbangan antara performa, biaya produksi, dan efisiensi termal.

Dalam industri semikonduktor global, node 6nm banyak dipakai untuk chipset dengan fokus efisiensi dan harga kompetitif.

Teknologi ini juga memungkinkan produsen menjaga biaya manufaktur tetap rendah di tengah tekanan harga komponen elektronik global.

Konfigurasi CPU 1+3+4 yang muncul pada bocoran Snapdragon C memperlihatkan pendekatan serupa dengan desain heterogeneous computing modern.

Sistem ini memungkinkan perangkat mengalokasikan tugas ringan ke inti hemat daya, sementara beban kerja berat seperti AI inference atau rendering dapat dijalankan oleh inti performa tinggi.

Bocoran tersebut juga mengindikasikan Qualcomm ingin memperluas ekosistem AI ke lebih banyak kategori perangkat.

Selama ini fitur AI generatif umumnya hanya tersedia di perangkat flagship dengan chipset premium.

Kehadiran Snapdragon C dapat membuka peluang adopsi AI yang lebih luas di segmen perangkat terjangkau.

Pasar chipset sendiri saat ini mengalami perubahan besar akibat meningkatnya kebutuhan AI on-device.

Produsen seperti Qualcomm, MediaTek, Intel, AMD, hingga Apple mulai berlomba menghadirkan neural processing unit (NPU) dan AI accelerator untuk menjalankan model AI langsung di perangkat pengguna.

Pendekatan ini dianggap penting karena penggunaan AI berbasis cloud secara penuh memiliki tantangan pada sisi privasi, biaya server, dan konektivitas internet.

AI lokal memungkinkan fitur tetap berjalan meski perangkat berada dalam kondisi offline atau jaringan terbatas.

Hingga akhir Mei 2026, Qualcomm belum memberikan konfirmasi resmi terkait

Snapdragon C maupun detail produk komersial yang akan menggunakan chipset tersebut. Jadwal peluncuran platform baru ini juga masih belum diumumkan.

Baca Juga:Qualcomm Bawa Fitur Flagship ke HP Harga Terjangkau

Meski demikian, kemunculan spesifikasi internal Snapdragon C memperlihatkan arah strategi Qualcomm yang semakin fokus pada integrasi AI hemat daya di berbagai kategori perangkat komputasi modern.

Termasuk segmen yang sebelumnya belum banyak tersentuh teknologi AI generatif.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |