Selular.ID – Erajaya Active Lifestyle (kode saham ERAL), mitra resmi sekaligus distributor DJI di Indonesia, resmi meluncurkan DJI RS 5.
Yang merupakan gimbal kamera generasi terbaru dari lini Ronin Series yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan produksi konten modern dengan stabilitas tinggi.
Alur kerja lebih efisien, serta fleksibilitas penggunaan bagi videografer independen dan kreator profesional.
Djohan Sutanto, CEO Erajaya Active Lifestyle mengatakan, DJI RS 5 menjadi bagian dari strategi Erajaya Active Lifestyle dalam menghadirkan perangkat teknologi kreatif kelas global ke pasar Indonesia.
“Seiring meningkatnya permintaan terhadap alat produksi yang ringkas, mudah dibawa, dan mampu menunjang mobilitas tinggi,”ujar Djohan.
Produk ini diancang untuk menjawab kebutuhan industri konten digital yang berkembang pesat, mulai dari produksi komersial berskala kecil hingga proyek independen.
Kehadiran DJI RS 5 diarahkan untuk membantu kreator Tanah Air bekerja lebih efektif.
Menurut dia, gimbal tersebut tidak hanya mengandalkan performa stabilisasi, tetapi juga menawarkan workflow yang lebih fleksibel bagi pengguna kamera mirrorless.
Sebagai produk terbaru di keluarga Ronin, DJI RS 5 dibekali Algoritma Stabilisasi RS Generasi ke-5 yang diklaim meningkatkan torsi motor hingga 50 persen dibanding generasi sebelumnya.
Peningkatan ini ditujukan untuk menjaga kestabilan gambar dalam pergerakan kamera intens, termasuk saat pengambilan gambar bergerak cepat.
Bobot gimbal tercatat 1,46 kilogram dengan kapasitas payload hingga 3 kilogram, sehingga kompatibel dengan berbagai kombinasi kamera mirrorless dan lensa zoom yang umum dipakai dalam produksi video komersial.
DJI RS 5 juga dilengkapi Smart Tracking Module terbaru yang mampu melacak subjek manusia, hewan, maupun kendaraan hingga jarak 10 meter.
Modul ini dirancang untuk membantu operator menjaga framing secara otomatis dalam pengambilan gambar dinamis.
Selain itu, terdapat indikator sumbu Z yang berfungsi meminimalkan guncangan vertikal, khususnya saat merekam sambil berjalan atau berlari.
Dari sisi daya, DJI membekali perangkat ini dengan dukungan fast charging yang memungkinkan pengisian penuh sekitar satu jam.
Dalam penggunaan standar baterai internalnya diklaim mampu bertahan hingga 14 jam, sementara dengan aksesori BG70 High Capacity Battery Grip, durasi operasional dapat diperpanjang hingga 30 jam.
Spesifikasi tersebut ditujukan untuk kebutuhan produksi berdurasi panjang tanpa sering mengganti atau mengisi ulang baterai.
Integrasi dengan ekosistem DJI juga menjadi salah satu fokus utama. DJI RS 5 mendukung perangkat DJI Focus Pro untuk kontrol fokus jarak jauh serta DJI SDR Transmission guna transmisi gambar secara nirkabel dalam workflow produksi profesional.
Untuk kebutuhan konten media sosial, gimbal ini menghadirkan Native Vertical Shooting Generasi ke-3.
Memungkinkan perekaman vertikal tanpa aksesori tambahan, memudahkan kreator memproduksi video untuk platform berbasis format portrait.
Fitur lain yang disematkan meliputi Auto Axis Locks Gen 2, yang secara otomatis mengunci sumbu saat gimbal dimatikan atau dinyalakan.
Hal tersebut untuk mempercepat persiapan penggunaan, serta Electronic Briefcase Handle yang memberikan opsi pegangan alternatif dalam berbagai skenario pengambilan gambar.
Di pasar Indonesia, Erajaya Active Lifestyle memasarkan DJI RS 5 dalam dua varian. Paket Standalone dibanderol Rp7.697.000.
Sementara paket Combo dengan tambahan aksesori untuk kebutuhan produksi lebih kompleks ditawarkan seharga Rp 9.689.000.
Produk ini sudah tersedia melalui jaringan ritel Erajaya Active Lifestyle, termasuk DJI Experience Store, Urban Republic, dan dealer resmi DJI Indonesia, serta kanal daring seperti Official Store DJI Indonesia di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Eraspace.com.
Melalui peluncuran ini, Erajaya Active Lifestyle menegaskan posisinya sebagai mitra strategis DJI di Indonesia dalam mendistribusikan perangkat produksi visual profesional.
Baca Juga:Vivo Kembangkan Kamera Vlogging Bersaing dengan DJI Osmo Pocket
Perusahaan menyampaikan bahwa langkah tersebut sejalan dengan pertumbuhan komunitas kreator, videografer, dan filmmaker independen di Tanah Air yang semakin membutuhkan perangkat andal untuk mendukung standar produksi konten digital.














































