Indosat Klaim Blokir 2 Miliar Spam dan Scam dalam Enam Bulan

1 hour ago 1

Selular.ID – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) melaporkan fitur Anti-Spam dan Anti-Scam miliknya telah mendeteksi lebih dari 2 miliar panggilan, pesan, dan tautan berisiko sejak diluncurkan enam bulan lalu.

Klaim tersebut disampaikan Indosat dalam pengumuman resmi di Jakarta, 6 Februari 2026, sebagai bagian dari upaya perusahaan memperkuat perlindungan pelanggan dari ancaman penipuan digital.

Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat dikembangkan berbasis kecerdasan artifisial (AI) dan dibangun bersama mitra teknologi strategis, Tanla, melalui platform AI bernama Wisely AI. Indosat menyebut sistem tersebut dirancang untuk memberikan perlindungan secara menyeluruh, dengan kemampuan memfilter ancaman sebelum sampai ke pengguna.

Indosat menegaskan penguatan fitur keamanan digital ini dilakukan seiring meningkatnya peran ponsel sebagai sarana utama komunikasi, transaksi, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Perusahaan menyatakan tidak hanya menghadirkan konektivitas jaringan, tetapi juga berupaya memperkuat aspek keamanan digital agar pelanggan dapat menggunakan layanan telekomunikasi dengan lebih aman.

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk respons terhadap kebutuhan pelanggan yang semakin nyata.

“Kami melihat bahwa ponsel telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia. Melalui kolaborasi dengan mitra teknologi seperti Tanla, kami menghadirkan perlindungan yang lebih proaktif dan adaptif. Teknologi AI di jaringan kami membantu menyaring ancaman sebelum berdampak pada pelanggan,” ujar Vikram.

Menurut data internal Indosat, sebagian besar ancaman yang terdeteksi berasal dari modus penipuan OTP (One-Time Password), phishing, serta undian palsu, dengan jalur utama melalui SMS dan panggilan suara. Indosat juga mencatat aktivitas mencurigakan cenderung meningkat pada periode tertentu, seperti menjelang hari raya, musim belanja daring, serta masa pencairan bantuan sosial.

Indosat menyebut perlindungan ini tidak hanya berjalan otomatis, tetapi juga melibatkan pelanggan. Perusahaan mencatat lebih dari 2,5 juta pengguna telah mengaktifkan aplikasi ponsel untuk meningkatkan pengalaman perlindungan, serta melaporkan lebih dari 124.000 nomor yang diduga digunakan untuk aktivitas penipuan.

Dari sisi dampak ekonomi, Indosat menyebut sistem ini membantu mencegah potensi kerugian finansial hingga US$ 500 juta. Perusahaan juga menyatakan lebih dari 95% pelanggan merasa lebih terlindungi setelah fitur tersebut diaktifkan.

Indosat menilai manfaat perlindungan ini paling signifikan dirasakan segmen UMKM, lansia, dan pelanggan di wilayah yang dianggap memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.

Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik IndonesiaNezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia

Dukungan terhadap inisiatif perlindungan ini juga datang dari pemerintah. Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk menjaga keamanan ruang digital.

“Perlindungan terhadap scam merupakan bagian penting dari upaya menjaga kepercayaan publik di ruang digital. Inisiatif seperti yang dilakukan Indosat menunjukkan bahwa teknologi dapat digunakan secara konkret untuk melindungi masyarakat,” ujar Nezar.

Dalam pengembangan teknologinya, Tanla disebut berperan membangun sistem deteksi berbasis AI yang mampu beradaptasi terhadap pola kejahatan digital. Indosat menyatakan sistem tersebut memiliki tingkat akurasi hingga 99% dan terus disempurnakan melalui pembelajaran data berkelanjutan.

Uday Reddy, Founder Chairman & CEO of Tanla Platforms, mengatakan kolaborasi ini menjadi bentuk komitmen Tanla dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung. “Melalui wisely.ai, kami membantu melindungi masyarakat Indonesia dan mendorong adaptasi digital di penjuru negeri,” kata Uday.

Indosat juga mengaitkan penguatan fitur ini dengan kondisi ancaman penipuan digital di Indonesia. Mengacu pada laporan State of Scams in Indonesia 2025 dari Global Anti-Scam Alliance (GASA), hampir dua pertiga masyarakat Indonesia disebut pernah menghadapi upaya penipuan, dengan lebih dari sepertiga menjadi korban dalam 12 bulan terakhir.

Indosat turut menyoroti data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) yang mencatat nilai kerugian penipuan mencapai Rp9,1 triliun pada periode 22 November 2024 hingga 14 Januari 2026.

Dalam implementasinya, Indosat menghadirkan layanan ini melalui fitur berbeda untuk masing-masing merek. Untuk pelanggan IM3, layanan tersedia melalui SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam). Sementara pelanggan Tri dapat menggunakan fitur TRI AI: Anti-Spam/Scam yang dilengkapi identifikasi visual berbasis kode warna untuk menandai tingkat risiko.

Indosat menyebut pembaruan terbaru memungkinkan pelanggan menikmati sejumlah fitur tambahan, mulai dari pemblokiran otomatis SMS penipuan, deteksi panggilan berisiko berbasis VoIP (Voice over Internet Protocol), hingga pop-up notifikasi sesuai tingkat risiko. Sistem ini juga menyediakan ringkasan aktivitas mencurigakan melalui aplikasi serta integrasi perlindungan Plus+ di aplikasi myIM3 dan bima+.

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo HutchisonVikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison

Indosat menegaskan seluruh fitur tersebut dirancang agar ringan digunakan dan dapat diakses berbagai lapisan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan Tanla, dukungan AI di jaringan Indosat, serta partisipasi pelanggan, perusahaan menyatakan akan terus memperkuat sistem perlindungan sebagai bagian dari komitmen membangun ekosistem digital yang lebih aman dan tepercaya di Indonesia.

Baca Juga: Cara Aktifkan Fitur Anti Spam & Scam IM3 Satspam untuk Keamanan Digital

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |